Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Makanan yang Harus Dihindari dan Dibatasi Ibu Hamil saat Lebaran
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
  • Ibu hamil disarankan membatasi makanan tinggi gula, lemak, dan garam saat Lebaran.

  • Makanan mentah atau setengah matang seperti daging dan sushi perlu dihindari.

  • Hindari konsumsi berlebihan jeroan, makanan cepat saji, serta minuman manis atau bersoda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebaran menjadi momen yang paling dinantikan setelah 30 hari berpuasa. Suasananya penuh kehangatan dan kebersamaan melalui silaturahmi, ditemani beragam hidangan lezat yang tersaji di setiap rumah.

Mulai dari kue-kue manis, makanan bersantan, hingga minuman segar,  membuat siapa saja, termaksud ibu hamil ingin mencicipi hampir seluruh sajian yang ada di meja.

Pada dasarnya, ibu hamil tetap bisa menikmati berbagai sajian khas lebaran, namun Mama perlu lebih bijak dalam memilih dan membatasi asupannya. Pasalnya, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan atau perlu dihindari sementara waktu.

Untuk membantu Mama, berikut Popmama.com telah merangkum makanan yang harus dihindari dan dibatasi ibu hamil saat lebaran. Yuk, simak, Ma!

1. Makanan tinggi gula

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Saat lebaran, aneka kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju memang sulit untuk ditolak. Namun, makanan-makanan ini umumnya mengandung gula dan kalori yang cukup tinggi sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional pada ibu hamil.

Kondisi ini berbahaya karena dapat memengaruhi kesehatan ibu sekaligus janin, seperti meningkatkan risiko kenaikan berat badan berlebih, bayi lahir dengan berat badan besar, hingga komplikasi saat persalinan. Oleh karena itu, ibu hamil tetap boleh mengonsumsinya, tetapi dalam batas wajar, misalnya 1–2 buah per hari.

Sebagai alternatif yang lebih sehat, pilih camilan berbasis buah segar yang kaya serat atau kue buatan sendiri dengan pemanis alami seperti madu atau kurma dalam jumlah terbatas, sehingga kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi tanpa meningkatkan risiko kesehatan.

2. Makanan tinggi lemak

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Makanan khas lebaran seperti ketupat sayur, rendang, opor ayam, dan gulai umumnya kaya akan santan dan lemak jenuh. Jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan tinggi lemak ini dapat memicu gangguan pencernaan, meningkatkan kadar kolesterol, serta berisiko menimbulkan tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Untuk tetap menikmati hidangan favorit, ibu hamil sebaiknya memilih bagian daging tanpa lemak, mengurangi penggunaan santan kental, dan mengonsumsi dalam porsi yang lebih kecil.

Untuk lebih aman, Mama disarankan membuat hidangan sendiri di rumah, dengan begitu, Mama bisa mengontrol tingkat kematangan dan bahan-bahan yang digunakan sehingga tetap sehat bagi ibu dan janin.

3. Makanan asin dan olahan berlebihan

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Makanan asin dan olahan seperti kerupuk, camilan gurih, dan makanan kalengan sering hadir saat lebaran. Makanan ini biasanya mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Konsumsi natrium berlebihan membuat tubuh menahan cairan.

Pada ibu hamil, hal ini berpotensi menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, dan wajah. Tekanan darah juga bisa meningkat. Kondisi yang tidak dikontrol berisiko berkembang menjadi preeklampsia, komplikasi kehamilan yang membahayakan ibu dan bayi.

Ibu hamil disarankan memilih makanan rendah garam dan batasi camilan asin. Selain itu, Mama disarankan menambahkan makanan tinggi kalium seperti pisang, alpukat, atau kentang. Kalium membantu tubuh mengeluarkan kelebihan natrium melalui urine sehingga kadar garam tetap seimbang.

4. Makanan setengah matang atau mentah

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Saat lebaran, hidangan daging sering menjadi menu favorit. Beberapa orang bahkan ada yang menyajikan sushi atau daging setengah matang di rumah. Hal ini harus dihindari ibu hamil karena mengonsumsinya dapat meningkatkan risiko terpapar bakteri atau parasit seperti Toxoplasma, E. coli, Listeria, dan Salmonella.

Berdasarkan National Library of Medicine, mengonsumsi daging yang tidak matang dapat meningkatkan risiko cacat lahir pada bayi. Selain itu, bakteri yang terkandung dalam daging mentah atau setengah matang juga dapat menyebabkan kematian bayi saat lahir atau gangguan neurologis serius, seperti cacat intelektual, kebutaan, dan epilepsi.

5. Makanan cepat saji

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Selama lebaran, sebagian orang mungkin menambahkan menu makanan cepat saji sebagai variasi dari hidangan rumah. Namun, makanan cepat saji seperti burger, pizza, atau ayam goreng tepung biasanya rendah gizi, tinggi garam, lemak jenuh, dan kalori, sementara kandungan vitamin, mineral, dan seratnya sangat sedikit.

Makanan ini sebaiknya dihindari. Jika Mama tetap ingin mengonsumsinya, atur porsinya agar tidak berlebihan. Lengkapi dengan sayuran segar atau camilan buah untuk menyeimbangkan asupan gizi. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi mama dan janin tetap terpenuhi.

6. Jeroan

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Beberapa hidangan lebaran mungkin menyertakan jeroan seperti hati, ampela, atau usus untuk menambah cita rasa makanan. Jeroan sendiri sebenarnya boleh dikonsumsi selama kehamilan, tetapi jumlahnya harus dibatasi karena mengonsumsi jeroan dalam jumlah banyak, terutama pada trimester pertama, dapat meningkatkan risiko kelainan bawaan pada janin dan bahkan keguguran.

Jeroan termasuk makanan yang tinggi kolesterol. Jika dikonsumsi terlalu banyak, kolesterol bisa menumpuk dalam darah dan memengaruhi kesehatan jantung mama. Kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan tekanan darah naik, meningkatkan risiko preeklamsia, dan mengurangi aliran darah serta nutrisi ke janin.

Selain itu, makan jeroan berlebihan bisa menimbulkan masalah pencernaan, seperti mual atau kembung, yang sering dialami ibu hamil. Mengatur porsi dan membatasi frekuensi makan jeroan akan membantu menjaga kesehatan mama dan mendukung perkembangan janin dengan lebih baik.

7. Minuman bersoda dan manis berlebihan

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Selain makanan, minuman manis dan bersoda juga sering disajikan di setiap rumah saat lebaran. Bagi ibu hamil, minuman bersoda atau sirup manis yang tinggi fruktosa dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat, sehingga berisiko meningkatkan berat badan secara tidak sehat.

Kenaikan berat badan yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mama dan perkembangan janin, serta meningkatkan risiko diabetes gestasional. Sebagai alternatif yang lebih sehat, Mama disarankan untuk memperbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi.

Mama juga bisa membuat infused water dengan potongan buah segar, seperti lemon, jeruk, atau stroberi, sehingga tetap mendapatkan rasa segar dan vitamin tambahan tanpa menambahkan gula berlebih.

Nah, itu dia makanan yang harus dihindari dan dibatasi ibu hamil saat lebaran.

Editorial Team