Awas, Konsumsi Minuman Manis saat Hamil Bisa Bahayakan Janin

Apakah Mama sering ngidam minuman manis saat hamil?

12 Oktober 2020

Awas, Konsumsi Minuman Manis saat Hamil Bisa Bahayakan Janin
Instagram.com/yummy.idn

Apakah Mama sering ngidam minuman manis saat hamil? Atau minuman manis adalah cara mama melepas penat dan rasa pegal karena hamil? Namun, Mama perlu hati-hati ya karena mengonsumsi banyak gula saat hamil bisa menimbulkan efek samping terhadap kesehatan mama dan si Kecil, loh. 

Saat ini minuman manis seperti thai tea dan boba tea memang mudah ditemukan dan diperoleh. Tetapi siapa sangka mengonsumsi minuman manis dalam jumlah yang berlebihan bisa membawa risiko bagi kehamilan mama, terutama mama yang memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus. 

Mama perlu tahu bahwa insulin adalah hormon yang memproses makanan menjadi gula atau glukosa hingga menjadi energi. Saat Mama hamil, proses produksi insulin pun berubah. Sebagian besar mama yang sedang hamil tidak dapat memproduksi insulin secara optimal. Hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit diabates gestasional. 

Apa bahaya mengonsumsi minuman manis saat hamil yang berlebihan? Simak penjelasan yang telah dirangkum oleh Popmama.com berikut ini. 

1. Kelebihan berat badan

1. Kelebihan berat badan
Freepik/kneyman

Konsumsi gula berlebih selama masa kehamilan bisa mengakibatkan kelebihan kadar glukosa dalam pembuluh darah yang masuk ke plasenta. Akibatnya bayi dalam kandungan berkembang terlalu besar atau disebut makrosomia. Kondisi ini bisa mempersulit Mama menjalani proses persalinan secara normal sehingga dibutuhkan operasi caesar. 

Editors' Picks

2. Risiko bayi lahir prematur

2. Risiko bayi lahir prematur
momjunction.com

Kadar glukosa yang tinggi dalam darah juga bisa meningkatkan risiko bayi terlahir prematur. Sebab, beberapa dokter umumnya menyarankan persalinan lebih awal jika bayi berukuran lebih besar dibanding bobot bayi normal. Bayi yang lahir prematur umumnya mengalami sindrom gangguan pernapasan karena paru-parunya belum bisa berfungsi secara matang. 

3. Bayi menderita hipoglikemia

3. Bayi menderita hipoglikemia
wattlehealth.com.au
Penyakit tifus pada bayi

Produksi insulin yang tinggi karena konsumsi minuman manis yang berlebihan juga bisa membuat bayi terlahir dengan kondisi hipoglikemia. Hipoglikemia adalah kondisi yang disebabkan kadar gula dalam darah berada di bawah normal. Kondisi ini umumnya dialami penderita diabetes. Kondisi hipoglikemia dapat memicu kejang pada bayi yang bisa membuat si Kecil meninggal sesaat setelah dilahirkan. 

4. Bayi menderita diabetes tipe dua

4. Bayi menderita diabetes tipe dua
Freepik/A3pfamily

Mengonsumsi minuman manis tak hanya berdampak pada mama, namun juga kesehatan si Kecil. Bayi bisa berisiko mengalami diabates tipe dua di kemudian hari akibat kebiasaan mama yang mengonsumi banyak minuman manis saat hamil. 

Pasien diabetes tipe dua dapat merasakan beberapa gejala di antaranya bagian tubuh ada yang menghitam, luka sulit sembuh, hingga penglihatan kabur. Kondisi ini juga berpotensi besar menyebabkan penyakit komplikasi seperti penyakit jantung, kelainan kulit, dan gangguan pendengaran seiring bertambahnya usia. 

Oleh sebab itu, Mama harus bisa membatasi konsumsi minuman manis saat hamil. Perlu diperhatikan juga, kadar glukosa tinggi tidak hanya ditemukan pada minuman manis, namun juga pada permen, minuman ringan, es krim, dan beberapa makanan kemasan. 

Nah itulah bahaya mengonsumsi minuman manis saat hamil. Selama masa kehamilan, Mama juga wajib memenuhi kebutuhan sayuran dan buah segar setiap hari untuk mencegah diabetes gestasional maupun penyakit lainnya. Jangan lupa untuk rutin bergerak aktif dan istirahat yang cukup selama hamil ya, Ma, agar si Kecil dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. 

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.