Bolehkah saat Hamil Mama Melakukan Tes Kanker Rahim dan Payudara?

Beberapa jenis tes tidak dianjurkan karena menghasilkan radiasi yang berbahaya untuk janin

20 September 2021

Bolehkah saat Hamil Mama Melakukan Tes Kanker Rahim Payudara
Pexels/MART PRODUCTION

Seorang ibu yang sedang hamil pasti mendambakan anaknya dapat melahirkan dengan lancar dan dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, ibu hamil akan sebisa mungkin menjaga kesehatan diri dan janinnya.

Salah satu upaya untuk melindungi janin adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan baik sebelum hamil maupun di masa kehamilan. Pemeriksaan kesehatan yang umumnya dilakukan pada masa kehamilan misalnya, tes gula darah, skrining penyakit infeksi, tes urine, hingga pemeriksaan genetik. 

Namun, ada beberapa tes yang mungkin jarang dilakukan oleh ibu hamil, misalnya tes kanker rahim dan tes kanker payudara. Mungkin Mama bertanya-tanya, apakah boleh ibu hamil melakukan tes kanker rahim dan kanker payudara? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Popmama.com telah merangkum informasinya untuk Mama. Disimak ya, Ma!

1. Fakta mengenai kanker payudara di masa kehamilan

1. Fakta mengenai kanker payudara masa kehamilan
Pexels/Anna Tarazevich

Pada umumnya, kasus kanker payudara pada ibu hamil tergolong langka. Menurut American Cancer Society, kanker payudara dialami oleh 1 dari 3.000 ibu hamil.

Namun, jika ada kondisi tidak normal pada payudara sebaiknya segera konsultasikan pada dokter. Jika seorang ibu hamil terdeteksi menderita kanker payudara, hal itu bisa disebut sebagai kanker payudara gestasional atau Pregnancy Associated Breast Cancer (PABC).

2. Tes kanker payudara pada ibu hamil

2. Tes kanker payudara ibu hamil
Pixabay/maleni_ferrari

Pemeriksaan kanker payudara di masa kehamilan cenderung lebih sulit dilakukan. Hal ini karena ibu hamil mengalami perubahan hormon, salah satunya adalah payudara membesar. Hal ini menyebabkan dokter kesulitan memeriksa benjolan atau gejala lainnya.

Pemeriksaan kanker payudara dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti mamografi, ultrasound, atau Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Yang menjadi pertimbangan saat ibu hamil melakukan tes kesehatan adalah beberapa prosedur tes terkadang akan menghasilkan radiasi yang dapat membahayakan janin. 

Editors' Picks

3. Jenis-jenis tes kanker payudara

3. Jenis-jenis tes kanker payudara
Pexels/MART PRODUCTION

Ada beberapa jenis tes kanker payudara yang perlu Mama ketahui, di antaranya adalah:

  • Ultrasound

Pemeriksaan payudara ini tidak menggunakan radiasi dan dianggap aman dilakukan pada ibu hamil. Ultrasound biasanya merupakan tes tahap pertama yang dilakukan untuk mengevaluasi perubahan pada payudara, seperti benjolan dan gejala lain.

  • Mamografi

Mamografi masih terhitung aman untuk dilakukan oleh ibu hamil karena jumlah radiasi yang digunakan cenderung kecil. Radiasi juga difokuskan pada payudara sehingga sebagian besar tidak mencapai bagian tubuh lain.

Namun, para ahli belum bisa memastikan tentang efek dari dosis radiasi mamografi apakah akan mempengaruhi janin atau tidak. 

  • MRI

Pemindaian MRI pada umumnya tidak menggunakan radiasi dan dianggap aman dilakukan selama kehamilan. Namun, bahan kontras (pewarna) yang digunakan dalam MRI dapat melewati plasenta dan organ yang menghubungkan ibu dengan janin. Oleh karena itu, banyak dokter yang tidak merekomendasikan MRI dengan pewarna kontras untuk ibu hamil. Pemeriksaan MRI dapat dilakukan tanpa kontras jika diperlukan.

4. Tes kanker rahim di masa kehamilan

4. Tes kanker rahim masa kehamilan
Pexels/MART PRODUCTION

Sama seperti tes kanker payudara, ada beberapa jenis tes kanker rahim yang dapat dilakukan oleh ibu hamil. Pemeriksaan dilakukan dengan tes ultrasound, MRI dan CT scan.

Namun, CT scan biasanya tidak dianjurkan karena menggunakan radiasi yang tinggi sehingga kurang aman untuk janin. Oleh karena itu, tes MRI dan ultrasound lebih umum digunakan karena dianggap jauh lebih aman. 

5. Konseling genetik sebelum dilakukannya tes genetik

5. Konseling genetik sebelum dilakukan tes genetik
Pixabay/Bokskapet

Konseling genetik untuk kanker rahim dan payudara biasanya dilakukan sebelum tes genetik. Konseling genetik sangat penting karena menentukan apakah ibu hamil dan keluarga cukup mungkin untuk mengalami mutasi genetik sehingga layak untuk melakukan tes selanjutnya. 

Biasanya, tes genetik dianjurkan jika ibu hamil memiliki:

  • Keluarga dengan riwayat penyakit kanker rahim dan kanker payudara.

  • Riwayat pribadi kanker payudara dan memenuhi kriteria tertentu (usia, jenis kanker, keturunan, riwayat kesehatan keluarga).

  • Memiliki riwayat kanker ovarium, tuba fallopi, atau kanker peritoneum primer.

  • Memiliki mutasi gen BRCA1 dan BRCA2, atau mutasi bawaan lainnya pada keluarga.

6. Hasil dari konseling genetik

6. Hasil dari konseling genetik
Pexels/MART PRODUCTION

Dilansir dari Centers for Disease (CDC), jika dalam konseling genetik seseorang memiliki riwayat kuat penyakit kanker rahim dan ovarium, bukan berarti ia sudah pasti memiliki mutasi bawaan. Faktanya, sebagian besar wanita yang diidentifikasi memiliki peningkatan risiko mutasi BRCA1 dan BRCA2 berdasarkan riwayat kesehatan keluarga, ternyata tidak memiliki mutasi BRCA1 atau BRCA2.

Begitu juga sebaliknya, tidak semua orang dengan mutasi BRCA1 atau BRCA2 memiliki riwayat kesehatan keluarga mengalami kanker payudara dan kanker ovarium. 

Nah itulah informasi terkait tes kanker payudara dan kanker rahim yang dilakukan saat hamil. Jika Mama memiliki keluhan tertentu yang merujuk pada gejala kanker payudara dan rahim sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Tetap jaga selalu kesehatan karena kesehatan diri dan janin merupakan prioritas yang utama.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.