Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Kebiasaan yang Disarankan Dokter sebelum Memulai Program Hamil
Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Intinya sih...

  • Mengonsumsi asam folat untuk mengurangi risiko gangguan perkembangan janin

  • Berhenti merokok karena dapat berdampak negatif pada kesuburan dan risiko komplikasi kehamilan

  • Tidak mengonsumsi alkohol untuk mengurangi risiko gangguan kehamilan dan perkembangan janin

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Merencanakan kehamilan adalah momen bahagia sekaligus penuh persiapan bagi setiap Mama. 

Bukan hanya soal kesiapan mental, tubuh juga perlu dipersiapkan dengan baik agar proses kehamilan nantinya berjalan sehat dan optimal. 

Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari sebelum hamil memiliki peran penting dalam meningkatkan peluang kehamilan serta menjaga kesehatan Mama dan calon bayi. 

Mulai dari pola makan, gaya hidup, hingga pemeriksaan kesehatan, semuanya dapat menjadi langkah awal yang menentukan. 

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk mengetahui kebiasaan apa saja yang dianjurkan dokter sebelum memulai program hamil

Berikut Popmama.com merangkum 7 kebiasaan yang disarankan dokter sebelum menyambut kehamilan, melansir dari nhs.uk. Yuk simak berikut ini.

1. Mengonsumsi asam folat

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Salah satu langkah yang dapat dicoba sebelum program hamil adalah mengonsumsi suplementasi asam folat, karena dapat membantu mengurangi risiko gangguan perkembangan tulang belakang dan otak pada janin. 

Selain itu, Mama dapat mengonsumsi asam folat ini saat program hamil hingga kehamilan trimester pertama. Namun tetap berkonsultasi ke dokter untuk hasil yang maksimal. 

2. Berhenti merokok

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Jika Mama atau pasangan merokok, berhenti adalah langkah terbaik. Rokok dapat berdampak negatif pada kesuburan dan meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan. 

Selain itu, asap dari orang lain juga bisa berbahaya bagi tubuh, karena mengandung berbagai zat kimia berbahaya, seperti nikotin dan karbon monoksida. 

Nikotin dapat menyempitkan pembuluh darah sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke organ reproduksi menjadi terganggu. Sementara itu, karbon monoksida dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah, yang penting untuk kesehatan sel telur dan rahim.

Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan merokok serta menghindari lingkungan dengan asap rokok menjadi langkah penting untuk mempersiapkan tubuh sebelum hamil.

3. Tidak mengonsumsi alkohol

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Mama disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol saat merencanakan kehamilan atau ketika sedang berusaha hamil. 

Selain itu, alkohol bisa masuk ke tubuh dan berdampak langsung pada perkembangan janin. Sebab, semakin sedikit kadar alkohol dalam tubuh, maka semakin rendah risiko gangguan kehamilan. 

4. Menjalani pola makan yang sehat

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Ternyata memiliki berat badan yang berlebihan atau terlalu rendah dapat memengaruhi peluang hamil dan kesehatan kehamilan. 

Dengan menerapkan pola makan seimbang dan rutin beraktivitas fisik ringan hingga sedang, tubuh Mama dapat lebih siap secara fisik dan metabolik untuk menjalani kehamilan.

5. Tidak sembarangan mengonsumsi obat-obatan

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Mama perlu mengecek setiap obat yang sedang dikonsumsi termasuk yang diresepkan dokter dan yang dijual bebas. 

Beberapa obat tidak aman dikonsumsi selama masa hamil atau saat merencanakan kehamilan, karena dapat memengaruhi pada perkembangan janin. 

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menghentikan atau melanjutkan penggunaan obat tertentu.

6. Melakukan vaksin yang tepat

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Vaksinasi juga menjadi salah satu langkah penting dalam persiapan kehamilan. Melansir dari nhs.uk, beberapa infeksi dapat berbahaya bagi janin jika terjadi saat kehamilan, seperti rubella. 

Selain itu, dengan memastikan status imunisasi lengkap sebelum hamil, Mama dapat membantu melindungi diri sendiri dan calon bayi dari risiko penyakit yang dapat dicegah.

7. Berkonsultasi ke dokter

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Jika Mama memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau gangguan kesehatan kronis lainnya, sebaiknya rencana kehamilan dapat berkonsultasi langsung dengan dokter. 

Melansir dari nhs.uk, konsultasi sebelum hamil memungkinkan dokter menyesuaikan perawatan atau pengobatan agar lebih aman selama kehamilan. Langkah ini dapat membantu Mama menjalani kehamilan dengan lebih tenang dan terkontrol.

Inilah 7 kebiasaan yang dapat Mama lakukan sebelum memulai program hamil dengan persiapan yang matang, agar proses kehamilan lebih lancar dan sehat. 

Mulai dari nutrisi, gaya hidup, hingga pemeriksaan medis semuanya berperan penting. Selain itu, selalu konsultasikan rencana dan kondisi kesehatan Mama dengan dokter agar setiap langkah yang Mama ambil tepat dan aman. 

Editorial Team