7 Komplikasi yang Rentan Terjadi di Kehamilan Trimester Kedua

Beberapa jenis komplikasi ini bisa membahayakan kehamilan, lho

8 Januari 2019

7 Komplikasi Rentan Terjadi Kehamilan Trimester Kedua
Freepik/Yanalya

Saat menjalani kehamilan, tentu setiap orang tua menginginkan semua yang terbaik. Termasuk ingin kehamilan bisa berjalan baik-baik saja sampai nanti waktunya melahirkan.

Namun beberapa kondisi medis tertentu seringkali bisa menimbulkan masalah, bahkan komplikasi sebelum waktunya melahirkan. Misalnya di trimester kedua, ada risiko komplikasi yang bisa memicu risiko persalinan prematur.

Oleh sebab itu, selama hamil Mama perlu ekstra berhati-hati, ya. Perhatikan aktivitas, lingkungan, serta pola makan Mama.

Libatkan Papa dan juga anggota keluarga lainnya demi mewujudkan kehamilan yang sehat.

Nah, apa saja jenis-jenis komplikasi yang rentan dialami oleh Mama di trimester kedua, berikut Popmama.com bagikan ulasannya:

1. Pendarahan

1. Pendarahan
Pexels/Freestocks.org

Meskipun sebenarnya risiko keguguran di trimester kedua bisa dibilang lebih kecil dibandingkan trimester pertama dan ketiga, namun bukan berarti Mama bisa lengah.

Masih ada beberapa risiko dan kemungkinan terjadi keguguran di waktu ini. Salah satu tanda yang perlu Mama perhatikan adalah adanya pendarahan vagina. Ini merupakan tanda pertama kemungkinan terjadinya keguguran.

Pendarahan vagina di trimester kedua biasanya terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adanya masalah pada dinding rahim dan leher rahim. Bisa juga karena ada penyakit autoimun seperti lupus atau scleroderma.

Segera konsultasikan dengan bidan atau dokter jika Mama menemukan adanya masalah seperti pendarahan ya, Ma.

2. Persalinan prematur

2. Persalinan prematur
Pixabay/Travisdmchenry

Persalinan dikatakan prematur saat terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 38 minggu. Ada berbagai alasan yang bisa memicu terjadi persalinan prematur seperti infeksi kandung kemih.

Beberapa jenis masalah kesehatan kronis seperti diabetes atau penyakit ginjal juga bisa memicu terjadinya persalinan prematur.

Salah satu kebiasaan buruk yang disebut bisa memicu terjadinya persalinan adalah merokok. Jadi, hentikan kebiasaan ini. Selain merokok aktif, menjadi perokok pasif alias sering menghirup asapnya juga berbahaya.

Apabila pada persalinan sebelumnya Mama mengalami persalinan prematur, kemungkinan hal ini terjadi kembali pada kehamilan berikutnya menjadi lebih besar, Ma.

Perhatikan tanda-tanda seperti adanya pengencangan perut, sering buang air kecil, atau adanya keputihan. Ada kemungkinan terjadi masalah pada kesehatan kehamilan Mama.

3. Pecah ketuban dini

3. Pecah ketuban dini
Pexels/Pixabay

Salah satu permasalahan yang rentan dialami oleh ibu hamil adalah terjadinya pecah ketuban dini. Ini merupakan kondisi di mana selaput ketuban pecah sebelum waktunya.

Ketuban sendiri merupakan sebuah selaput bening yang menyelimuti dan melindungi janin selama berada di dalam kandungan. Ia menjaga janin tetap aman sampai nanti waktunya persalinan tiba.

Ketika ketuban justru pecah terlebih dahulu sebelum waktunya, kondisi ini bisa berbahaya jika tidak segera diatasi. Sebab ini berarti perlindungan terhadap janin menjadi berkurang.

Akibatnya, janin pun jadi lebih rentan mengalami infeksi dan terserang virus serta bakteri. Jadi, jangan tunda untuk segera cek ke dokter, Ma.

Editors' Picks

4. Preeklampsia

4. Preeklampsia
Freepik/Bearfotos

Tekanan darah tinggi, peningkatan protein dalam urine atau adanya bengkak berlebihan pada beberapa bagian tubuh merupakan pemicu potensial dari preeklampsia. Kondisi ini memengaruhi setiap sistem dalam tubuh termasuk plasenta.

Padahal selama kehamilan, plasenta memili tanggungjawab penting untuk membawa darah dan nutrisi ke janin.

Biasanya preeklampsia ditemukan terjadi pada trimester ketiga, tetapi kondisi ini juga bisa terjadi di trimester kedua. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah saat terjadi gangguan penglihatan atau mungkin ada bintik-bintik dalam penglihatan.

Kondisi ini juga bisa disertai dengan adanya nyeri tak tertahankan di perut atau di sisi kanan tubuh Mama.

5. Masalah pernapasan

5. Masalah pernapasan
Freepik

Masalah pernapasan selama trimester kedua kehamilan terjadi karena di dalam kandungan janin yang bertumbuh pesat sedang berusaha mendorong dirinya ke paru-paru.

Efeknya, Mama pun kerap merasa sesak napas. Namun demikian, terjadi masalah pernapasan di trimester kedua juga bisa terjadi karena masalah lain.

Misalnya karena adanya peningkatan aliran darah dan bengkak pada selaput-selaput yang melapisi hidung. Hidung tersumbat dan mendengkur juga bisa menjadi masalah yang bisa dialami pada trimester kedua.

6. Diabetes gestasional

6. Diabetes gestasional
Pixabay/Silviarita

Saat kehamilan semakin bertumbuh, kebutuhan janin untuk mendapatkan lebih banyak nutrisi juga akan meningkat. Demikian juga dengan kadar gula darah Mama.

Peningkatan sementara dalam kadar gula darah selama kehamilan ini dikenal sebagai diabetes gestasional. Jangan anggap remeh, hal ini dapat meningkatkan risiko persalinan yang lebih sulit, lho.

Nah, untuk menjaga kadar gula darah tetap terkontrol, cobalah untuk menjaga pola makan tetap sehat dan bergizi seimbang, rutin olahraga, serta minum suplemen atau obat yang diresepkan oleh dokter.

7. Gusi berdarah

7. Gusi berdarah
Pixabay/Muklinika

Sebagian besar ibu hamil mengalami masalah pendarahan gusi selama trimester kedua. Salah satu penyebabnya adalah perubahan hormon dalam tubuh, sehingga ada lebih banyak darah mengalir ke gusi Mama dan memicu terjadinya berdarah.

Lebih berhati-hati saat menyikat gigi, Ma. Jika perlu, ganti sikat gigi dengan yang lebih lembut dan lakukan rutinitas flossing. Penting bagi Mama untuk menjaga kebersihan gigi agar tidak terjadi komplikasi pada trimester kedua kehamilan.

Jadi, segera cek ke dokter jika menemukan ada masalah pada kehamilan Mama, ya.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!