Pernahkah Mama tiba-tiba merasakan sensasi nyeri atau tekanan yang tidak nyaman di area panggul bawah saat sedang Buang Air Besar (BAB)? Mengalami rasa sakit saat menuntaskan hajat di toilet memang sering kali bikin kita refleks menduga adanya masalah ambeien atau sembelit karena kurang serat. Namun, tahukah Mama? Jika rasa nyeri tersebut terasa menusuk di area panggul hingga ke perut bawah, bisa jadi tubuh sedang mengirimkan sinyal adanya kondisi medis lain, salah satunya kista ovarium.
Kista ovarium sendiri pada dasarnya adalah sebuah kantung berisi cairan yang berkembang di dalam atau di permukaan ovarium (indung telur). Sebagai perempuan, kita memiliki dua ovarium di sisi kanan dan kiri rahim yang berukuran sebesar kacang almond, tempat di mana sel telur tumbuh dan matang setiap bulannya. Melansir dari Mayo Clinic, keberadaan kista ini sebenarnya cukup umum terjadi pada perempuan dan sebagian besar bersifat fungsional, tidak berbahaya, serta bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam beberapa bulan.
Meski mayoritas kista bersifat jinak dan tidak bergejala, ceritanya akan berbeda jika ukuran kantung cairan ini terus membesar atau dipicu oleh kondisi seperti endometriosis. Kista yang berukuran besar dapat menciptakan tekanan konstan di dalam rongga panggul, bahkan letaknya bisa berdekatan dengan area usus besar dan rektum. Akibatnya, saat otot-otot panggul berkontraksi untuk mendorong kotoran sewaktu BAB, tekanan tersebut memicu rasa nyeri tajam atau tumpul yang mengganggu.
Demi menjaga kesehatan reproduksi kita tetap terpantau dengan baik, kali ini Popmama.com bagikan beberapa fakta seputar nyeri saat BAB yang jadi tanda kista serta gejala lain yang wajib Mama waspadai. Yuk, kita simak ulasannya bersama-sama, Ma!
