- Pisang
- Dada ayam
- Ikan tuna
- Ikan salmon
- Kentang
- Alpukat
- Kacang-kacangan
7 Suplemen dan Vitamin yang Bisa Mengatur Hormon Perempuan

Vitamin B6, D, E, magnesium, zinc, vitamin C, dan omega-3 disebut mendukung fungsi hormon perempuan, termasuk siklus menstruasi, reproduksi, metabolisme, dan pengelolaan gejala PMS.
Omega-3 dikaitkan dengan pengurangan peradangan dan nyeri haid, sementara vitamin D mendukung fungsi ovarium serta keteraturan siklus menstruasi.
Nutrisi tersebut dapat diperoleh dari makanan seperti ikan, buah, sayur, kacang, telur, dan produk susu; penggunaan suplemen perlu disesuaikan kebutuhan serta dikonsultasikan kepada dokter.
Take a Deeper Reads

Hormon memiliki peran penting dalam berbagai fungsi tubuh perempuan, mulai dari mengatur siklus menstruasi, suasana hati, metabolisme, hingga kesehatan reproduksi.
Ketika kadar hormon mengalami perubahan atau ketidakseimbangan, beberapa perempuan dapat mengalami keluhan seperti menstruasi tidak teratur, nyeri haid, perubahan suasana hati, hingga gejala PMS.
Selain menerapkan pola hidup sehat, asupan vitamin dan mineral tertentu juga dibutuhkan untuk mendukung fungsi hormon.
Berikut Popmama.com siap membahas informasi mengenai suplemen dan vitamin yang bisa mengatur hormon perempuan.
Table of Content
1. Vitamin B6 membantu meredakan gejala PMS

Pexels/Polina Tankilevitch Vitamin B6 atau piridoksin merupakan salah satu vitamin yang berperan dalam berbagai proses metabolisme di dalam tubuh, termasuk yang berkaitan dengan hormon estrogen dan progesteron.
Asupan vitamin B6 yang cukup juga dapat membantu tubuh menghadapi perubahan hormonal yang terjadi menjelang menstruasi.
Vitamin ini juga sering dikaitkan dengan pengelolaan gejala sindrom pramenstruasi (PMS), seperti perubahan suasana hati.
Meski begitu, konsumsi vitamin B6 dalam jumlah tinggi melalui suplemen tidak dianjurkan tanpa pengawasan dokter karena dapat menimbulkan efek samping.
Contoh makanan yang mengandung vitamin B6:
2. Vitamin D berperan dalam regulasi hormon

Pexels/Anna Shvets Vitamin D tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan tulang, tetapi juga memiliki fungsi penting dalam berbagai proses tubuh.
Vitamin ini bekerja menyerupai hormon dan berperan dalam mengatur sejumlah fungsi metabolisme, termasuk yang berkaitan dengan estrogen, progesteron, dan insulin.
Kadar vitamin D yang cukup juga penting untuk mendukung kesehatan reproduksi. Beberapa penelitian mengaitkan vitamin D dengan fungsi ovarium dan keteraturan siklus menstruasi.
Contoh makanan yang mengandung vitamin D:
- Ikan salmon
- Ikan sarden
- Kuning telur
- Hati sapi
3. Omega-3 membantu mengurangi peradangan dan nyeri haid

Unsplash/Kristīne Kozaka Omega-3, terutama yang berasal dari minyak ikan, merupakan jenis lemak sehat yang memiliki sifat antiinflamasi. Kandungan ini dapat membantu mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk ketika perempuan mengalami keluhan yang berkaitan dengan menstruasi.
Asupan omega-3 juga dikaitkan dengan pengelolaan nyeri menstruasi pada sebagian perempuan. Nutrisi ini dapat diperoleh dari makanan sehari-hari maupun suplemen minyak ikan.
Contoh makanan yang kaya omega-3:
- Ikan salmon
- Ikan sarden
- Ikan kembung
- Ikan tuna
- Ikan teri
- Chia seed
- Flaxseed atau biji rami
- Kacang kenari
4. Vitamin E mendukung keseimbangan estrogen dan progesteron

Pexels/Aknarin Thika Vitamin E merupakan antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Nutrisi ini juga memiliki peran dalam mendukung fungsi reproduksi dan kesehatan tubuh perempuan.
Asupan vitamin E yang cukup dapat membantu mendukung keseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Vitamin ini juga kerap dikaitkan dengan pengurangan keluhan menstruasi, termasuk nyeri haid pada sebagian perempuan. Namun, efeknya dapat berbeda pada setiap orang.
Contoh makanan yang mengandung vitamin E:
- Kacang almond
- Biji bunga matahari
- Alpukat
- Bayam
- Brokoli
- Kacang tanah
- Minyak zaitun
5. Magnesium membantu mendukung fungsi hormon dan metabolisme

Pexels/Odin Mcraig Magnesium merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Salah satunya berkaitan dengan kerja sistem saraf, metabolisme energi, fungsi otot, serta berbagai reaksi enzim yang terjadi di dalam tubuh.
Asupan magnesium yang cukup juga dapat membantu tubuh menghadapi stres dan mendukung sensitivitas insulin. Mineral ini turut berperan dalam fungsi hormon, termasuk hormon yang berkaitan dengan kelenjar tiroid.
Namun, magnesium bukan berarti dapat secara langsung menurunkan hormon tertentu tanpa mengetahui penyebab ketidakseimbangannya.
Contoh makanan yang mengandung magnesium:
- Bayam
- Kacang almond
- Kacang mete
- Alpukat
- Pisang
- Biji labu
- Cokelat hitam
- Kacang-kacangan
6. Zinc membantu produksi hormon reproduksi

Magnific/yanalya Zinc atau seng merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, tetapi memiliki banyak fungsi penting.
Pada perempuan, zinc turut mendukung fungsi sistem reproduksi dan terlibat dalam berbagai proses yang berkaitan dengan produksi hormon.
Kecukupan zinc juga dapat membantu mendukung fungsi ovarium serta kesehatan reproduksi secara umum.
Meski demikian, mengonsumsi zinc dalam jumlah berlebihan bukan berarti akan membuat hormon menjadi lebih seimbang. Tubuh tetap membutuhkan zinc dalam jumlah yang sesuai.
Contoh makanan yang mengandung zinc:
- Daging sapi
- Daging ayam
- Telur
- Kerang
- Udang
- Susu
- Keju
- Kacang-kacangan
- Biji labu
7. Vitamin C membantu mendukung fungsi ovarium

Unsplash/Madara Vitamin C dikenal sebagai salah satu antioksidan yang membantu menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, vitamin C juga dibutuhkan dalam berbagai proses biologis dan dapat membantu mendukung fungsi tubuh yang berkaitan dengan hormon stres, termasuk kortisol.
Vitamin C juga berperan dalam mendukung fungsi ovarium dan kesehatan reproduksi. Asupan vitamin C yang cukup dapat diperoleh dengan mengonsumsi berbagai jenis buah dan sayuran setiap hari.
Contoh makanan yang kaya vitamin C:
- Jeruk
- Jambu biji
- Stroberi
- Kiwi
- Pepaya
- Mangga
- Paprika
- Brokoli
Itu dia informasi mengenai suplemen dan vitamin yang bisa mengatur hormon perempuan. Jika ingin mengonsumsi suplemen tertentu, pastikan menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, ya.























