Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Environmental Science and Pollution Research meneliti efek MSG menggunakan subjek tikus hamil dengan takaran MSG 3-6 g/kg.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penyedap rasa atau MSG memiliki dampak negatif pada pertumbuhan janin, termasuk perkembangan tulang dan perubahan di jaringan hati dan ginjal sang ibu hamil dan janin.
Bahaya terlalu banyak konsumsi makanan dengan penyedap rasa saat hamil juga ditunjukkan melalui sebuah studi yang dipublikasikan oleh Food and Chemical Toxicology. Mereka menguji efek MSG pada subjek tikus dan terbukti menimbulkan autisme pada subjek tersebut.
Mereka pun menyarankan para ibu hamil untuk tidak mengonsumsi MSG selama kehamilan.
Secara umum, penyedap rasa telah digunakan sejak lama oleh banyak orang untuk menambahkan cita rasa pada makanan mereka. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengkategorikan penyedap rasa atau monosodium glutamat (MSG) sebagai bahan masakan yang aman untuk dikonsumsi.
Melansir Healthline, mengonsumsi penyedap rasa selama kehamilan masih cukup aman jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. World Health Organization (WHO) menetapkan takaran MSG yang dapat dikonsumsi per hari adalah 0-120 mg/kgBB. Untuk ibu hamil, sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari takaran tersebut.
Namun, jika Mama merasa sakit kepala, pusing, atau mual setelah mengonsumsi makanan yang mengandung penyedap rasa dalam jumlah yang cukup tinggi sebaiknya segera berhenti.
Selain itu, penyedap rasa juga mengandung sodium dan Mama harus membatasi asupan garam agar tidak menyebabkan sembelit, dehidrasi, hingga hipertensi terutama jika Mama memiliki riwayat penyakit hipertensi.