Mengutip dari laman For Baby Sake, 30% dari semua KDRT dimulai saat kehamilan, meningkat menjadi 40% dalam periode dari kehamilan hingga ulang tahun kedua bayi.
Penting untuk mengetahui bahwa Mama tidak sendirian. KDRT sangat merugikan dan berisiko bagi Mama dan calon bayi. Jadi, jangan ragu untuk mencari bantuan sesegera mungkin.
Setiap orang yang mengalami KDRT akan memiliki cerita dan situasi mereka sendiri, dengan faktor-faktor yang berbeda yang memengaruhi kehidupan keluarga pada saat itu. Ini berarti banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko KDRT selama kehamilan.
Berikut adalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:
- Riwayat perilaku kasar: Jika ada riwayat kekerasan dalam hubungan Mama atau suami pernah melakukan perilaku kasar sebelumnya, ada peningkatan risiko KDRT selama kehamilan.
- Stres yang meningkat: Kehamilan adalah saat yang menyenangkan bagi banyak orang. Namun masa ini juga dapat menyebabkan stres fisik, emosional, dan finansial yang signifikan. Stres dapat memengaruhi kesehatan mental dan emosional, dan meskipun tidak pernah menjadi alasan, dapat memperburuk perilaku kasar.
- Dinamika kontrol: Orang yang melakukan perilaku kasar mungkin merasa terancam oleh perubahan yang akan terjadi akibat kehadiran bayi baru, yang menyebabkan meningkatnya upaya untuk menegaskan kontrol.
- Kecemburuan dan pergeseran perhatian: Orang yang melakukan perilaku kasar mungkin merasa cemburu terhadap perhatian yang diterima bayi yang belum lahir, yang menyebabkan meningkatnya perilaku kasar.
Kehamilan juga merupakan saat yang sangat menyenangkan dan dapat memanfaatkan motivasi untuk berubah dengan dukungan. Sebagian besar orang mungkin ingin menjadi orangtua yang baik tetapi sering kali tidak siap untuk mengatasi perasaan luar biasa yang mereka alami yang berakar pada trauma masa kecil mereka yang belum terselesaikan.
Jadi, berdasarkan beberapa penelitian, KDRT saat hamil bisa meningkatkan risiko bayi lahir mati. Bila Mama mengalami KDRT, jangan ragu untuk meminta bantuan, ya.
Semoga kehamilannya selalu sehat, Ma!