Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

PCOS Ganti Nama Jadi PMOS, Ini Gaya Hidup yang Harus Diikuti Penderitanya

PCOS Ganti Nama Jadi PMOS, Ini Gaya Hidup yang Harus Diikuti Penderitanya
Pexels/jcomp
Intinya Sih
  • PCOS kini resmi berganti nama menjadi PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome), gangguan hormonal kronis yang memengaruhi metabolisme, reproduksi, kulit, dan kesehatan mental jutaan perempuan di dunia.
  • Penderita PMOS disarankan menerapkan gaya hidup sehat seperti menjaga pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga ringan, tidur cukup, serta mengelola stres agar keseimbangan hormon tetap terjaga.
  • Mengurangi konsumsi gula, menjaga berat badan ideal secara sehat, dan rutin memeriksakan diri ke dokter menjadi langkah penting untuk mengontrol gejala serta mencegah komplikasi PMOS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

PMOS atau Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome adalah nama baru untuk PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) yang berkaitan dengan gangguan hormonal kronis, sehingga berdampak pada metabolisme, kesehatan reproduksi, kondisi kulit, hingga kesehatan mental. 

Berdasarkan data yang dipublikasikan The Lancet, PMOS memengaruhi lebih dari 170 juta perempuan atau sekitar satu dari delapan perempuan usia reproduktif.

Di Indonesia, prevalensi kondisi ini diperkirakan mencapai 5-10% perempuan usia subur.  Artinya, terdapat jutaan perempuan Indonesia hidup dengan kondisi PMOS, bahkan banyak di antaranya belum terdiagnosis.

Itu sebabnya, penting bagi kaum perempuan untuk menerapkan gaya hidup sehat, terlebih bagi penderita PMOS. 

Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan. 

Table of Content

Gaya Hidup yang Harus Diterapkan Penderita PMOS

Gaya Hidup yang Harus Diterapkan Penderita PMOS

1. Menjaga pola makan dengan gizi seimbang

Unsplash/mohanad karawanchy
Unsplash/mohanad karawanchy

Penderita PMOS disarankan untuk lebih memperhatikan asupan makanan sehari-hari. Pola makan tinggi gula dan makanan olahan dapat memicu lonjakan insulin yang akhirnya memperburuk ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. 

Karena itu, penting memilih makanan bernutrisi seperti sayur, buah, protein tanpa lemak, dan karbohidrat kompleks. Selain itu, makan dengan jadwal yang teratur juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. 

Hindari kebiasaan melewatkan sarapan atau makan berlebihan di malam hari karena dapat memengaruhi metabolisme tubuh. Dengan pola makan yang lebih sehat, tubuh akan terasa lebih bertenaga dan berat badan lebih mudah terkontrol.

2. Rutin berolahraga untuk membantu keseimbangan hormon

Pexels/www.kaboompics.com
Pexels/www.kaboompics.com

Aktivitas fisik menjadi salah satu kunci penting bagi penderita PMOS. Olahraga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin sekaligus menjaga berat badan tetap ideal. 

Tak harus melakukan olahraga berat, aktivitas sederhana seperti jalan kaki, yoga, bersepeda, atau pilates juga sudah sangat membantu bila dilakukan secara konsisten.

Selain berdampak baik untuk fisik, olahraga juga membantu memperbaiki suasana hati. Banyak penderita PMOS mengalami stres akibat perubahan hormon maupun perubahan bentuk tubuh. 

Dengan rutin bergerak, tubuh akan memproduksi hormon endorfin yang membuat perasaan jadi lebih tenang dan positif.

3. Tidur cukup dan menjaga kualitas istirahat

Pexels/Kampus Production
Pexels/Kampus Production

Kurang tidur ternyata bisa memperburuk kondisi hormon dalam tubuh. Penderita PMOS sebaiknya memiliki waktu tidur yang cukup, sekitar 7–9 jam setiap malam agar tubuh dapat melakukan proses pemulihan dengan optimal.

Tidak hanya soal durasi, kualitas tidur juga penting diperhatikan. Hindari penggunaan gadget berlebihan sebelum tidur dan ciptakan suasana kamar yang nyaman agar tubuh lebih rileks. 

Saat pola tidur membaik, tubuh biasanya lebih mudah mengatur nafsu makan, metabolisme, dan keseimbangan hormon.

4. Mengelola stres agar hormon tidak semakin kacau

Unsplash/Valeriia Miller
Unsplash/Valeriia Miller

Stres berlebihan dapat memicu peningkatan hormon kortisol yang berpengaruh pada kondisi PMOS. Saat stres tidak terkontrol, gejala seperti jerawat, siklus haid tidak teratur, hingga kenaikan berat badan bisa menjadi lebih parah.

Karena itu, penting bagi penderita PMOS untuk memiliki cara mengelola stres dengan sehat. Mama bisa mencoba meditasi, journaling, mendengarkan musik, atau melakukan hobi yang disukai. 

Memberikan waktu untuk diri sendiri juga menjadi bentuk self-care yang penting agar kesehatan mental tetap terjaga.

5. Mengurangi konsumsi gula dan minuman manis

Freepik/wayhomestudio
Freepik/wayhomestudio

Banyak penderita PMOS memiliki masalah resistensi insulin, sehingga konsumsi gula berlebih perlu dibatasi.

Minuman manis, dessert tinggi gula, dan camilan olahan dapat menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat dan memengaruhi keseimbangan hormon.

Sebagai gantinya, pilih camilan yang lebih sehat seperti kacang-kacangan, yogurt tanpa gula, atau buah segar.

Mengurangi gula memang tidak selalu mudah di awal, tetapi bila dilakukan perlahan dan konsisten, tubuh biasanya akan terasa lebih ringan dan energi lebih stabil sepanjang hari.

6. Konsisten memeriksa kondisi kesehatan ke dokter

Pexels/Antoni Shkraba Studio
Pexels/Antoni Shkraba Studio

PMOS bukan kondisi yang sebaiknya didiagnosis sendiri tanpa pemeriksaan medis. Konsultasi rutin dengan dokter penting dilakukan untuk memantau perkembangan hormon, siklus menstruasi, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dokter biasanya juga akan membantu menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Ada yang membutuhkan perubahan pola hidup saja, tetapi ada juga yang memerlukan pengobatan tambahan. Dengan pemeriksaan rutin, risiko komplikasi bisa dicegah lebih dini.

7. Menjaga berat badan tetap ideal secara sehat

ilustrasi menimbang berat badan
Pexels/Annushka Ahuja

Menjaga berat badan ideal menjadi salah satu langkah penting dalam mengontrol gejala PMOS. Kenaikan berat badan berlebih dapat memperparah resistensi insulin dan membuat hormon semakin tidak seimbang.

Namun, penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara perlahan dan sehat, bukan melalui diet ekstrem. Fokuslah pada perubahan gaya hidup jangka panjang yang realistis dan nyaman dijalani. 

Bahkan penurunan berat badan dalam jumlah kecil sekalipun sudah bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan hormon dan siklus menstruasi.

Itu dia beberapa gaya hidup yang harus diikuti penderita PMOS. Perubahan gaya hidup memang membutuhkan proses dan konsistensi.

Namun dengan kebiasaan yang lebih sehat, penderita PMOS dapat membantu tubuh menjadi lebih seimbang sekaligus meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Related Articles

See More