Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Exercise Terbaik untuk Perempuan dengan PMOS, Tidak Selalu Berat!
Pexels/Cliff Booth
  • Olahraga teratur membantu perempuan dengan PMOS mengelola gejala seperti perubahan hormon, berat badan sulit turun, dan stres, dengan fokus pada konsistensi daripada intensitas tinggi.
  • Lima jenis exercise yang direkomendasikan meliputi steady-state cardio, HIIT, interval training, mind-body exercise seperti yoga, serta strength training untuk menjaga keseimbangan hormon dan kebugaran tubuh.
  • Tips penting mencakup memulai dari latihan ringan, memilih olahraga yang disukai, memberi waktu istirahat cukup, serta mengombinasikan rutinitas exercise dengan pola makan sehat agar hasil lebih optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjalani hidup dengan PMOS atau yang lebih dikenal sebagai PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) memang punya tantangan tersendiri bagi perempuan.

Mulai dari perubahan hormon, berat badan yang lebih sulit turun, mudah lelah, hingga mood yang naik turun sering kali membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat. 

Namun kabar baiknya, olahraga bisa menjadi salah satu cara efektif untuk membantu mengelola gejala PMOS secara alami.

Nggak harus langsung melakukan olahraga berat, kunci utamanya adalah memilih jenis exercise yang sesuai dengan kondisi tubuh dan bisa dilakukan secara konsisten. 

Beberapa jenis latihan bahkan diketahui dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, menjaga keseimbangan hormon, serta mendukung kesehatan mental perempuan dengan PMOS.

Melansir dari laman Healthline, berikut Popmama.com telah rangkum beberapa exercise terbaik untuk perempuan dengan PMOS yang bisa mulai dicoba dari rumah maupun di gym.

1. Steady-state cardio (jalan kaki, bersepeda, menari)

Unsplash/Coen van de Broek

Olahraga kardio dengan intensitas sedang menjadi salah satu jenis exercise yang cocok untuk perempuan dengan PMOS. Jenis latihan ini membantu meningkatkan detak jantung secara stabil tanpa membuat tubuh terlalu cepat lelah. 

Biasanya, olahraga dilakukan dengan intensitas sekitar 50–70 persen dari detak jantung maksimal sehingga tetap nyaman dilakukan secara rutin. Beberapa aktivitas yang termasuk steady-state cardio antara lain jalan kaki, bersepeda santai, menari, hingga mengikuti kelas aerobik. 

Exercise seperti ini dapat membantu membakar kalori, menjaga berat badan tetap ideal, sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin yang sering menjadi tantangan bagi perempuan dengan PMOS. 

2. HIIT workout (squat jumps, tuck jumps, burpees)

Pexels/MART PRODUCTION

HIIT atau High-Intensity Interval Training merupakan olahraga dengan pola gerakan intens dalam waktu singkat yang diselingi waktu istirahat. Exercise ini cukup populer karena efektif membantu pembakaran lemak dan meningkatkan metabolisme tubuh dalam waktu relatif singkat.

Gerakan HIIT biasanya terdiri dari burpees, mountain climbers, squat jumps, atau tuck jumps. Menariknya, banyak perempuan merasa olahraga ini lebih menyenangkan dibanding latihan kardio biasa karena variasi gerakannya tidak monoton. 

Bagi perempuan dengan PMOS, HIIT dapat membantu mengontrol berat badan dan menjaga keseimbangan hormon jika dilakukan sesuai kemampuan tubuh dan tidak berlebihan.

3. Interval training (lari cepat, jalan cepat, lompat tali)

Unsplash/Meg Aghamyan

Interval training hampir mirip dengan HIIT, tetapi intensitasnya cenderung lebih fleksibel. Latihan ini dilakukan dengan mengkombinasikan beberapa gerakan berbeda dalam satu sesi, sehingga detak jantung tetap aktif tanpa harus memaksakan tubuh bekerja terlalu keras.

Jenis olahraga ini cocok untuk perempuan dengan PMOS yang ingin mulai rutin berolahraga secara bertahap.

Selain membantu membakar kalori, interval training juga dapat meningkatkan stamina dan membuat tubuh lebih fit. Variasi gerakan yang berganti-ganti juga membantu menjaga semangat olahraga agar tidak cepat bosan.

4. Mind-body exercise (yoga, pilates, tai chi)

Pexels/Gustavo Fring

Perempuan dengan PMOS sering mengalami stres berlebih akibat perubahan hormon dalam tubuh. Kondisi stres ini ternyata bisa memperparah gejala PMOS, mulai dari siklus haid tidak teratur hingga kenaikan berat badan. 

Karena itu, olahraga yang menenangkan pikiran juga penting dilakukan. Yoga, Pilates, dan tai chi menjadi beberapa pilihan mind-body exercise yang cocok dicoba. 

Selain membantu tubuh lebih fleksibel dan kuat, olahraga ini juga membantu menenangkan pikiran serta memperbaiki kualitas tidur. Saat stres lebih terkontrol, tubuh pun bisa bekerja lebih optimal dalam menjaga keseimbangan hormon.

5. Strength training (push up, squats, plank)

Pexels/Gustavo Fring)

Strength training atau latihan kekuatan dilakukan dengan bantuan resistance band, dumbbell, maupun berat tubuh sendiri. Jenis latihan ini penting untuk membantu membangun massa otot dan menjaga kesehatan tulang.

Semakin banyak massa otot yang dimiliki tubuh, semakin banyak pula kalori yang terbakar saat tubuh sedang beristirahat. Hal ini tentu membantu perempuan dengan PMOS yang sering mengalami kesulitan menurunkan berat badan. 

Selain itu, strength training juga membuat tubuh terasa lebih kuat dan tidak mudah lelah saat menjalani aktivitas sehari-hari. Beberapa strength training yang bisa dilakukan di rumah adalah push-up, squats, plank, lunges, sit-up

Tips Melakukan Exercise untuk Perempuan dengan PMOS

Unsplash/bruce mars

Supaya olahraga memberikan manfaat maksimal untuk tubuh dan hormon, ada beberapa tips yang bisa diterapkan perempuan dengan PMOS saat mulai rutin exercise, antara lain:

1. Mulai dari olahraga ringan terlebih dahulu

Perempuan dengan PMOS tidak perlu langsung melakukan olahraga berat setiap hari. Tubuh justru membutuhkan adaptasi agar tidak mudah stres atau kelelahan berlebihan.

Memulai dari exercise ringan seperti jalan kaki, stretching, yoga, atau bersepeda santai bisa menjadi langkah awal yang lebih nyaman. Saat tubuh mulai terbiasa aktif bergerak, intensitas olahraga bisa ditingkatkan secara perlahan. 

Cara ini membantu menjaga konsistensi sekaligus mengurangi risiko cedera atau burnout saat berolahraga.

2. Fokus pada konsistensi, bukan durasi panjang

Banyak perempuan berpikir olahraga harus dilakukan berjam-jam agar hasilnya terlihat. Padahal untuk PMOS, konsistensi jauh lebih penting dibanding durasi yang terlalu lama. Exercise selama 20–30 menit secara rutin sudah memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh dan hormon. 

Olahraga yang dilakukan konsisten membantu meningkatkan sensitivitas insulin, menjaga metabolisme, dan membantu mengontrol berat badan. Selain itu, tubuh juga akan terasa lebih bertenaga jika rutin bergerak setiap hari.

3. Pilih olahraga yang disukai

Memilih jenis olahraga yang menyenangkan membuat rutinitas exercise terasa lebih mudah dijalani. Jika tidak suka gym, perempuan dengan PMOS bisa mencoba dance workout, pilates, yoga, atau jalan santai sambil mendengarkan musik favorit.

Saat menikmati olahraga yang dilakukan, tubuh akan lebih rileks dan tidak merasa terpaksa. Hal ini penting karena stres berlebihan justru bisa memperparah gejala PMOS dan membuat hormon semakin tidak seimbang.

4. Jangan lupa beri waktu tubuh untuk istirahat

Terlalu memaksakan diri berolahraga tanpa istirahat cukup dapat membuat tubuh stres dan memicu peningkatan hormon kortisol. Pada perempuan dengan PMOS, kondisi ini bisa berdampak pada gangguan tidur, mudah lelah, hingga berat badan sulit turun.

Karena itu, penting memberikan jeda istirahat di sela jadwal olahraga. Tubuh membutuhkan recovery agar otot dapat pulih dan hormon tetap stabil. Tidur cukup dan menjaga kualitas istirahat juga membantu hasil exercise menjadi lebih optimal.

5. Kombinasikan olahraga dengan pola makan sehat

Exercise akan memberikan hasil lebih baik jika diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang. Perempuan dengan PMOS disarankan memperbanyak konsumsi protein, serat, sayur, buah, dan mengurangi makanan tinggi gula berlebih.

Pola makan sehat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus mendukung proses pembakaran lemak dalam tubuh. Dengan kombinasi olahraga dan nutrisi yang tepat, gejala PMOS dapat lebih terkontrol dan tubuh terasa lebih sehat secara menyeluruh.

6. Dengarkan kondisi tubuh sendiri

Setiap perempuan dengan PMOS memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda. Ada yang cocok dengan latihan intensitas tinggi, tetapi ada juga yang lebih nyaman melakukan olahraga ringan secara rutin. 

Karena itu, penting mendengarkan sinyal tubuh saat exercise. Jika tubuh terasa terlalu lelah, pusing, atau nyeri berlebihan, sebaiknya kurangi intensitas latihan dan beri waktu tubuh untuk beristirahat. 

Olahraga seharusnya membantu tubuh menjadi lebih sehat, bukan malah membuat kondisi fisik semakin menurun.

Nah, itu dia beberapa exercise terbaik untuk perempuan dengan PMOS. Semoga bisa menginspirasi untuk lebih rutin berolahraga, ya. 

Editorial Team