9 Fakta Menarik Tentang Ovulasi yang Perlu Kamu Ketahui

Mana fakta yang paling menarik bagi kamu?

10 Agustus 2019

9 Fakta Menarik Tentang Ovulasi Perlu Kamu Ketahui
Freepik/nensuria

Ovulasi merupakan hal penting yang perlu diketahui semua perempuan setelah menikah. Dalam proses ovulasi, sel telur yang telah matang akan dilepas dari dalam rahim untuk berjalan menuju tuba falopi, dan siap dibuahi. 

Biasanya ovulasi terjadi 16 hari setelah hari pertama menstruasi.

Banyak fakta menarik seputar ovulasi yang perlu kamu ketahui, terutama jika sedang berusaha untuk hamil. Lihat ulasan berikut!

1. Ovulasi penanda masa subur

1. Ovulasi penanda masa subur
Pixabay/Basti93

Rata-rata siklus haid perempuan normalnya adalah 28 hari, tetapi dalam kondisi tertentu beberapa orang bisa mengalami siklus sekitar 22 hingga 36 hari. Ovulasi biasanya terjadi sekitar dua minggu sebelum periode menstruasi berikutnya.

Jadi, jika siklus haid kamu 28 hari, maka kamu akan berovulasi sekitar 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya.

Untuk mendapatkan peluang kehamilan, kamu bisa mulai berhubungan intim saat masa ovulasi tiba. Masa ini dikenal dengan masa subur.

Hitung masa suburmu dengan menggunakan kalender ovulasi.

2. Kondisi tubuh pengaruhi ovulasi

2. Kondisi tubuh pengaruhi ovulasi
Freepik/pressfoto

Ovulasi dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi yang dialami tubuh, termasuk stres dan penyakit yang kamu alami. Jika kamu berencana untuk memiliki anak, sudah waktunya untuk memerhatikan tubuhmu. Kurangi tekanan pekerjaan dan mulailah berolahraga untuk menghindari stres.

3. Hormon yang mempengaruhi ovulasi

3. Hormon mempengaruhi ovulasi
md-health.com

Ovulasi terjadi berkat dua hormon berbeda, yaitu hormon lutenisasi (LH) dan hormon perangsang folikel (FSH) yang akan meningkat di minggu siklus paling subur. Kedua hormon tersebut merangsang produksi folikel pada indung telur.

Setiap bulannya, satu folikel akan menghasilkan sel telur dan baisanya hanya satu telur yang akan dilepaskan pada setiap siklus (ovulasi).

Begitu telur dilepaskan, folikel akan menghasilkan hormon progesteron untuk  mencegah lebih banyak pelepasan telur lain selama 12 sampai 16 hari berikutnya, setelah siklus baru kamu akan dimulai lagi. 

Editors' Picks

4. Jumlah telur yang mampu berovulasi

4. Jumlah telur mampu berovulasi
Freepik/jannoon028

Pada awalnya, setiap perempuan terlahir dengan jutaan sel telur yang belum matang. Sebagiannya akan diserap oleh indung telur sebelum kamu mencapai usia pubertas, dan sebagiannya lagi akan menunggu siklus ovulasi dimulai.

Faktanya, kamu hanya memiliki 300 hingga 500 sisa sel telur yang akan mampu berovulasi dalam hidupmu.

5. Sperma mampu bertahan di dalam tubuh sebelum ovulasi

5. Sperma mampu bertahan dalam tubuh sebelum ovulasi
Freepik/kjpargeter

Para ahli mengatakan, sperma bisa bertahan hidup hingga lima hari di dalam tubuhmu. Jadi, kamu bisa coba berhubungan intim hingga 5 hari sebelum terjadinya ovulasi untuk berpeluanghamil.

6. Dari jutaan sperma, hanya 1 yang bisa menembus telur yang sudah berovulasi

6. Dari jutaan sperma, ha 1 bisa menembus telur sudah berovulasi
Freepik/whatwolf

Laki-laki bisa melepaskan sekitar 250 juta sperma selama ejakulasi. Namun, hanya beberapa saja yang akan melakukan “perjalanan” selama sepuluh jam menuju serviks dan naik ke tuba falopi untuk menembus telur yang siap dibuahi. Lalu pada akhirnya, hanya satu sperma yang bisa menembus selaput terluar telur matangmu.

7. Sel telur yang tidak dibuahi selama ovulasi

7. Sel telur tidak dibuahi selama ovulasi
Pixabay/PublicDomainPictures

Sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma selama masa ovulasi akan hancur dan diserap ke dalam lapisan rahim atau keluar bersama aliran darah menstruasi.

8. Ovulasi tanpa siklus menstruasi

8. Ovulasi tanpa siklus menstruasi
livestrong.com

Tidak semua ovulasi diawali dengan periode menstruasi terlebih dahulu. Dalam kondisi tertentu, ada perempuan yang bisa berovulasi tanpa menstruasi. Biasanya kondisi tersebut menandakan siklus haid yang terganggu.

9. Gejala fisik ovulasi

9. Gejala fisik ovulasi
Freepik/nikitabuida

Meskipun banyak perempuan tidak mengalami gejala fisik saat berovulasi, tetapi beberapa di antara kamu bisa saja mengalaminya. Perhatikan gejala berikut!

  • Satu dari lima perempuan diketahui mengalami nyeri ringan pada perut bagian bawah.
  • Cairan atau lendir vagina cenderung basah dan licin menjelang masa subur, ini berfungsi untuk memudahkan sperma berenang menuju indung telur.
  • Beberapa perempuan juga mengalami keputihan saat masa ovulasi.
  • Indra penciuman perempuan cenderung meningkat saat berovulasi.
  • Penelitian menyebutkan bahwa perempuan terlihat lebih menarik bagi pasangannya saat sedang berovulasi.
  • Suhu tubuh cenderung meningkat.

Sebelum memutuskan untuk hamil, tak ada salahnya kamu pelajari terlebih dahulu tentang fakta-fakta di atas ya, Ma! Semoga bermanfaat!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.