Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Spanyol akan Gratiskan Program Egg Freezing bagi Para Atletnya

5 min read
Spanyol akan Gratiskan Program Egg Freezing bagi Para Atletnya
Ilustrasi ovarium (pexels.com/cottonbro studio)
  • Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) akan menanggung penuh biaya egg freezing bagi pemain internasional perempuan yang minimal dua kali dipanggil tim nasional.

  • Kebijakan ini ditujukan memberi atlet perempuan pilihan menyeimbangkan karier kompetitif dengan rencana keluarga, saat puncak performa dapat beririsan dengan perubahan kesuburan.

  • Egg freezing memerlukan edukasi medis karena IVF tidak menjamin kehamilan; dukungan atlet juga perlu mencakup kebutuhan selama hamil, setelah melahirkan, dan pengasuhan anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Program egg freezing mendapat perhatian di dunia olahraga. Spanyol menjadi salah satu negara yang mengambil langkah baru dengan berencana menanggung biaya egg freezing bagi atlet perempuan dengan kriteria tertentu. 

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu para atlet menyeimbangkan perjalanan karier profesional dengan rencana untuk memiliki keluarga di masa mendatang.

Seiring bertambahnya usia, kualitas dan jumlah sel telur perempuan secara alami akan mengalami penurunan. 

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi peluang seseorang untuk mendapatkan kehamilan.

Karena itu, egg freezing menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan oleh perempuan yang ingin menjaga peluang kesuburan di masa depan.

Berikut Popmama.com siap membahas informasi mengenai Spanyol akan gratiskan program egg freezing bagi para atletnya. 

  1. 1. Apa itu Egg Freezing?

    Apa itu Egg Freezing?
    Freepik/freepik

    Pada awal kemunculannya, egg freezing masih dianggap sebagai prosedur yang bersifat khusus dan eksperimental. Namun, pada 2015, The American Society for Reproductive Medicine (ASRM) menyatakan bahwa prosedur pembekuan sel telur tidak lagi dikategorikan sebagai tindakan eksperimental. 

    Keputusan tersebut kemudian membuka peluang bagi penggunaan egg freezing secara lebih luas dalam praktik medis. Sejak saat itu, egg freezing berkembang menjadi salah satu pilihan teknologi reproduksi yang dinilai aman dan dapat dipertimbangkan oleh perempuan.

    Berdasarkan grafik Google Trends selama lima tahun yang melihat frekuensi pencarian istilah egg freezing di Amerika Serikat, terlihat adanya peningkatan minat secara konsisten. 

    Dari yang sebelumnya berada pada tingkat pencarian relatif rendah, minat terhadap topik ini terus bertumbuh hingga mencapai sekitar dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, seperti dikutip dari Cofertility.

    Peningkatan pencarian tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar dan ingin mengetahui lebih banyak mengenai prosedur pembekuan sel telur. Egg freezing yang sebelumnya dianggap sebagai topik khusus kini mulai menjadi pilihan yang lebih banyak dibicarakan dan dipertimbangkan.

  2. 2. Spanyol berencana menanggung biaya egg freezing untuk atlet perempuan

    Spanyol berencana menanggung biaya egg freezing untuk atlet perempuan
    Freepik/atlascompany

    Tren egg freezing juga mulai mendapatkan perhatian dalam dunia olahraga di Spanyol. The Royal Spanish Football Federation (RFEF) menjadi salah satu federasi yang mengambil langkah untuk mendukung kehidupan personal para atlet perempuan di luar aktivitas profesional mereka.

    RFEF menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan egg freezing bagi pemain internasional yang telah mendapatkan panggilan untuk memperkuat tim nasional setidaknya sebanyak dua kali. 

    Kebijakan tersebut menjadi bentuk dukungan federasi agar para atlet perempuan memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan perjalanan karier sekaligus kehidupan personal mereka.

  3. 3. Egg freezing dianggap dapat membantu atlet menghadapi tuntutan karier

    Egg freezing dianggap dapat membantu atlet menghadapi tuntutan karier
    Pexels/Annushka Ahuja

    Bagi atlet perempuan, masa ketika kemampuan untuk mencapai performa terbaik dalam olahraga dapat beririsan dengan periode ketika kesuburan perempuan juga mengalami perubahan. 

    Kondisi tersebut membuat sebagian atlet menghadapi dilema ketika ingin menentukan prioritas antara mempertahankan karier dan merencanakan keluarga. Kebijakan RFEF ini bukanlah satu-satunya program yang memberikan dukungan terhadap pelestarian kesuburan atlet perempuan. 

    Beberapa tim dan federasi olahraga lain juga telah memperkenalkan kebijakan serupa, termasuk National Women's Soccer League, tim sepak bola perempuan Chelsea FC, WNBA, serta Women's Tennis Association.

    Program pelestarian kesuburan seperti egg freezing umumnya dipandang sebagai upaya untuk memberikan perempuan di dunia olahraga lebih banyak kebebasan dalam menentukan kapan mereka ingin menjadi seorang mama

    Dengan adanya pilihan tersebut, atlet dapat memiliki alternatif apabila mereka belum ingin menjalani kehamilan selama masih aktif berkompetisi.

  4. 4. Egg freezing tetap memiliki pertimbangan medis dan etis

    Egg freezing tetap memiliki pertimbangan medis dan etis
    Pexels/Pavel Danilyuk

    Keputusan untuk menjalani egg freezing tidak seharusnya dilakukan tanpa mendapatkan edukasi dan informasi medis yang memadai. Para ahli menilai edukasi bagi atlet perempuan menjadi hal penting, termasuk mengenai proses pengambilan sel telur yang melibatkan penggunaan obat-obatan hormon serta prosedur medis.

    Atlet juga perlu memahami bahwa teknologi reproduksi berbantu seperti IVF bukanlah jaminan pasti untuk mendapatkan kehamilan. 

    Berdasarkan siaran pers Canadian Fertility and Andrology Society (CFAS) pada September 2025 yang membahas temuan terbaru dari Canadian Assisted Reproductive Technologies Register, tingkat kelahiran hidup bagi mereka yang menjalani setidaknya satu kali transfer embrio dalam satu tahun dapat berada di kisaran 38 hingga 50 persen.

    CFAS menjelaskan bahwa tingkat keberhasilan tersebut dapat berbeda berdasarkan usia. Peluang keberhasilan juga cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, data CFAS menunjukkan bahwa jumlah prosedur pembekuan sel telur secara elektif meningkat lebih dari dua kali lipat antara 2019 dan 2024.

    "Tidak ada jaminan bahwa ketika seseorang mencairkan atau mencairkan telur-telur itu, mengubahnya menjadi embrio, telur tersebut benar-benar akan berhasil dan menghasilkan kelahiran hidup yang sukses," kata Dr. Lamia Zafrani, seorang atlet ginekolog di London.

    Selain pertimbangan medis, terdapat pula aspek etis yang perlu diperhatikan ketika sebuah organisasi menawarkan fasilitas egg freezing kepada atlet perempuan.

    "Ini selalu menimbulkan pertanyaan apakah dengan menawarkan pembekuan sel telur dan pelestarian kesuburan, pesan dasarnya adalah kalian mengatakan kepada pemain bahwa sebaiknya 'jangan hamil saat bekerja untuk kami," kata Zafrani.

    Oleh karena itu, dukungan terhadap atlet perempuan seharusnya tidak hanya berupa fasilitas untuk membekukan sel telur. Atlet yang sedang hamil maupun berada dalam masa setelah melahirkan juga perlu mendapatkan dukungan yang memadai.

    Dukungan tersebut dapat mencakup lebih banyak pilihan penitipan anak, program latihan fisik yang disesuaikan dengan kebutuhan mama, fasilitas untuk menyusui, serta lingkungan yang menerima kehadiran anak-anak ketika atlet menghadiri pertandingan, acara olahraga, maupun kamp pelatihan.

    Demikian informasi mengenai Spanyol akan gratiskan program egg freezing bagi para atletnya. Bagaimana menurut pendapat Mama?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More