Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat terlihat bahwa ketakutan secara psikologi menjadi ciri utama seseorang yang mengalami tokophobia. Namun, ternyata itu bukanlah satu-satunya.
Banyak gejala dari tokophobia ini yang berkaitan dengan gangguan depresi dan gangguan kecemasan umum yang dapat mengganggu aspek kehidupan Mama, mulai dari gangguan tidur, diet, hingga suasana hati secara keseluruhan. Nah, berikut ini adalah beberapa gejala umum dari tokophobia:
- Serangan panik atau peningkatan gejala kecemasan, seperti kelelahan, kekhawatiran irasional, atau sakit kepala.
- Mood swing
- Berusaha keras untuk menghindari kehamilan, seperti menggunakan metode kontrasepsi dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat.
- Menunda atau menghindari kehamilan meski ada keinginan untuk memiliki anak
- Selalu mencari tahu kesalahan apa yang akan terjadi selama persalinan, seperti kematian ibu atau anak atau cacat lahir.
- Meminta persalinan sesar (c-section) tanpa alasan medis
Pada dasarnya, tidak ada alasan jelas mengapa seseorang mengalami tokophobia. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya akumulasi pikiran, ketakutan, pengalaman, dan praduga tentang persalinan yang terus berkembang. Namun, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan tokophobia, antara lain:
Seseorang yang mengalami primary tokophobia kemungkinan memiliki ketakutan yang lebih besar terhadap medis secara general, seperti ketakutan akan dokter, rumah sakit, rasa sakit atau kehilangan kontrol, dan ketakutan untuk menjalani prosedur medis. Selain itu, seseorang yang pernah mengalami malpraktek medis oleh profesional perawatan kesehatan dan kurangnya kepercayaan seseorang terhadap kompetensi profesional medis juga menjadi penyebab seseorang mengalami ketakutan medis.
Ketakutan dalam melahirkan bisa juga terjadi dari pengalaman seksual yang traumatis di masa lalu, baik saat masih kecil atau bahkan ketika sudah dewasa.
- Pengalaman melahirkan traumatis
Jika seseorang memiliki secondary tokophobia, mengalami keguguran, bayi meninggal saat lahir, dan aborsi bisa menyebabkan seseorang mengalami tokophobia. Konon, secondary tokophobia bisa berkembang setelah kelahiran yang normal atau sehat sebelumnya.
- Pengalaman terhadap gangguan kecemasan dan depresi
Ketika seseorang memiliki sejarah dalam kondisi kesehatan mental, termasuk anxiety dan depresi, cenderung akan mengalami tokophobia. Beberapa bukti menunjukkan bahwa memiliki gangguan depresi sebelum melahirkan, bisa meningkatkan kemungkinan mengalami tokophobia, meski hal ini tidak begitu umum.