Penyebab dan Gejala Alergi Alpukat Saat Kehamilan Trimester Kedua

Alergi buah juga bisa berbahaya lho Ma untuk kesehatan, ini dia gejalanya yang harus diketahui!

4 Maret 2019

Penyebab Gejala Alergi Alpukat Saat Kehamilan Trimester Kedua
Pixabay/coyot

Mama, meski di kehamilan trimester kedua dan ketiga sebenarnya aman untuk mengonsumsi alpukat, tapi tidak ada salahnya untuk mengetahui penyebab dan gejala alergi alpukat. Perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil, kadang membuat kekebalan tubuh jadi berbeda dengan keadaan saat sebelum hamil.

Sebaiknya Mama mengetahui hal-hal terkait alergi alpukat, teruma saat pertengahan kehamilan.

Kenapa demikian?

Bagi sebagian ibu hamil dengan kondisi berat janin kurang dari semestinya, biasanya akan disarankan mengonsumsi protein dan lemak baik untuk menambah berat janin.

Gizi tersebut berada di dalam alpukat, dan kalau Mama sudah mengetahui tentang gejala alergi alpukat, maka akan lebih baik untuk kesehatan Mama dan janin.

Penyebab Alergi Alpukat Pada Ibu Hamil

Penyebab Alergi Alpukat Ibu Hamil
Freepik/nensuria

Alergi alpukat adalah sejenis alergi buah pada umumnya, untuk yang ini alergi disebabkan oleh buah alpukat. Beberapa orang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat sensitif sehingga tidak membiarkan zat berbahaya masuk ke dalam perut.

Sistem kekebalan tubuh menganggap protein alpukat sebagai zat berbahaya dan mencoba untuk melawan. Ini meningkatkan produksi imunoglobulin E dalam jumlah besar.

Immunoglobulin E adalah antibodi yang melawan protein alpukat (alergen) untuk melindungi tubuh. Saat berkelahi dengan alergen (protein alpukat), antibodi menkamukan sistem kekebalan tubuh melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya. Ini terjadi dalam tubuh secara alami.

Sistem kekebalan melepaskan histamin dan bahan kimia lain yang berlebihan yang menyebabkan reaksi alergi. Kelebihan jumlah pelepasan bahan kimia ini bertanggung jawab atas alergi alpukat.

Jenis alergi makanan ini umumnya terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lebih sensitif, termasuk karena adanya perubahan hormon pada ibu hamil. Mama, perlu sedikit waspada saat mau mengonsumsi alpukat. Sebaiknya dicoba sedikit dulu dan lihat reaksinya ke tubuh Mama.

Gejala Dari Alergi Alpukat

Gejala Dari Alergi Alpukat
Pixabay/kerdkanno

Untuk mengidentifikasi jenis alergi makanan atau minuman, Mama perlu tahu tentang gejalanya terlebih dulu. Pada kasus alergi alpukat, biasanya berhubungan erat dengan kesehatan mata, bibir dan tenggorokan. Mama bisa mengamati gejala di bawah ini secara dini, atau dalam beberapa jam setelah mengkonsumsi buah alpukat.

1. Pembengkakan kelopak mata, wajah, dan bibir

Pembengkakan pada kelopak mata, wajah, dan bibir merupakan gejala umum pada korban alergi alpukat. Ini bisa menjadi cara pertama untuk mendeteksi adanya alergi. Selain itu, pembengkakan bibir bisa menyebabkan kamu kesulitan membuka mulut saat berbicara.

Sebagian yang mengalami pembengkakan kelopak mata malah tidak mengamil bibir bengkak. Hanya saja gerakan mata menjadi sulit, bahkan sulit untuk membuka mata.

Pembengkakan ini hanya berlangsung selama 2-5 hari jika perawatannya tepat. Tergantung kesehatan korban alergi. Tapi jika pembengkakan tidak dirawat dengan tepat, maka akan sembuh dalam waktu yang lebih lama. Mama disarankan segera mendatangi dokter untuk mendapatkan obat yang aman untuk kesehatan ibu hamil.

2. Gatal pada wajah dan bibir

Alergi alpukat dapat menyebabkan gatal ringan sampai berat pada wajah dan bibir. Gejala ini menjadi aktif dalam waktu satu jam setelah makan buah alpukat. Kamu disarankan untuk tidak menggosok kulit yang terasa gatal di wajah dan bibir.

Menggaruk tidak mengatasi gatal yang dirasakan, masalah karena alergi bisa menjadi lebih parah dan bisa menyebabkan kamu lebih sakit. Cobalah pakai bedak anti gatal tipis-tipis. Jika menurut Mama gatal tidak tertahankan, Mama harus segera mencari pertolongan medis.

3. Tenggorokan terasa sakit saat menelan

Akibat memakan buah alpukat, tenggorokan Mama bisa membengkak dan menjadi masalah kesehatan baru. Terasa sakit saat menelan beberapa makanan, padahal belum tentu mekanan yang dimakan keras.

Mengonsumsi makanan pun bisa menjadi terasa susah. Rasa sakit atau gatal di tenggorokan bisa terjadi bersamaan dengan pembengkakan akibat Mama alergi alpukat.

4. Ruam merah

Ruam merah adalah gejala alergi alpukat yang paling umum. Wajah dan tenggorokan umumnya terinfeksi oleh gejala ini. Ruam adalah area kulit yang menjadi merah dan gatal.

Mama akan merasa nyaman saat menggaruk atau menggosok kulit yang gatal, tapi sangat disarankan untuk tidak menggaruk. Gesekan bisa menyebabkan perluasan area ruam merah yang akhirnya lecet dan bekas lukanya membuat kulit jadi tidak enak dilihat.

Editors' Picks

5. Masalah lidah mati rasa

Masalah mati rasa pada lidah atau sering disbut kebas, juga bisa menjadi gejala alergi alpukat. Ciri-cirinya adalah terasa gatal dan kemerahan pada lidah. Kamu bisa menghadapi kesulitan saat berbicara dan menelan. Rasa gatal di lidah umumnya terlihat ringan namun dalam beberapa kasus, rasanya sangat menganggu karena kamu tidak bisa menggaruk lidah.

6. Hidung berair

Hidung berair adalah suatu kondisi di mana lendir hidung kamu mengalir terus menerus. Ada air yang bentuknya bening dan sangat cair dari rongga hidung kamu.

Gejala ini biasanya terjadi setelah mengonsumsi buah alpukat dingin. Terlalu sering membersihkan lendir atau hidung yang berair bisa membuat ujung hidung kemerahan atau sedikit terluka.

7. Berair dan Mata Gatal

Berair dan mata gatal juga dianggap sebagai gejala yang sangat mengganggu. Kalau setelah makan alpukat, kamu selalu ingin menggosok mata, mungkin kamu susah mengendalikannya. Sebagai alpukat menyebabkan alergi konjungtivitis di mana jika kamu mulai menggosok mata, rasa gatal meningkat dan menyebabkan kamu menggosok berulang.

Mata merah dengan lapisan warna merah tua di dalamnya biasanya terlihat dalam situasi ini. Jika kamu menghadapi gejala ini maka harus menggunakan beberapa produk alami anti-infeksi. Agar kamu mendapat obat yang tepat untuk ibu hamil, konsultasikan ke dokter terlebih dulu.

8. Batuk

Sebenarnya, batuk bukan gejala yang umum terjadi. Batuk disebabkan karena tenggorokan gatal saat menelan dan gatal biasanya susah sekali untuk diatasi.

Selanjutnya, gejala ini bisa parah bagi mereka yang mengalami masalah batuk sebelum terjadi alergi. Kamu harus mengambil beberapa anti-biotik alami untuk menghentikan penyebaran infeksi. Salah satunya adalah meminum sari kencur, sekitar 1 sendok makan.

9. Bersin

Jika kamu merasa bengkak dan gatal di hidung dan tenggorokan. Bisa jadi, selanjutnya kamu akan mengalami bersin sebagai gejala berikutnya.

10. Gatal-gatal berupa bintik merah

Gejala alergi alpukat umumnya terlihat pada wajah, bibir, dan tenggorokan. Hives adalah bintik-bintik lingkaran merah yang bisa muncul di wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan. Karena gatal-gatal, kamu bisa merasakan gatal dan sensasi terbakar parah di daerah yang terinfeksi.

Bahkan sarang yang lebih kecil pun bisa bergabung dan membentuk kelompok yang menyebabkan area hives lebih besar terinfeksi. Sebagian besar waktu hives menghilang dalam waktu 24 jam, tapi ada juga kesempatan terjadinya gatal-gatal baru. Kejadian berulang dan lenyapnya gatal ini bisa berlangsung selama 4-6 minggu.

Topic:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!