7 Komplikasi yang Bisa Terjadi di Kehamilan Trimester Kedua

Beberapa jenis komplikasi ini bisa membahayakan kehamilan, lho

27 Agustus 2020

7 Komplikasi Bisa Terjadi Kehamilan Trimester Kedua
Freepik/Yanalya

Saat menjalani kehamilan, tentu setiap orangtua menginginkan semua yang terbaik. Termasuk ingin kehamilan bisa berjalan baik-baik saja sampai nanti waktunya melahirkan.

Namun beberapa kondisi medis tertentu seringkali menimbulkan masalah, bahkan komplikasi sebelum waktunya melahirkan. Misalnya di trimester kedua, ada risiko komplikasi yang bisa memicu risiko persalinan prematur.

Oleh sebab itu, selama hamil Mama perlu ekstra berhati-hati, ya. Perhatikan aktivitas, lingkungan, serta pola makan mama.

Libatkan Papa dan juga anggota keluarga lainnya demi mewujudkan kehamilan yang sehat.

Nah, apa saja jenis-jenis komplikasi yang rentan dialami oleh Mama di trimester kedua, berikut Popmama.com bagikan ulasannya:

1. Perdarahan

1. Perdarahan
Pexels/Freestocks.org

Meskipun sebenarnya risiko keguguran di trimester kedua bisa dibilang lebih kecil dibandingkan trimester pertama dan ketiga, namun bukan berarti Mama boleh lengah.

Masih ada beberapa risiko dan kemungkinan terjadi keguguran di trimester ini. Salah satu tanda yang perlu Mama perhatikan adalah adanya perdarahan vagina. Ini merupakan tanda pertama kemungkinan terjadinya keguguran.

Perdarahan vagina di trimester kedua biasanya terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adanya masalah pada dinding rahim dan leher rahim. Bisa juga karena ada penyakit autoimun seperti lupus atau scleroderma.

Segera konsultasikan dengan bidan atau dokter jika Mama menemukan adanya masalah seperti perdarahan ya, Ma.

2. Persalinan prematur

2. Persalinan prematur
Pixabay/Travisdmchenry

Persalinan dikatakan prematur bila terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Ada berbagai alasan yang bisa memicu terjadinya persalinan prematur, salah satunya adalah infeksi kandung kemih.

Beberapa jenis masalah kesehatan kronis seperti diabetes atau penyakit ginjal juga bisa memicu terjadinya persalinan prematur.

Salah satu kebiasaan buruk yang disebut bisa memicu terjadinya persalinan prematur adalah merokok. Jadi, hentikan kebiasaan ini. Selain merokok aktif, menjadi perokok pasif alias sering menghirup asapnya juga berbahaya bagi kehamilan.

Apabila pada persalinan sebelumnya Mama mengalami persalinan prematur, kemungkinan hal ini terjadi kembali pada kehamilan berikutnya menjadi lebih besar, Ma.

Perhatikan tanda-tanda seperti perut yang terasa sangat kencang, sering buang air kecil, atau adanya keputihan. Segera konsultasikan ke dokter bila Mama mengalami hal tersebut.

Editors' Picks

3. Pecah ketuban dini

3. Pecah ketuban dini
Pexels/Pixabay

Salah satu permasalahan yang rentan dialami oleh ibu hamil adalah terjadinya pecah ketuban dini. Ini merupakan kondisi di mana selaput ketuban pecah sebelum waktunya.

Ketuban sendiri merupakan selaput bening yang menyelimuti dan melindungi janin selama berada di dalam kandungan. Ia menjaga janin tetap aman sampai nanti waktunya persalinan tiba.

Ketika ketuban pecah terlebih dahulu sebelum waktunya, kondisi ini bisa berbahaya jika tidak segera diatasi. Sebab ini berarti perlindungan terhadap janin menjadi berkurang.

Akibatnya, janin pun jadi lebih rentan mengalami infeksi dan terserang virus serta bakteri. Jadi, jangan tunda untuk segera cek ke dokter ya, Ma.

4. Preeklampsia

4. Preeklampsia
Freepik/Bearfotos

Tekanan darah tinggi, peningkatan protein dalam urin, atau adanya bengkak berlebihan pada beberapa bagian tubuh, merupakan pemicu potensial dari preeklampsia. Kondisi ini memengaruhi setiap sistem dalam tubuh termasuk plasenta.

Padahal selama kehamilan, plasenta memiliki tanggung jawab penting untuk membawa darah dan nutrisi ke janin.

Preeklampsia umumnya ditemukan pada kehamilan trimester ketiga, tetapi kondisi ini juga bisa terjadi di trimester kedua. Tekanan darah tinggi menjadi salah satu pertanda terjadinya preeklampsia.

Kondisi ini juga bisa disertai dengan adanya nyeri tak tertahankan di perut atau di sisi kanan tubuh Mama.

5. Masalah pernapasan

5. Masalah pernapasan
Freepik

Masalah pernapasan selama trimester kedua kehamilan terjadi karena rahim yang semakin besar, menyebabkan dorongan pada paru-paru.

Efeknya, Mama pun kerap merasa sesak napas. Namun demikian, terjadi masalah pernapasan di trimester kedua juga bisa terjadi karena masalah lain. Misalnya karena adanya peningkatan aliran darah dan bengkak pada selaput-selaput yang melapisi hidung. Hidung tersumbat dan mendengkur juga bisa menjadi masalah yang bisa dialami pada trimester kedua.

6. Diabetes gestasional

6. Diabetes gestasional
Pixabay/Silviarita

Diabetes gestasional terjadi saat kadar gula dalam darah meningkat selama masa kehamilan. Diabetes gestasional bahkan bisa terjadi meski Mama tidak memiliki riwayat diabetes sebelumnya.

Jangan anggap remeh, hal ini dapat meningkatkan risiko persalinan yang lebih sulit, lho.

Nah, untuk menjaga kadar gula darah tetap terkontrol, cobalah untuk menjaga pola makan tetap sehat dan bergizi seimbang, rutin olahraga, serta minum suplemen atau obat yang diresepkan oleh dokter.

7. Gusi berdarah

7. Gusi berdarah
Pixabay/Muklinika

Sebagian besar ibu hamil mengalami masalah perdarahan gusi selama trimester kedua. Salah satu penyebabnya adalah perubahan hormon dalam tubuh, sehingga ada lebih banyak darah mengalir ke gusi mama dan memicu terjadinya berdarah.

Lebih berhati-hati saat menyikat gigi, Ma. Jika perlu, ganti sikat gigi dengan yang lebih lembut dan lakukan rutinitas flossing. Penting bagi Mama untuk menjaga kebersihan gigi agar tidak terjadi masalah pada trimester kedua kehamilan.

Pastikan Mama selalu waspada terhadap setiap risiko komplikasi di kehamilan trimester kedua. Segera cek ke dokter jika menemukan ada masalah pada kehamilan mama, ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.