Berapa Banyak Sperma yang Dibutuhkan agar Hamil?

Dalam sekali ejakulasi, seorang pria menghasilkan sekitar 100 juta sperma

4 Agustus 2021

Berapa Banyak Sperma Dibutuhkan agar Hamil
Pixabay/TBIT

Memiliki momongan adalah impian setiap pasangan. Ada yang langsung memiliki momongan setelah menikah, namun ada sebagian lainnya yang harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan seorang anak. 

Kesulitan memiliki buah hati memang bukan salah satu pihak saja. Dilansir dari Very Well, para ahli sebelumnya menyebut permasalahan kehamilan disebabkan oleh gangguan pada sel telur perempuan. Artinya, apabila kamu sulit hamil, maka hal itu disebabkan adanya gejala mencurigakan pada sel telur. 

Namun, ketika penelitian mulai dikembangkan, masalah kehamilan bukan hanya disebabkan gangguan pada sel telur. Penumpukan sperma pada sel telur dan cara sperma mencapai sel telur juga menjadi penyebab masalah kehamilan.

Penumpukan sel sperma itu disebabkan banyaknya sperma yang berusaha menembus dinding sel telur. Lantas, berapa banyak sperma yang dibutuhkan agar bisa hamil? Popmama.com telah merangkum penjelasannya seperti di bawah ini. 

1. Dibutuhkan 1 sperma untuk membuahi 1 sel telur

1. Dibutuhkan 1 sperma membuahi 1 sel telur
Pixabay/TBIT

Dalam sekali ejakulasi, seorang laki-laki menghasilkan sekitar 100 juta sperma. Namun, hanya dibutuhkan satu sperma yang normal dan sehat untuk membuahi sel telur. Apabila proses pembuahan berhasil, maka kamu bisa hamil dan mendapatkan momongan. 

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), laki-laki yang menghasilkan sperma kurang dari 20 juta sperma per milimeter air mani, akan sulit membuahi sel telur. Untuk proses pembuahan, memang hanya dibutuhkan satu sel sperma. Namun, satu sel sperma itu perlu melakukan perjalanan dari vagina menuju tuba falopi hingga akhirnya menembus dinding sel telur. 

Perjalanan sperma untuk menembus sel telur tentu tidak mudah. Lebih banyak sperma yang dihasilkan, maka akan lebih tinggi potensi satu sperma sehat menembus dinding sel telur untuk melakukan pembuahan. 

Editors' Picks

2. Sperma harus menembus dinding tebal sel telur

2. Sperma harus menembus dinding tebal sel telur
Pixabay/Robert-Owen-Wahl

Seperti dijelaskan sebelumnya, perjalanan sperma untuk membuahi sel telur memang tidak mudah. Mereka harus melawan jutaan sperma lainnya untuk mencapai tuba falopi. Ketika sampai di tuba falopi, sel sperma harus menembus dinding tebal sel telur. 

Para ahli kesehatan yakin tahapan tersulit dari proses pembuahan adalah menembus dinding tebal sel telur. Pasalnya, hanya satu sel sperma sehat yang bisa menembus dinding itu dan membuahi sel telur. Perjalanan sel sperma itu diibaratkan seleksi alam di mana hanya satu sel sperma yang menjadi pemenangnya. 

3. Berapa lama sel sperma bisa bertahan hidup?

3. Berapa lama sel sperma bisa bertahan hidup
Freepik/Kjpargeter

Dalam tubuh perempuan, sel sperma hanya bisa hidup selama lima hari. Hal ini tergantung pada kondisi tertentu, misalnya keasaman vagina. Oleh karena itu, semakin sedikit sperma yang dihasilkan saat ejakulasi, maka semakin kecil kemungkinan terjadi pembuahan. 

Bagi kamu yang ingin memiliki momongan, sebaiknya konsultasikan ke dokter mengenai kesehatan sistem reproduksi pasangan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak sel sperma yang dihasilkan dalam setiap ejakulasi. Tak hanya itu, kamu juga bisa memantau kesehatan sel telur sekaligus mengetahui masa subur. 

4. Makanan untuk meningkatkan produksi sperma

4. Makanan meningkatkan produksi sperma
Freepik/Racool_studio

Pola makan dan gaya hidup adalah faktor penentu kualitas dan seberapa banyak sperma yang dihasilkan dalam setiap ejakulasi. Beberapa makanan yang disarankan untuk meningkatkan kualitas sperma adalah salmon, jeruk, tomat, sayuran hijau, dan sarden. 

Sementara itu, laki-laki juga sebaiknya menghindari alkohol, kafein, serta makanan seperti gorengan, daging olahan, dan olahan susu tinggi lemak. Makanan dan minuman tersebut bisa menurunkan produksi dan kualitas sperma.

Selain menjaga pola makan, tentu saja gaya hidup juga perlu diubah. Hindari begadang dan mulailah rutin olahraga agar tubuh tetap fit sehingga produksi sperma bisa meningkat. 

Demikian informasi mengenai jumlah sperma yang dibutuhkan untuk mendapatkan kehamilan. Sel sperma dan sel telur adalah penentu kehamilan. Oleh karena itu, kamu dan pasangan perlu menjaga pola hidup agar mudah mendapatkan momongan. 

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.