Apakah Minyak Esensial Aman Digunakan saat Hamil?

Minyak ini memiliki banyak manfaat kesehatan, namun apakah aman untuk ibu hamil?

5 Oktober 2020

Apakah Minyak Esensial Aman Digunakan saat Hamil
Freepik

Minyak esensial banyak digunakan untuk mengatasi banyak hal seperti stres, nyeri, sakit, dan bahkan perawatan kulit.

Minyak ini merupakan cairan hasil ekstrak dari bagian tanaman tertentu, baik dari daun, bunga, kulit, ataupun batangnya. Contohnya minyak lavender, tea tree, atau mawar. Minyak esensial biasanya memiliki aroma yang lebih kuat dari tumbuhan asalnya.

Selama digunakan sesuai petunjuk pemakaian, minyak esensial biasanya tidak menimbulkan efek samping. Namun, apakah Aman penggunaan minyak esensial saat hamil?

Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasan Popmama.com berikut ini, Ma!

Apa itu Minyak Esensial?

Apa itu Minyak Esensial
Freepik/awesomecontent

Minyak esensial diekstraksi dari bagian tanaman seperti daun, bunga, kulit, akar, atau batang. Metode ekstraksi dapat bervariasi tergantung pada tanamannya.

Minyak esensial dapat diperoleh dengan distilasi uap, distilasi vakum, atau kompres dingin. Setelah distilasi, yang tersisa adalah minyak pekat atau resin dengan berbagai karakteristik.

Biasanya digunakan dalam berbagai industri seperti obat-obatan, parfum, atau kosmetik.

Editors' Picks

Apakah Minyak Esensial Aman untuk Ibu Hamil?

Apakah Minyak Esensial Aman Ibu Hamil
Pexels/Pixabay

Selama hamil, sangat penting untuk berhati-hati menggunakan bahan-bahan tertentu pada tubuh karena tubuh menyerap minyak melalui kulit. Begitu berada dalam sistem peredaran darah, semua zat akan mencapai plasenta, pemberi makan janin yang sedang tumbuh.

Selama digunakan sesuai prosedur, minyak esensial aman bagi ibu hamil. Salah satu minyak esensial yang aman untuk ibu hamil adalah minyak lavender.Minyak ini baik untuk digunakan selama kehamilan. Ditambah lagi lavender memiliki sifat anti-inflamasi dan antiseptik, dapat membantu mengatasi luka bakar, gigitan serangga dan bentol-bentol. Selain it juga membantu relaksasi, insomnia, depresi, dan kegelisahan.

Jika Mama tidak menyukai aroma lavender, Mama dapat menggunakan minyak geranium. Minyak ini memiliki aroma bunga dan baik untuk digunakan selama kehamilan, khususnya untuk mengatasi kaki bengkak.

Untuk alasan keamanan, minyak esensial biasanya tidak direkomendasikan pada trimester pertama, untuk menghindari risiko keguguran. Untuk trimester berikutnya, minyak dapat digunakan tetapi tetap dalam pedoman yang direkomendasikan.

Selama hamil, Mama mungkin akan mengalami komplikasi atau ketidaknyamanan. Ini dapat diatasi dengan penggunaan minyak esensial.  

Bagaimana Cara Terbaik untuk Menggunakan Minyak Esensial?

Bagaimana Cara Terbaik Menggunakan Minyak Esensial
Pixabay/Ckahlon

Minyak esensial dapat dicampur dalam minyak pelarut, misalnya minyak kelapa, untuk pijat, perawatan kulit, atau dapat digunakan dalam diffuser.

Saat Mama akan mengaplikasikan pada kulit, sebaiknya lakukan uji tempel terlebih dahulu, misalnya kurangi volume minyak esensial sebanyak 1-2%. Untuk diffuser, dalam botol standar 10 ml, 2 tetes minyak esensial dapat ditambahkan.

Minyak Esensial Apa yang Harus Dihindari oleh Ibu Hamil?

Minyak Esensial Apa Harus Dihindari oleh Ibu Hamil
Freepik

Saat ingin menggunakan minyak esensial saat hamil, pertama-tama kita harus mempertimbangkan semua aspek keamanan karena ada beberapa minyak yang harus dihindari selama kehamilan.

Berikut daftarnya:

  • Adas manis
  • Kemangi
  • Kamper
  • Kayu cedar
  • Adas
  • Melati
  • Jintan saru
  • Dupa
  • Mawar
  • Rosemary
  • Sage
  • Timi
  • Wintergreen

Efek Samping Penggunaan Minyak Esensial

Efek Samping Penggunaan Minyak Esensial
Freepik/Luamduan

Selama digunakan dengan tepat dan sesuai petunjuk pemakaian, minyak esensial umumnya tidak menyebabkan efek samping tertentu.Namun jika penggunaannya tidak benar, misalnya minyak tersebut diminum, berikut beberapa efek samping yang mungkin timbul:

  • Ruam,
  • serangan asma,
  • sakit kepala,
  • mual,
  • mata atau tenggorokan terasa panas,
  • reaksi alergi.

Bila Mama mengalaminya, segera hentikan pemakaian minyak esensial. Jika efek samping tidak kunjung hilang atau bertambah parah, konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Untuk menghindari efek samping dan memastikan keamanan penggunaannya selama hamil, Mama dapat mendiskusikannya dengan dokter sebelum menggunakannya.

Itu dia keamanan penggunaan minyak esensial saat hamil.

Selamat mencoba, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.