7 Kondisi Kehamilan yang Diturunkan Secara Genetik

Beberapa kondisi dapat diturunkan secara genetik namun Mama tetap dapat memiliki kehamilan sehat

28 Mei 2022

7 Kondisi Kehamilan Diturunkan Secara Genetik
Pexels/PNW Production

Saat hamil, Mama mengalami beberapa ketidaknyamanan atau kondisi tertentu seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

Selain disebabkan oleh makanan serta gaya hidup, apakah kondisi ini dapat disebabkan karena faktor keturunan?

Namun, meski ada beberapa kondisi yang disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik, bukan berarti tidak dapat diatasi ya, Ma.

Ini dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup dan konsumsi makanan tertentu yang baik untuk ibu hamil.

Kondisi apa saja yang dialami oleh ibu hamil yang merupakan faktor keturunan? Yuk, simak rangkuman informasinya pada ulasan Popmama.com berikut ini.

1. Morning sickness

1. Morning sickness
Freepik/Yanalya

Jika ibu atau saudara perempuan Mama mengalami morning sickness, kemungkinan Mama akan mengalami hal yang sama.

Penelitian menemukan hubungan genetik yang kuat dengan mual di pagi hari ini, terutama pada kasus yang parah.

Mual saat hamil mungkin memengaruhi selera makan, namun Mama dapat melawannya dengan mengonsumsi makanan yang menarik selera. Diskusikan dengan dokter mengenai suplemen yang dapat mengurangi rasa mual ini.

2. Diabetes gestasional

2. Diabetes gestasional
pixabay/stevepb

Mama berisiko lebih tinggi terkena diabetes gestasional jika keluarga, terutama saudara kandung atau ibu juga memiliki penyakit diabetes.

Namun jangan khawatir, ini kondisi ini dapat diatasi. Mama dapat mengurangi disiko dan kemungkinan terkena diabetes dengan mempertahankan berat badan yang sehat.

Ini dapat dibantu dengan pola makan sehat dan olahraga rutin selama kehamilan, Ma.

Editors' Pick

3. Darah tinggi

3. Darah tinggi
Pixabay/stevepb

Darah tinggi juga diturunkan di dalam keluarga. Jika keluarga memiliki riwayat darah tinggi, Mama juga harus waspada karena darah tinggi saat hamil meningkatkan risiko preeklampsia.

Jangan lewatkan jadwal pemeriksaan dokter agar dokter dapat mengontrol kondisi Mama.

Seperti diabetes, risikonya dapat ditekan dengan pola makan sehat, olahraga teratur, istirahat cukup, dan hindari stres.

4. Bayi berukuran besar saat lahir

4. Bayi berukuran besar saat lahir
Freepik/freepic.diller

Berat badan dan tinggi kedua orangtua adalah prediktor kuat tentang seberapa besar bayi saat lahir.

Jika Mama dan suami berukuran kecil saat lahir, kemungkinan si Kecil pun akan mengikuti jejak kedua orangtuanya.

Ukuran bayi yang besar dapat memengaruhi proses persalinan nanti. Jangan lewatkan jadwal pemeriksaan dokter untuk mengetahui ukuran janin.

Jika janin berukuran besar, diskusikan dengan dokter mengenai hal-hal yang harus dilakukan untuk persiapan persalinan.

5. Bayi lahir melewati hari perkiraan lahir

5. Bayi lahir melewati hari perkiraan lahir
Pexels/ Jonas Kakaroto

Jika Mama lahir melewati hari perkiraan lahir, kemungkinan bayi juga akan mengalami hal yang sama. Namun ini juga bergantung pad akeakuratan USG.

USG satu generasi sebelumnya mungkin tidak seakurat sekarang, Ma. Jadi ada kemungkinan hari perkiraan lahir tidak dihitung dengan tepat.

Diskusikan dengan dokter saat Mama sudah melewati hari perkiraan lahir.

6. Persalinan prematur

6. Persalinan prematur
Pixabay/SeppH

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa persalinan prematur terjadi dalam keluarga.

Namun penelitian lanjutan masih dibutuhkan. Jika salah satu anggota keluarga melahirkan lebih awal, jangan lupa menginformasikannya pada dokter saat pemeriksaan.

Dokter membutuhkan semua informasi yang berhubungan dengan penyebab persalinan dini. Sehingga ia dapat melakukan tindakan pencegahan untuk melindungi Mama dan janin.

Dokter juga akan mengukur panjang serviks secara berkala. Ini dapat menjadi petunjuk tentang kemungkinan persalinan prematur.

7. Proses persalinan yang panjang

7. Proses persalinan panjang
Freepik/DCStudio

Meski proses persalinan tidak diturunkan secara genetik, orangtua mungkin menurunkan tipe tubuhnya dan ini dapat memengaruhi proses persalinan nanti.

Misalnya, seorang ibu dengan panggul yang lebih kecil mungkin mengalami persalinan lama yang berakhir dengan operasi Caesar.

Tentu saja, banyak faktor lain yang memengaruhi jenis persalinan yang akan Mama alami. Jika Mama khawatir, jangan lupa tanyakan kepada dokter.

Dokter juga akan memberikan saran mengenai persiapan yang harus dilakukan sebelum persalinan.

Meski beberapa kondisi mungkin diturunkan, Mama tidak perlu khawatir karena semua ini dapat diatasi. Jangan lewatkan jadwal pemeriksaan dokter agar kondisi kehamilan selalu terkontrol, Ma.

Baca juga:

The Latest