Serviks Pendek pada Ibu Hamil: Indikasi, Penyebab, dan Penanganannya

Serviks merupakan bagian leher rahim yang terhubung langsung dengan vagina

19 Juni 2022

Serviks Pendek Ibu Hamil Indikasi, Penyebab, Penanganannya
Pexels/Garon Piceli

Serviks merupakan bagian leher rahim (uterus) yang terhubung langsung dengan vagina dan berfungsi memproduksi mukus (lendir). Mukus ini membantu penyaluran sperma dari vagina ke rahim saat hubungan intim. 

Ukuran serviks memang akan perlahan memendek selama masa kehamilan. Namun pada beberapa kasus, ibu hamil memiliki serviks yang lebih pendek. Hal inilah yang dapat menyebabkan risiko lebih selama kehamilan. 

Namun, jangan cemas Ma. Meski memiliki segala risikonya sendiri, tentunya hal ini bisa diringankan dengan usaha penanganan yang tepat.

Untuk itu, kali ini Popmama.com telah merangkum informasi tentang serviks pendek pada ibu hamil, indikasi, penyebab, dan penanganannya. Disimak selengkapnya, yuk!

Mengenal Serviks Pendek pada Ibu Hamil

Mengenal Serviks Pendek Ibu Hamil
Pixabay

Seperti namanya, dengan memiliki serviks pendek berarti ukuran serviks mama lebih kecil dari perempuan pada umumnya. 

Dilansir dari What to Expect, saat sebelum dan selama masa kehamilan, ukuran serviks normalnya berkisar antara 30 hingga 50 milimeter. 

Selama masa kehamilan, serviks memang memendek dan melunak untuk mempersiapkan persalinan.

Namun pada beberapa kasus, seorang ibu hamil hanya memiliki serviks berukuran 25 milimeter saja, dan tentunya tidak bisa bertumbuh lebih panjang lagi. 

Dengan serviks yang pendek, seorang ibu hamil cenderung lebih berisiko untuk mengalami pembukaan atau pelebaran serviks yang lebih awal dari waktunya.

Menurut Medical News Today, kondisi ini disebut penipisan serviks (premature cervical effacement) yang dapat meningkatkan risiko persalinan prematur hingga 6x lipat, serta keguguran. 

Sementara persalinan prematur sendiri merupakan faktor penyebab adanya risiko bayi lahir mati, berat badan bayi rendah, pendarahan di otak bayi, dan cacat fisik janga panjang. 

Editors' Picks

Indikasi Serviks Pendek pada Ibu Hamil

Indikasi Serviks Pendek Ibu Hamil
Pixabay

Meski biasanya tanpa ada gejala atau indikasi khusus, beberapa ibu hamil dengan serviks pendek mengalami indikasi ringan yang biasanya muncul di minggu ke-14 hingga 20 kehamilan. Berikut indikasinya:

  • Sakit punggung
  • Tekanan panggul
  • Kram perut
  • Perubahan warna, volume dan konsistensi keputihan
  • Bercak ringan
  • Kontraksi mirip dengan kontraksi palsu yang kerap muncul di trimester kedua

Namun, indikasi di atas tak dapat dijadikan acuan khusus karena secara akurat serviks pendek hanya bisa terdeteksi melalui pengukuran panjang serviks oleh dokter dengan USG transvaginal.

Jenis USG ini bekerja dengan menyisipkan transduser ke dalam vagina ibu hamil untuk mendapatkan gambaran serviks yang lebih jelas.

Oleh karena itu, Society for Maternal Fetal Medicine merekomendasikan skrining ukuran serviks secara rutin bagi ibu hamil, terutama yang memiliki riwayat persalinan prematur sebelumnya. 

Penyebab Serviks Pendek pada Ibu Hamil

Penyebab Serviks Pendek Ibu Hamil
Pixabay

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko serviks pendek dan penipisan serviks adalah sebagai berikut:

  • Malformasi rahim, misalnya pada rahim yang bentuknya terbelah karena pernah dioperasi atau terjadi cedera pada rahim maupun leher rahim saat persalinan sebelumnya. 
  • Trauma pada serviks yang diakibatkan keguguran atau aborsi pada kehamilan sebelumnya.
  • Merokok (berdasarkan penelitian pada tahun 2016).
  • Peradangan atau infeksi pada serviks atau vagina.
  • Jangka waktu 2 kali kehamilan yang berdekatan.
  • Pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya.  

Penanganan Serviks Pendek pada Ibu Hamil

Penanganan Serviks Pendek Ibu Hamil
Pexels

Secara umum ada 2 pilihan pengobatan atau penanganan pada serviks yang pendek.

Pada beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan untuk melakukan cerclage, atau menjahit leher rahim untuk memperkuatnya sehingga mengurangi risiko keguguran atau kelahiran prematur.

Cerclage dilakukan pada awal kehamilan, yaitu sebelum memasuki minggu ke-23. 

Namun menurut Medical News Today, pilihan ini tidak disarankan oleh para dokter untuk ibu hamil yang mengandung bayi kembar. 

Pilihan lainnya adalah dengan vaginal progesterone, atau progesteron vagina yang diberikan pada ibu hamil dengan suntikan atau suppositoria.

Suppositoria (pemberian obat melalui vagina) direkomendasikan bagi wanita berserviks pendek tanpa riwayat persalinan prematur.  

Berdasarkan riset tahun 2013, progesteron vagina mengurangi risiko kelahiran prematur sebesar 44%. 

Kapan Harus ke Dokter?

Kapan Harus ke Dokter
Pixabay

Kebanyakan ibu hamil tidak mengetahui panjang serviks mereka. Untuk itu, amat disarankan bagi perempuan dengan riwayat persalinan prematur, cedera serviks, maupun keguguran untuk mengecek panjang serviksnya. 

Jika calon Mama merasa cemas dengan adanya risiko kelahiran prematur, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapat diagnosis akurat.

Sementara itu, ibu hamil yang sudah mengecek dan dipastikan memiliki leher rahim pendek harus segera mendapat pertolongan medis apabila:

  • Adanya pendarahan dari vagina
  • Adanya gejala melahirkan seperti kontraksi 
  • Janin berhenti bergerak atau sangat jarang bergerak

Jika tidak memungkinkan untuk menghubungi dokter kandungan, disarankan untuk segera mengunjungi rumah sakit. 

Demikian informasi seputar serviks pendek pendek pada ibu hamil, indikasi, penyebab, dan penanganannya. Untuk para bumil, jangan lupa untuk rutin mengecek ukuran serviks, ya. Semoga penjelasan ini bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk