Untuk mendapatkan kehamilan yang sehat, seorang perempuan perlu memastikan tubuhnya mendapatkan gizi yang seimbang.
Terutaman gizi yang diperlukan untuk mendukung terjadinya pembuahan yang sempurna.
Idealnya persiapan ini dilakukan tiga bulan sebelum hamil. Bahkan ahli gizi mengatakan bahwa persiapan kehamilan lebih baik dilakukan sejak usia remaja dengan memerhatikan status gizinya dalam posisi normal.
"Untuk menghasilkan janin atau kehamilan yang sehat sebenarnya lebih baik lagi dipersiapkan sejak usia remaja. Status gizi saat remaja harus sehat dan baik. Sehingga nanti saat usia 20-an, kebutuhan gizinya sudah mendukung untuk kehamilan," jelas ahli gizi Meliana Istifarin, SKM,RD.
Seorang perempuan akan mudah mendapatkan kehamilan jika zat gizi dalam tubuhnya dalam kedaan seimbang atau normal.
Itulah mengapa perempuan yang terlalu kurus dan juga obesitas mengalami masalah kesulitan hamil.
Meli yang sehari-hari memberikan konseling gizi di Rumah Sakit Islam Jakarta menambahkan bahwa perempuan dengan status gizi yang baik sejak remaja berpotensi besar mendapatkan kehamilan dalam waktu satu atau dua bulan setelah menikah.
Sedangkan perempuan yang kekurangan atau kelebihan berat badan, ketika menikah perlu menjalani beberapa treatment untuk mendapatkan keturunan.
Pentingnya pemahaman tentang persiapan kehamilan sejak dini juga disampaikan ketua British Fertility Society (BFS) yang juga seorang Profesor pengobatan reproduksi di Leed University, Adam Balen.
Dalam laman dailymail.co.uk, Profesor Balen menyarankan remaja, bahkan sejak usia 9 tahun mengetahui betapa pentingnya mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, tidak merokok, dan menjaga berat badan ideal untuk memudahkan persiapan kehamilan nanti.
"Kita perlu berikan pemahaman ini sedini mungkin dan terus menerus untuk memulai kebiasaan yang benar. Kita harus memulai pelajaran pra pubertas di sekitar usia sembilan atau 10 tahun, saat mereka cukup matang untuk memahami ini," kata Balen.
