Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Makanan yang Harus Dihindari di Bulan Puasa saat Promil
Ilustrasi puasa dan manfaat puasa bagi ibu hamil - Pixabay/Bellahu123
  • Pmenjaga pola makan selama Ramadhan bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil agar keseimbangan hormon dan kualitas reproduksi tetap optimal.

  • Makanan tinggi lemak, gula berlebih, daging olahan, serta makanan cepat saji disebut dapat mengganggu kesuburan karena kandungan lemak trans, gula tambahan, dan bahan kimia buatan.

  • Disarankan memilih menu berbuka yang lebih sehat seperti makanan panggang atau rebus, protein tanpa lemak, karbohidrat kompleks, serta membatasi kafein untuk mendukung peluang kehamilan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Informasi mengenai jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari selama bulan puasa bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil agar tidak mengganggu keseimbangan hormon serta kesuburan.
  • Who?
    Pasangan suami istri yang tengah menjalani program hamil.
  • Where?
    Bagi pasangan Muslim yang berpuasa dan sedang menjalani promil di mana saja.
  • When?
    Diterapkan selama bulan Ramadhan ketika umat Muslim menjalankan ibadah puasa dan waktu berbuka menjadi momen penting dalam pemilihan menu makanan.
  • Why?
    Konsumsi makanan tinggi lemak, gula, kafein, atau olahan berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi dan menurunkan peluang kehamilan bagi pasangan yang sedang promil.
  • How?
    Disarankan memilih metode memasak sehat seperti memanggang atau merebus, membatasi porsi manis dan kafein, serta mengganti makanan instan dengan bahan segar kaya nutrisi untuk mendukung kesuburan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi Papa dan Mama yang sedang menjalani program hamil, menjaga asupan nutrisi selama bulan Ramadhan memang bukan hal yang mudah. Usai menahan lapar dan haus seharian, tubuh cenderung menginginkan makanan manis atau berlemak untuk segera mengembalikan energi. Tak heran jika aneka takjil manis dan hidangan gurih terasa begitu menggoda saat waktu berbuka tiba.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua makanan yang menggoda saat berbuka memberikan manfaat bagi kesuburan. Alih-alih membantu program kehamilan, pilihan makanan yang kurang tepat justru bisa memengaruhi keseimbangan hormon dan kualitas sel telur maupun sperma.

Oleh karena itu Pada dan Mama harus selektif dalam memilih menu berbuka yang sehat dan kaya akan nutrisi. Berikut ini, Popmama.com sudah merangkum informasi mengenai makanan yang harus dihindari di bulan puasa saat promil. Yuk disimak!

1. Makanan tinggi lemak seperti gorengan

Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Gorengan memang hampir selalu jadi menu favorit saat berbuka puasa. Namun di balik rasa gurih dan teksturnya yang renyah, makanan ini mengandung lemak trans yang bisa berdampak kurang baik pada keseimbangan hormon Papa dan Mama. Mengutip dari Healthline, asupan lemak trans dikaitkan dengan peningkatan risiko infertilitas akibat gangguan ovulasi serta memicu peradangan dalam tubuh.

Agar tetap bisa menikmati hidangan berbuka dengan lebih aman untuk program hamil, Mama dan Papa bisa memilih olahan yang dipanggang atau direbus sebagai alternatif. Cara memasak ini membantu mengurangi asupan lemak berlebih tanpa mengorbankan cita rasa.

Selain itu, mempertimbangkan penggunaan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau minyak kelapa juga bisa menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesuburan.

2. Hindari makan makanan manis

Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Berbuka dengan makanan manis memang terasa begitu nikmat setelah seharian berpuasa. Secara alami, tubuh membutuhkan asupan gula cepat untuk mengembalikan energi yang menurun selama berjam-jam tidak makan dan minum.

Namun, bagi Mama dan Papa yang sedang menjalani program hamil, konsumsi gula berlebihan sebaiknya mulai dikontrol. Lonjakan gula darah yang terlalu tinggi dapat memicu peningkatan insulin, yang dalam jangka panjang berpotensi mengganggu keseimbangan hormon reproduksi.

Bukan berarti harus menghindari rasa manis sepenuhnya. Kuncinya ada pada porsi dan jenisnya. Dengan pola yang lebih seimbang, energi kembali tanpa harus mengorbankan peluang kehamilan.

3. Aneka olahan daging merah dan daging olahan

Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Saat berbuka puasa, hidangan seperti sate, rendang, sosis bakar, atau aneka olahan daging sering menjadi menu andalan. Rasanya mengenyangkan dan terasa “mengganti” energi setelah seharian berpuasa. Namun, bagi Mama dan Papa yang sedang menjalani program hamil, konsumsi daging merah dan daging olahan sebaiknya tidak berlebihan ya.

Melansir dari Healthline, konsumsi daging merah dan olahan berlebihan berpotensi menyebabkan infertilitas pada laki-laki maupun perempuan karena mengandung lemak trans dan lemak jenuh.

Mama dan Papa bisa membatasi porsi menu berbuka dengan daging merah dan olahan dengan memilih sumber protein yang lebih ramah bagi kesuburan, seperti ikan, ayam tanpa lemak berlebih, atau protein nabati seperti kacang-kacangan.

4. Makanan olahan dan instan

Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Hidangan praktis seperti sosis, nugget, hingga mi instan memang sering jadi pilihan karena mudah disiapkan, apalagi saat waktu berbuka terasa singkat. Namun, makanan jenis ini termasuk dalam kategori ultra-proses yang umumnya mengandung pengawet, pewarna, serta perasa buatan.

Melansirdari Medical News Today, konsumsi makanan ultra-proses secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kronis serta potensi gangguan pada kesehatan reproduksi.

Bagi Mama dan Papa yang sedang menjalani program hamil, mengganti menu instan dengan makanan yang lebih segar dan minim proses bisa menjadi langkah sederhana namun berdampak besar.

5. Minuman yang tinggi kafein

Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Bagi sebagian orang, berbuka puasa dengan kopi dan teh adalah sebuah kewajiban. Aroma dan rasanya membantu tubuh terasa lebih segar setelah seharian berpuasa. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, kafein bisa membawa dampak yang kurang baik bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil.

Melansir dari Healthline, asupan kafein yang terlalu tinggi berpotensi memengaruhi kemampuan untuk hamil dengan cepat. Konsumsi berlebih dapat meningkatkan hormon stres dalam tubuh, yang pada akhirnya bisa mengganggu keseimbangan hormon reproduksi serta siklus ovulasi.

Sehingga dalam menjalani promil sebaiknya berbuka dengan kafein dibatasi ya Ma, Pa.

6. Camilan, Kue kering, roti dan sejenisnya

Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Roti,kue manis, hingga camilan kemasan sering jadi pilihan praktis saat berbuka puasa. Padahal, makanan ini termasuk karbohidrat ultra-proses yang umumnya tinggi indeks glikemik (GI), rendah serat, dan mengandung banyak gula tambahan.

Mengutip dari Healthline, pola makan tinggi karbohidrat jenis ini dikaitkan dengan penurunan kesuburan pada sebagian orang, terutama jika disertai asupan gula berlebih yang dapat memicu lonjakan gula darah dan mengganggu keseimbangan hormon reproduksi.

Sebagai alternatif, Mama dan Papa bisa memilih sumber karbohidrat yang lebih alami saat berbuka, seperti nasi merah, roti gandum utuh, kentang rebus, atau oatmeal, lalu memadukannya dengan sayuran dan protein.

Pilihan ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus mendukung peluang kehamilan.

7. Makanan cepat saji

Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Saat waktu berbuka tiba, hidangan cepat saji seperti burger, ayam goreng, pizza, maupun kentang goreng kerap menjadi pilihan karena penyajiannya praktis dan mudah ditemukan. Namun, jika terlalu sering dikonsumsi, pola makan seperti ini dapat memengaruhi peluang kehamilan, terutama bagi Mama dan Papa yang sedang menjalani program hamil.

Makanan cepat saji biasanya tinggi lemak jenuh, garam, dan gula namun rendah nutrisi penting, kebiasaan ini sebaiknya tidak menjadi andalan saat berbuka puasa ya. Mama dan Papa bisa memilih menu berbuka yang kaya nutrisi seperti salad sayur dengan protein panggang, nasi merah dengan lauk ayam/ikan, atau sup sayuran rumahan.

Menu semacam ini tidak hanya membantu pemulihan energi setelah puasa, tetapi juga lebih mendukung kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

Itulah beberapa jenis makanan berbuka puasa yang sebaiknya Mama dan Papa batasi selama menjalani program hamil. Bukan berarti harus menghindari sepenuhnya, tetapi mengontrol porsi dan memilih alternatif yang lebih bernutrisi bisa membantu menjaga keseimbangan hormon serta mendukung peluang kehamilan. Ramadan tetap bisa dijalani dengan nyaman, sambil tetap menjaga pola makan yang lebih ramah untuk kesuburan.

Editorial Team