Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Pemeriksaan Toksoplasma untuk Ibu Hamil, Ini yang Perlu Diketahui

3 min read
Pemeriksaan Toksoplasma untuk Ibu Hamil, Ini yang Perlu Diketahui
Pexels/MART PRODUCTION
  • Pemeriksaan toksoplasma mendeteksi antibodi terhadap Toxoplasma gondii, yang sering tidak bergejala tetapi dapat menular ke janin dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

  • Tes darah ini mengukur IgM dan IgG untuk mengetahui status infeksi, mendukung skrining ibu hamil, diagnosis kasus mencurigakan, serta penilaian risiko pada pasien dengan imun lemah.

  • IgM positif dapat menandakan infeksi baru atau aktif, sedangkan IgG positif menunjukkan infeksi lama. Jika hasil meragukan dapat dilanjutkan dengan tes aviditas IgG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemeriksaan toksoplasma merupakan salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui paparan parasit Toxoplasma gondii dalam tubuh. Pemeriksaan ini penting diperhatikan oleh ibu hamil karena infeksi toksoplasma dapat menular ke janin dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti gangguan perkembangan janin, keguguran, hingga bayi lahir mati (stillbirth).

Sebagian besar infeksi toksoplasma tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang mungkin tidak mengetahui pernah terpapar. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi tersebut melalui antibodi yang terdapat di dalam darah.

Lantas, apa saja yang perlu diketahui tentang pemeriksaan Toksoplasma untuk ibu hamil? Berikut Popmama.com sudah merangkum penjelasannya di bawah ini.

  1. Apa Itu Pemeriksaan Toksoplasma?

    Pemeriksaan toksoplasma untuk ibu hamil
    Pexels/MART PRODUCTION

    Pemeriksaan toksoplasma adalah tes darah yang dilakukan untuk mendeteksi antibodi terhadap parasit Toxoplasma gondii. Tes ini juga dikenal sebagai pemeriksaan anti-toxoplasma.

    Parasit tersebut dapat menyebabkan infeksi yang disebut toksoplasmosis. Infeksi ini umumnya tidak menimbulkan gejala pada orang sehat, tetapi dapat menjadi lebih berbahaya bagi ibu hamil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    Pemeriksaan anti-toxoplasma dapat membantu dokter mengetahui apakah seseorang sedang atau pernah terpapar Toxoplasma gondii. Terdapat dua jenis antibodi yang diperiksa, yaitu imunoglobulin M (IgM) dan imunoglobulin G (IgG).

    Pada umumnya, pemeriksaan toksoplasma juga menjadi bagian dari pemeriksaan TORCH yang mencakup toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simpleks.

  2. Tujuan Pemeriksaan Toksoplasma

    Pemeriksaan toksoplasma untuk ibu hamil
    Magnific

    Pemeriksaan toksoplasma dilakukan untuk mengetahui status infeksi dan membantu dokter menentukan langkah pencegahan. Pemeriksaan ini terutama diperhatikan pada ibu hamil karena toksoplasma dapat menular ke janin.

    Selain itu, pemeriksaan anti-toxoplasma dapat memiliki beberapa tujuan berikut:

    1. Menentukan status infeksi: mengetahui apakah seseorang pernah terinfeksi Toxoplasma gondii.
    2. Skrining ibu hamil: mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko menularkan infeksi kepada janin.
    3. Membantu diagnosis: mendukung pemeriksaan pada individu dengan gejala yang mencurigakan.
    4. Mengevaluasi risiko: menilai risiko reaktivasi infeksi pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    Pemeriksaan toksoplasma juga penting dilakukan terutama saat merencanakan kehamilan. Pasalnya, paparan toksoplasma mungkin tidak diketahui jika tidak dilakukan pemeriksaan karena sebagian besar kasus infeksi tidak menimbulkan gejala.

  3. Prosedur Pemeriksaan Toksoplasma

    Pemeriksaan toksoplasma untuk ibu hamil
    Magnific

    Pemeriksaan anti-toxoplasma dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG terhadap Toxoplasma gondii. Umumnya, sampel darah diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

    Mama tidak memerlukan persiapan khusus sebelum pemeriksaan. Namun, informasikan kepada petugas medis jika sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

    Berikut tahapan pemeriksaannya:

    1. Membersihkan area kulit: Petugas medis membersihkan bagian kulit yang akan ditusuk menggunakan alkohol.
    2. Mengambil sampel darah: Jarum steril digunakan untuk mengambil darah dari pembuluh darah vena.
    3. Menampung darah: Sampel darah dimasukkan ke dalam tabung khusus.
    4. Mengirim sampel ke laboratorium: Darah kemudian dikirim untuk dianalisis.
    5. Memeriksa antibodi: Laboratorium akan menguji sampel untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG terhadap Toxoplasma gondii.

  4. Cara Membaca Hasil Pemeriksaan Toksoplasma

    Pemeriksaan toksoplasma untuk ibu hamil, ini yang perlu diketahui.
    Magnific

    Hasil pemeriksaan dapat menunjukkan kondisi yang berbeda berdasarkan antibodi IgM dan IgG yang ditemukan dalam darah.

    • IgM positif: menandakan infeksi baru atau sedang aktif.
    • IgG positif: menunjukkan infeksi lama dan tubuh sudah memiliki kekebalan.
    • IgM dan IgG negatif: menunjukkan ibu belum pernah terinfeksi sehingga perlu ekstra hati-hati untuk mencegah tertular selama hamil.

    IgM dapat meningkat ketika seseorang baru terinfeksi Toxoplasma gondii dan bertahan hingga beberapa bulan. Sementara itu, IgG biasanya meningkat sekitar satu hingga dua minggu setelah infeksi dan dapat bertahan dalam darah selama bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup.

    Jika hasil pemeriksaan masih meragukan, dokter mungkin menyarankan tes aviditas IgG. Pemeriksaan ini dapat membantu mengetahui apakah infeksi terjadi baru-baru ini atau sudah lama.

    Nah, itu dia penjelasan soal pemeriksaan toksoplasma untuk ibu hamil, mulai dari pengertian, tujuan, prosedur, hingga cara membaca hasil IgM dan IgG. Pemeriksaan ini dapat membantu mengetahui apakah Mama pernah atau sedang terpapar Toxoplasma gondii.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More