Ketahui 6 Ancaman Bahaya Hamil pada Saat Remaja!

Tak hanya mengancam ibu hamil, janin dalam kandungan pun dapat terancam keselamatannya!

7 November 2018

Ketahui 6 Ancaman Bahaya Hamil Saat Remaja
spineuniverse.com

Kehamilan remaja yang terjadi di bawah usia 16 tahun menimbulkan risiko berbahaya. Komplikasi penyakit setelah melahirkan bisa terjadi. 

Hal ini bisa memengaruhi kondisi fisik dan psikologis Mama yang masih remaja.

Selain mempengaruhi ibu hamil, kehamilan pada usia remaja juga dapat mempengaruhi bayi yang dilahirkan oleh Mama yang masih berusia remaja. 

Sebuah lembaga kesehatan di Amerika menemukan bahwa bayi yang lahir dari perempuan yang masih berusia remaja dapat mengalami keterlambatan perkembangan intelektual, memiliki kemampuan belajar yang lebih rendah, serta mengalami berbagai gangguan kesehatan dan gangguan perilaku.

Tak hanya itu, Popmama.com juga sudah merangkum 6 bahaya lain dari kehamilan remaja yang dapat mengancam kondisi ibu hamil dan janin

1. Gangguan kesehatan pada ibu hamil

1. Gangguan kesehatan ibu hamil
nricafe.com

Komplikasi atau gangguan kesehatan sering terjadi pada remaja yang hamil. Hal ini dikarenakan para remaja seringkali tidak mencari pertolongan medis untuk merawat kehamilannya.

Beberapa komplikasi atau gangguan kesehatan yang dapat ditemukan pada kehamilan remaja adalah anemia, toksemia, tekanan darah tinggi, plasenta previa, dan kelahiran prematur.

Berbagai gangguan kesehatan ini tidak hanya membahayakan ibu hamil tetapi juga bayi yang dikandungnya.

Untuk mencegah timbulnya berbagai gangguan kesehatan ini, para remaja yang hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan menjaga kesehatannya dengan baik. 

2. Stunting pada bayi

2. Stunting bayi
blog.discovermagazine.com

Salah satu yang berbahaya dari kehamilan remaja, yakni anak yang dilahirkan berisiko stunting atau kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Risiko stunting terjadi karena tidak adanya edukasi yang tepat selama menjaga kehamilan. Status pendidikan remaja juga dianggap kurang mencukupi.

3. Krisis emosional

3. Krisis emosional
optionsnj.org

Jika seorang ibu hamil yang sudah dewasa saja mungkin mengalami depresi pada masa kehamilan, bagaimana dengan remaja?

Pastinya ia mengalami tekanan emosional yang lebih berat lagi, bukan?

Belum lagi dirinya yang belum bisa mengelola emosi yang ia rasakan saat masa kehamilan berlangsung.

Krisis emosional ini dapat menyebabkan remaja tersebut melakukan tindakan yang ceroboh dan berbahaya, baik bagi dirinya sendiri maupun janin yang ia kandung.

Editors' Picks

4. Depresi

4. Depresi
sofiamendozalcsw.com

Rasa depresi dapat terjadi bila seorang remaja menemukan bahwa dirinya hamil. 

Hal ini terutama dikarenakan berbagai hal negatif yang dirasakan akibat kehamilannya tersebut, baik dari dirinya sendiri maupun dari teman, keluarga atau orang-orang lain di sekitarnya.

Selain itu, kadar hormon yang berubah-ubah selama kehamilan berlangsung juga dapat memicu terjadinya depresi.

5. Penelantaran bayi

5. Penelantaran bayi
globalnews.ca

Saat bayinya telah lahir, seorang remaja mungkin tidak dapat atau tidak memiliki keinginan untuk merawat anaknya tersebut. 

Ia pun mungkin akan merasa terganggu oleh kehadiran sang Bayi yang membuatnya sulit atau tidak dapat berpergian dengan bebas bersama dengan teman-teman seumurannya.

Belum lagi pendidikannya yang kurang mengenai cara merawat bayi dengan baik.

6. Terganggunya pendidikan

6. Terganggu pendidikan
copyright.com.au

Pendidikan seorang anak remaja mungkin akan terganggu bila ia hamil.

Beberapa anak remaja bahkan memutuskan untuk berhenti sekolah setelah mengetahui bahwa dirinya hamil.

Beberapa anak remaja lainnya harus menunda keinginannya untuk kuliah karena kehamilannya tersebut. 

Beberapa lainnya mungkin memutuskan untuk menikah dan tidak melanjutkan pendidikan. Hal tersebut pastinya akan menggangu masa depan yang sudah ia rencanakan sebelumnya.

Nah, itulah beberapa ancaman bahaya yang dapat terjadi pada kehamilan perempuan yang masih berusia remaja, yakni 12-15 tahun.

Namun, semuanya tergantung dari tingkat kedewasaan dan kesiapan dari perempuan tersebut.

Jika ia merasa sudah siap dan memiliki lingkungan serta orang-orang yang mendukungnya, maka bukan tidak mungkin pula jika ia dan sang Bayi dapat hidup secara normal tanpa adanya bahaya yang megancam.

Topic: