6 Penyebab Toksoplasma saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Toksoplasmosis disebabkan parasit Toxoplasma gondii, yang dapat tidak aktif dalam tubuh tetapi berpotensi berkembang saat kekebalan menurun.
Penularan dapat terjadi lewat kotoran kucing, tanah terkontaminasi, serta buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih.
Risiko juga berasal dari daging mentah atau kurang matang, susu kambing dan air tidak diolah, peralatan dapur terkontaminasi, serta transfusi darah atau transplantasi organ.
Take a Deeper Reads

Toksoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat menginfeksi berbagai hewan dan burung, tetapi siklus reproduksinya secara lengkap hanya dapat berlangsung pada kucing, baik kucing peliharaan maupun kucing liar.
Pada manusia, parasit yang masuk ke dalam tubuh tidak selalu langsung menimbulkan gejala. Dalam kondisi tubuh yang kuat, parasit dapat berada dalam keadaan tidak aktif. Namun, ketika kekebalan tubuh menurun, parasit dapat kembali berkembang dan menyebabkan infeksi yang lebih serius.
Penularan Toksoplasma dapat terjadi melalui beberapa sumber, mulai dari kotoran kucing, makanan dan minuman yang terkontaminasi, hingga tanah yang mengandung parasit. Saat hamil, penting bagi Mama untuk mengetahui berbagai sumber penularannya agar dapat lebih memahami risiko infeksi Toksoplasma.
Lantas, apa saja yang bisa menjadi penyebab Toksoplasma saat hamil? Berikut Popmama.com sudah merangkum beberapa sumber penularannya di bawah ini. Yuk, disimak!
Table of Content
1. Kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi

Magnific Salah satu cara Toksoplasma menular adalah melalui kotoran kucing yang mengandung parasit Toxoplasma gondii. Kucing yang berburu atau diberi makan daging mentah lebih mungkin membawa parasit ini.
Kotoran kucing dapat menjadi sumber penularan ketika seseorang menyentuh benda atau lingkungan yang sudah terkontaminasi, kemudian menyentuh mulut tanpa mencuci tangan dengan benar. Misalnya, saat membersihkan kotak pasir kucing.
Parasit juga dapat berpindah dari kotoran kucing ke tanah dan air. Dari sana, parasit dapat masuk ke tanaman, hewan, hingga manusia melalui rantai makanan.
2. Mengonsumsi daging yang tidak dimasak dengan baik

Magnific Toksoplasmosis juga dapat terjadi ketika Mama mengonsumsi makanan yang terkontaminasi Toxoplasma gondii. Beberapa jenis daging diketahui dapat membawa parasit ini, termasuk daging sapi, domba, babi, rusa, ayam, dan kerang.
Risiko tersebut berkaitan dengan daging yang masih mentah atau belum dimasak dengan baik. Parasit yang berada di dalam makanan dapat masuk ke tubuh ketika makanan tersebut dikonsumsi.
Selain daging, susu kambing yang tidak dipasteurisasi dan air minum yang tidak diolah juga dapat menjadi pembawa parasit.
3. Mengonsumsi buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih

Magnific Buah dan sayuran juga dapat menjadi sumber penularan apabila permukaannya terkontaminasi parasit. Kontaminasi tersebut dapat terjadi ketika tanaman bersentuhan dengan tanah yang mengandung parasit Toxoplasma gondii.
Buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih kemudian dapat membawa parasit masuk ke tubuh saat dikonsumsi.
4. Menggunakan peralatan dapur yang terkontaminasi

Magnific Peralatan dapur yang bersentuhan dengan bahan makanan mentah atau buah dan sayuran yang belum dicuci juga dapat menjadi media penularan.
Parasit dapat berada pada talenan, pisau, atau peralatan lain yang digunakan untuk mengolah daging mentah maupun bahan makanan yang masih terkontaminasi.
5. Berkebun di tanah yang terkontaminasi

Magnific Aktivitas berkebun juga dapat menjadi salah satu faktor risiko jika tanah telah terkontaminasi kotoran hewan yang terinfeksi.
Toxoplasma gondii dapat bertahan di tanah yang terkontaminasi. Oleh karena itu, Mama yang berkebun atau bekerja di lahan yang mungkin terpapar kotoran hewan dapat mengalami kontak dengan parasit tersebut.
6. Melalui transfusi darah atau transplantasi organ

Pexels/Tahir Xəlfəquliyev Meski jarang terjadi, Toksoplasma juga dapat menular melalui transfusi darah atau transplantasi organ yang membawa kista toksoplasmosis.
Penularan ini dapat terjadi ketika darah atau organ berasal dari donor yang terinfeksi. Cangkok jantung, ginjal, dan hati juga dapat menjadi cara penularan toksoplasmosis.
Pada kondisi tubuh yang kuat, parasit Toksoplasma yang sudah masuk ke dalam tubuh dapat berada dalam keadaan tidak aktif sehingga tidak menimbulkan gejala penyakit. Namun, ketika kekebalan tubuh menurun, kista dapat menjadi aktif dan menimbulkan gejala sakit.
Nah, itu dia beberapa penyebab Toksoplasma saat hamil yang perlu Mama ketahui, mulai dari kontak dengan kotoran kucing, konsumsi makanan yang terkontaminasi, hingga paparan tanah yang mengandung parasit.























