Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Tanda Aneh saat Masa Subur, Ada yang Jarang Disadari!
magnific.com/benzoix
  • Masa subur terjadi sekitar ovulasi ketika perubahan hormon meningkatkan peluang kehamilan dan dapat memunculkan tanda fisik maupun perubahan perasaan yang sering tidak disadari.

  • Tanda yang dilaporkan meliputi lendir serviks lebih bening, licin, elastis, serta celana dalam lebih basah; suhu tubuh bangun tidur juga dapat naik 0,3–0,5°C.

  • Sebagian perempuan dapat mengalami nyeri panggul, bercak darah ringan, penciuman lebih tajam, kulit lebih glowing, percaya diri, ketertarikan pada pasangan, dan libido meningkat menjelang ovulasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Masa subur adalah siklus saat menstruasi dan di siklus ini juga peluang kehamilan jadi lebih tinggi. Pada siklus ini, tubuh mengalami perubahan hormon yang menimbulkan tanda-tanda tertentu.

Menariknya, tanda saat masa subur ternyata tidak selalu berkaitan dengan perubahan fisik yang biasa diperhatikan, lho. Ada juga tanda-tanda yang terbilang aneh karena terkadang muncul tanpa disadari.

Dilansir dari konten edukasi dr. Hendra Tandra, Sp.OG (@hendratandra.spog) melalui Instagram Reels-nya, ada beberapa tanda unik yang bisa muncul saat perempuan memasuki masa subur. Nah, apa saja tanda-tandanya?

Berikut sudah Popmama.com jelaskan tentang sepuluh tanda ‘aneh’ yang bisa muncul sebagai tanda subur. Yuk, simak selengkapnya!

1. Celana dalam terasa lebih basah

Magnific.com

Pernah merasa celana dalam lebih basah dari biasanya padahal tidak sedang menstruasi? Ternyata, kondisi ini bisa terjadi karena lendir serviks meningkat saat mendekati ovulasi. Lendir biasanya menjadi lebih bening, licin, dan elastis menyerupai putih telur mentah.

Dilansir dari Cleveland Clinic, lendir serviks yang bening, licin, dan elastis menyerupai putih telur menandakan masa ketika perempuan lebih subur. Tekstur lendir ini yang membantu sperma bergerak menuju sel telur sehingga peluang terjadinya pembuahan menjadi lebih besar.

2. Pasangan tiba-tiba terasa lebih menarik

magnific.com/ArthurHidden

Sebagian penelitian menemukan bahwa perubahan selama siklus ovulasi bisa berkaitan dengan cara perempuan memandang hubungan romantisnya. Contohnya, tiba-tiba ingin lebih dekat dengan pasangan.

Dilansir dari Medical News Today, penelitian terhadap perempuan yang menjalani hubungan jangka panjang menemukan bahwa perasaan dekat dengan pasangan bisa berubah saat memasuki masa subur. Hal ini berkaitan dengan peningkatan gairah seksual menjelang ovulasi.

3. Indra penciuman jadi lebih tajam

Magnific.com/cookie_studio

Ternyata, perubahan hormon selama siklus menstruasi diduga memengaruhi indra penciuman perempuan, lho. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Hormones and Behavior membandingkan 16 perempuan yang menggunakan kontrasepsi oral dan 17 perempuan dengan siklus menstruasi alami. 

Hasilnya, perempuan yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal menunjukkan sensitivitas lebih tinggi terhadap aroma tertentu di sekitar ovulasi. Jadi, tidak perlu heran kalau indra penciuman bisa meningkat saat masa ovulasi.

4. Suhu tubuh sedikit meningkat saat bangun tidur

magnific.com/benzoix

Pernah merasa suhu tubuh sedikit lebih hangat saat bangun tidur?

Ternyata, perubahan tersebut berkaitan dengan hormon progesteron yang meningkat setelah sel telur dilepaskan dari ovarium.

Menurut InVitra, setelah ovulasi, folikel yang telah melepaskan sel telur akan berubah menjadi korpus luteum yang menghasilkan hormon progesteron. Hormon ini memiliki efek meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3–0,5°C.

5. Muncul nyeri tajam sesaat di salah satu sisi panggul

magnific.com/stefamerpik

Cleveland Clinic menjelaskan 40 persen perempuan yang mengalami ovulasi bisa merasakan nyeri di area panggul atau perut di pertengahan siklus, nih. Rasa nyeri ini terkadang juga menjalar sampai punggung bagian bawah.

Nyeri ini bisa menjadi tanda ovulasi atau proses pelepasan sel telur dari ovarium. Ternyata, nyeri tersebut dikenal sebagai mittelschmerz dan bisa berlangsung hingga 48 jam.

6. Wajah terlihat lebih glowing

magnific.com/diana.grytsku

Perubahan hormon selama siklus menstruasi ternyata bisa memengaruhi penampilan kulit wajah, lho. Di waktu tertentu, kulit bisa terlihat lebih segar dan bercahaya, tetapi di waktu lain justru lebih mudah berjerawat atau terasa gatal.

Dilansir dari Samphire Neuro, perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron sepanjang siklus menstruasi inilah yang memengaruhi produksi minyak, kelembapan, dan sensitivitas kulit, sehingga kondisi kulit bisa berubah pada perempuan.

7. Jadi lebih percaya diri

magnific.com/katemangostar

Sudah tahu belum, kalau menjelang ovulasi, sebagian perempuan bisa merasa dirinya lebih menarik dan lebih percaya diri? Perubahan ini menarik untuk diperhatikan, ya, meski tidak semua perempuan mengalaminya.

Jadi, salah satu penelitian di Evolutionary Human Sciences, ada 872 perempuan selama 70 hari yang diteliti dan menemukan bahwa perempuan dengan siklus menstruasi cenderung menilai diri mereka lebih menarik dan memiliki daya tarik seksual yang lebih tinggi saat ovulasi. 

Perubahan ini juga dipengaruhi oleh faktor lain stres, kondisi kulit, dan suasana hati sehari-hari perempuan.

8. Libido naik tiba-tiba selama beberapa hari tiap bulan

Magnific.com

Kondisi ini ada kaitannya dengan perubahan hormon sepanjang siklus menstruasi. Sebagian perempuan gairah seksualnya akan meningkat dan terjadi menjelang ovulasi.

Medical News Today juga menyebutkan tentang hormon estrogen yang berperan dalam meningkatkan pelumasan vagina dan gairah seksual. Perubahan hormon ini bisa membuat sebagian perempuan merasa lebih bergairah saat mendekati masa subur.

9. Muncul sedikit bercak darah di tengah siklus

Magnific.com

Selain saat menstruasi, sebagian perempuan juga bisa mengalami bercak darah ringan di tengah siklus. Kondisi ini dikenal sebagai ovulation spotting.

Dilansir dari Cleveland Clinic, sekitar 8 persen perempuan mengalami bercak darah saat ovulasi. Sementara itu, Clue menyebutkan bahwa perdarahan ovulasi tergolong jarang dan diperkirakan terjadi pada 5 persen atau kurang dari populasi yang mengalami menstruasi.

10. Lendir serviks bisa ditarik memanjang seperti putih telur mentah

Magnific.com

Selain celana dalam terasa lebih basah, perubahan lendir serviks juga bisa menjadi petunjuk masa subur. Biasanya lendir menjadi lebih bening, licin, dan elastis sehingga bisa ditarik memanjang menyerupai putih telur mentah.

Nah, hal ini juga dijelaskan oleh Cleveland Clinic. Lendir ini terjadi karena peningkatan hormon estrogen sebelum ovulasi. Tekstur lendir yang lebih encer dan licin membantu sperma bergerak menuju sel telur untuk proses pembuahan.

Itu dia sepuluh tanda-tanda yang bisa dibilang ‘aneh’ karena ternyata jarang disadari selama masa ovulasi. Mengenali tanda-tanda masa subur tentunya bisa membantu perempuan memahami perubahan tubuh selama siklus menstruasi.

Jadi, apakah sedang merasakan tanda-tanda di atas? Bisa jadi sedang dalam masa ovulasi, lho, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article