Aturan Berpuasa untuk Ibu Hamil dan Efeknya Bagi Bayi

Perhatikan ini sebelum memutuskan untuk berpuasa ya, Ma

17 Mei 2018

Aturan Berpuasa Ibu Hamil Efek Bagi Bayi
Pixabay/1041483

Setiap umat muslim pasti ingin menyempurnakan ibadah puasanya di bulan Ramadan, tak terkecuali bagi Mama yang saat ini sedang hamil. Memasuki bulan puasa biasanya menjadi dilemma tersendiri buat para ibu hamil, apakah mereka mampu berpuasa atau tidak.

Sebenarnya, di dalam hukum Islam tidak mewajibkan perempuan hamil untuk berpuasa. Mama yang mampu dipersilakan berpuasa. Sedangkan jika puasa dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan ibu dan bayi, Mama diperbolehkan untuk mengganti puasa di hari lain dan melakukan pembayaran fidyah sebagai kompensasinya.

Puasa sendiri sebenarnya boleh dijalankan oleh perempuan yang sedang hamil. Hanya saja, banyak kondisi yang perlu  Mama perhatikan terlebih dahulu.

Efek Bagi Bayi Jika Mama Berpuasa Saat Hamil

Efek Bagi Bayi Jika Mama Berpuasa Saat Hamil
Freepik/yanalya

Berbagai studi yang telah mempelajari masalah ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang berpuasa ternyata tidak memiliki efek yang signifikan terhadap bayi yang dilahirkannya. Meski ditemukan dalam beberapa kasus, berat badan lahir bayi yang ibunya berpuasa sedikit lebih rendah dari bayi yang ibunya tidak berpuasa, terutama jika puasa dilakukan di trimester pertama. Tetapi, perbedaan berat lahirnya hanya sedikit dan tidak terlalu signifikan.

Penelitian lain juga menyebutkan, bayi yang lahir dari ibu yang berpuasa, baik dalam kehamilan atau pada saat pembuahan juga disebut mungkin akan tumbuh menjadi sedikit lebih pendek dari ibu yang tidak menjalankan puasa. Tetapi sekali lagi, perbedaan ini sangat kecil.

Namun, dampak dan efek tersebut hanya ditemukan bagi ibu hamil yang berpuasa dalam kondisi fisik yang sehat dan kehamilannya aman. Selain itu, ibu hamil juga tetap harus menjaga asupan gizi yang tinggi dan minum lebih banyak cairan selama berbuka hingga sahur untuk menghindari dehidrasi.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berpuasa?

1. Kehamilan harus sehat dan aman

1. Kehamilan harus sehat aman
freepik

Selain kondisi fisik Mama, pastikan juga kondisi janin yang ada di dalam kandungan juga aman, kuat, dan sehat tanpa masalah kehamilan apa pun. Kehamilan Mama harus berjalan dengan baik. Sebelum memutuskan untuk berpuasa, usia kehamilan juga perlu diperhatikan. Banyak ahli yang menyarankan bahwa usia kehamilan yang dianggap paling aman untuk berpuasa adalah di atas usia 12 minggu hingga seterusnya.

Bila perlu, konsultasikan pada bidan atau dokter yang menangani, apakah ada kemungkinan komplikasi yang membuat Mama lebih berisiko jika berpuasa, seperti diabetes (diabetes gestasional) dan anemia. Mama mungkin perlu lebih sering melakukan pemeriksaan selama puasa untuk memantau kadar gula darah. Puasa dianggap tidak aman jika Mama menderita diabetes saat hamil.

Editors' Picks

2. Menjaga asupan selama berpuasa

2. Menjaga asupan selama berpuasa
Pixabay/GregReese

Jika ingin berpuasa, Mama juga tidak boleh meninggalkan sahur. Asupan makanan bergizi dan minuman pun harus tercukupi. Mama tidak boleh mengalami penurunan berat badan dan harus tetap penuhi gizi seimbang. Mama bisa menanyakan pada dokter tentang asupan apa saja yang harus dipenuhi selama berpuasa.

Bayi tetap membutuhkan nutrisi dari Mama, dan jika tubuh memiliki persediaan energi yang cukup, puasa cenderung aman dan lebih minim dampak bagi bayi.

Jika terbiasa mengonsumsi minuman berkafein, seperti kopi dan teh, kurangi sebelum Mama berpuasa untuk mencegah sakit kepala. Ingat bahwa coklat dan teh hijau juga mengandung kafein.

3. Pertimbangkan dan berkonsultasi

3. Pertimbangkan berkonsultasi
Freepik/pressfoto

Hanya Mama yang bisa menilai seberapa sehat kondisi fisik yang dirasakan, dan keputusan yang tepat untuk diri sendiri. Bicarakan dengan keluarga, bidan atau dokter, untuk membantu mempertimbangkan pilihan ini.

Jika Mama ragu tentang kesehatan Mama atau bayi, konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan terlebih dahulu untuk mendapatkan pemeriksaan fisik yang lebih lengkap sebelum memutuskan berpuasa.

Hubungi Dokter Segera Jika Mengalami Gejala Ini Selama Berpuasa!

Hubungi Dokter Segera Jika Mengalami Gejala Ini Selama Berpuasa
Freepik/pressfoto

Kondisi Mama selama hamil bisa saja berubah-ubah, apalagi jika Mama menjalani puasa. Sebaiknya, lebih peka jika Mama mengalami gejala-gejala yang mengganjal karena bisa saja membahayakan bayi Mama. Hubungi dokter jika Mama mengalami:

  • Mama mengalami penurunan berat badan. Cobalah untuk memantau berat badan Mama secara rutin di rumah saat sedang berpuasa.
  • Mama merasa sangat haus tidak tertahankan, atau jika mengalami tanda dehidrasi lainnya. Dehidrasi bisa membuat Mama lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK) atau komplikasi lain. Sebaiknya batalkan puasa jika mengalami ini.
  • Menderita sakit kepala, demam, atau nyeri lainnya.
  • Mual atau muntah.
  • Ada perubahan dalam pergerakan bayi, seperti jika bayi tidak atau lebih jarang bergerak dan menendang terlalu banyak.
  • Merasakan nyeri seperti kontraksi. Ini bisa menjadi tanda persalinan prematur.
  • Merasa pusing, lemas, lemah, bingung atau lelah, bahkan sekalipun Mama beristirahat. Berbukalah segera dan minum air yang mengandung garam dan gula, dan hubungi dokter.

Itulah aturan dan tips yang perlu Mama perhatikan sebelum memutuskan untuk berpuasa saat hamil. Yang terpenting, tetap jaga asupan gizi dan cukupi kebutuhan cairan, serta lebih peka terhadap kondisi fisik Mama selama berpuasa. Semoga ibadah puasa Mama lancar!

Topic: