Berbahayakah jika Mengalami Cacar Ular saat Hamil? Kenali Gejalanya!

Cek efeknya pada janin, Ma

3 Mei 2021

Berbahayakah jika Mengalami Cacar Ular saat Hamil Kenali Gejalanya
drugtopics.com

Cacar ular biasanya muncul dalam bentuk benjolan berair yang berkumpul di sisi kiri atau kanan tubuh. Benjolan ini terasa menyakitkan dan melepuh.

Cacar ular atau herpes zoster disebabkan oleh virus varicella-zoster, virus serupa yang menyebabkan cacar air. Setelah cacar air membaik, virus tidak hilang melainkan tidak aktif dan bersembunyi dekat sumsum tulang belakang dan otak. Dalam beberapa kasus, bertahun-tahun kemudian, virus dapat mengaktifkan diri kembali sebagai herpes zoster atau cacar ular.

Virus ini dapat muncul kembali kapan saja, termasuk ketika Mama sedang hamil. Apakah berbahaya bagi ibu hamil? Bagaimana gejala dan cara mengatasinya? Berikut ulasan Popmama.com khusus untuk Mama.

Gejala Cacar Ular

Gejala Cacar Ular
Freepik/Vgstockstudio

Setelah mengalami cacar air, virus tetap berada di dalam tubuh dan bersembunyi di dalam sel-sel saraf tertentu.  

Meskipun sistem kekebalan tubuh biasanya mampu menjaga virus tetap terkendali, ada beberapa hal yang memengaruhi kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk menahan virus. Beberapa hal yang dimaksud di antaranya seperti penyakit, obat penekan kekebalan tubuh, stres berat, atau perubahan yang berkaitan dengan penuaan.

Berikut gejala umum dari cacar ular yang patut Mama waspadai:

  • Rasa terbakar dan kesemutan atau gatal, umumnya di satu sisi tubuh atau wajah.
  • Demam, kedinginan, mual, diare, dan kesulitan buang air kecil.
  • Muncul ruam, yang dimulai dengan benjolan kemerahan. Dalam beberapa hari benjolan berubah menjadi lepuh berisi cairan.
  • Nyeri saraf di lokasi ruam (postherpetic neuralgia). Pada kebanyakan orang, rasa sakit hilang dalam waktu empat bulan sejak tanda pertama ruam.

Cacar ular biasanya mudah didiagnosis. Dokter biasanya akan mendiagnosis cacar ular jika Mama memiliki ruam di satu sisi tubuh, bersama dengan rasa sakit yang tajam dan membakar serta riwayat cacar air.

Editors' Picks

Penanganan Cacar Ular selama Kehamilan

Penanganan Cacar Ular selama Kehamilan
Freepik/Wavebreakmedia

Jika Mama menderita cacar ular, segera temui dokter karena Mama harus memulai pengobatan. Bila diminum sesuai petunjuk dokter, obat-obatan cacar ular aman bagi kehamilan.

Selain obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, Mama dapat melakukan beberapa hal untuk menghilangkan rasa sakit dan gatal, seperti:

  • Kompres dingin dan mandi air dingin untuk menghilangkan rasa sakit.
  • Kenakan pakaian longgar untuk mengurangi rasa sakit.
  • Gunakan kain kasa bersih yang dapat menutupi area ruam untuk mempercepat penyembuhan lepuh dan mencegah infeksi.
  • Jika perlu, Mama dapat menggunakan losion untuk mengurangi rasa gatal. Konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan losion yang tepat.

Apakah Cacar Ular dapat Memengaruhi Janin?

Apakah Cacar Ular dapat Memengaruhi Janin
Freepik/Macrovector

Virus varicella-zoster sangat menular. Jika Mama belum pernah menderita cacar air dan sedang hamil, sangat penting untuk menghindari orang yang sedang terinfeksi virus tersebut.

Cacar air selama kehamilan berpotensi menyebabkan infeksi cacar air atau cacat lahir pada janin yang belum lahir, tergantung pada waktu kapan Mama terinfeksi. Cacar ular juga berpotensi menyebabkan masalah bagi janin, tetapi sebagian besar ahli sepakat risikonya lebih kecil daripada cacar air. Dalam sebuah penelitian besar, tidak ada bukti masalah pada janin akibat ibunya menderita cacar ular saat hamil.

Komplikasi dari Cacar Ular

Komplikasi dari Cacar Ular
Freepik

Cacar ular bisa sangat menyakitkan. Sebagian besar orang yang mengunjungi dokter karena cacar ular mengatakan bahwa rasa sakitlah yang akhirnya membuat mereka mencari perawatan.

Beberapa orang melaporkan bahwa sensasi apa pun yang menyapu ujung saraf yang meradang pada kulit hampir tak tertahankan.

Bahkan setelah cacar ular sembuh, rasa sakit ini tetap ada. Pada beberapa kasus, bahkan terasa sampai bertahun-tahun.

Cacar ular juga dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang lainnya. Jika muncul di wajah, maka dapat merusak mata. Cacar ular pada mata dapat menyebabkan jaringan parut, yang dapat merusak penglihatan. Ini juga dapat menyebabkan glaukoma, penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan di kemudian hari.

Cacar ular juga dapat menyebabkan masalah pendengaran atau keseimbangan, serta kelemahan otot-otot di sisi wajah yang terkena. Dalam kasus yang jarang terjadi, cacar ular dapat menyebar ke otak atau sumsum tulang belakang dan menyebabkan komplikasi serius seperti stroke atau meningitis.  

Itulah gejala cacar ular dan dampaknya bila dialami oleh ibu hamil. Jika Mama sedang hamil dan khawatir akan cacar ular, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran pencegahan. Selain itu, praktikkan kebiasaan sehat dan beri tahu dokter jika memiliki gejala sekecil apapun.

Mengetahui gejala di awal dan perawatan dini akan meminimalkan risiko komplikasi untuk Mama dan janin. Semoga informasi ini bermanfaat, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.