Tradisi Gigit Genteng saat Gerhana Bulan, Amankah untuk Ibu Hamil?

Sebelum melakukan tradisi tertentu saat gerhana bulan, cek dulu faktanya, Ma!

25 Mei 2021

Tradisi Gigit Genteng saat Gerhana Bulan, Amankah Ibu Hamil
Freepik.com/wirestock

Gerhana bulan total terjadi pada Rabu, 26 Mei 2021. Bertepatan dengan Hari Raya Waisak, gerhana bulan total ini sangat spesial karena terjadi 195 tahun sekali, dilansir dari akun Instagram Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Bulan akan tampak lebih besar dari biasanya dan merah karena pembiasaan cahaya matahari oleh lapisan atmosfer bumi.

Indonesia memiliki beragam suku dengan budaya dan adat istiadat yang beraneka ragam. Setiap daerah memiliki kebiasaannya masing-masing yang diturunkan dari tetua. Kebiasaan-kebiasaan ini termasuk ritual-ritual yang harus dilakukan pada saat tertentu. Misalnya tradisi yang harus dilakukan oleh ibu hamil saat gerhana bulan. Ritual ini dilakukan dengan tujuan agar kehamilan dan janin diberkahi kesehatan.

Nah, mau tahu apa saja tradisi ibu hamil saat gerhana bulan besok? Namun yang terpenting, ketahui faktor-faktor keamanannya untuk bumil dan janin, alih-alih mengikuti semua tradisi ya, Ma

Apa saja ritualnya? Yuk, simak ulasannya di Popmama.com berikut ini, Ma!

Tradisi Ibu Hamil saat Gerhana Bulan

Tradisi Ibu Hamil saat Gerhana Bulan
Freepik/wirestock

Di daerah Jawa, ada tradisi membuat nasi liwet saat gerhana bulan. Ini dilakukan terutama bagi mereka yang hamil. Ritual ini diawali dengan keluarga atau kerabat memasak nasi. Lalu apa yang dilakukan ibu hamil?

Saat terjadi gerhana bulan, ibu hamil menggigit pecahan genteng sambil tangannya terus mengelus perutnya. Ibu hamil akan diminta untuk bersembunyi ke kolong tempat tidur sebanyak tiga kali dengan pecahan genteng yang masih tergigit.

Jika ada anak-anak di rumah, mereka akan diminta untuk bergelantungan di pohon saat gerhana bulan terjadi.

Selain itu, ada ritual yang mewajibkan ibu hamil untuk mandi saat gerhana. Jika ini tidak dilakukan, maka diyakini bayi akan dilahirkan dengan banyak penyakit yang berhubungan dengan kulit. Tentu saja ini mitos ya, Ma. Mandi saat gerhana bulan tidak ada hubungannya dengan kesehatan kulit janin yang ada di kandungan.

Kepercayaan soal ibu hamil harus berhati-hati saat gerhana bulan tidak terjadi di Indonesia saja tetapi juga di tempat lain, Ma. Seperti di Jepang, ada kepercayaan bahwa ada racun yang tersebar saat gerhana bulan. Karena itu masyarakat menutup semua sumur agar air tidak tercemar.

Editors' Picks

Makna Filosofis dari Ritual Ibu Hamil saat Gerhana Bulan

Makna Filosofis dari Ritual Ibu Hamil saat Gerhana Bulan
Pexels/freestocks.org

Semua ritual yang dilakukan ibu hamil memiliki tujuan agar janin lahir dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apa pun. Selain itu, ritual ini dilakukan agar ibu hamil pun selalu sehat.

Selalu ada makna filosofis di balik suatu ritual tertentu, misalnya, masyarakat Benin dan Togo mempercayai bahwa gerhana terjadi karena pertikaian antara matahari dan bulan. Sehingga tugas merekalah untuk melerai keduanya.

Namun ada makna positif di balik semua itu yaitu gerhana bulan menjadi momen bagi semua orang untuk bersatu dan menuntaskan pertikaian dan dendam yang pernah ada. Kepercayaan ini masih dipegang sampai sekarang sehingga masyarakat diperkirakan bakal berkumpul untuk merayakan gerhana bulan bersama di Benin dan Togo.

Demikian juga di Indonesia, meski kadang beberapa ritual terlihat tidak masuk akal, ini juga dapat menjadi kesempatan bagi keluarga dan kerabat untuk berkumpul. Misalnya, ritual nasi liwet membuat semua anggota keluarga dan tetangga untuk ikut ambil bagian, Ma.

Risiko jika Melakukan Ritual Gerhana Bulan tanpa Pertimbangan

Risiko jika Melakukan Ritual Gerhana Bulan tanpa Pertimbangan
Freepik/rawpixel.com

Selalu ada alasan di balik ritual tertentu, jadi sebaiknya jangan diikuti dan dipercaya mentah-mentah ya, Ma. Alih-alih membuat ibu hamil dan janin sehat, melakukan ritual tanpa mempertimbangkan faktor keamanan justru dapat berisiko bagi ibu hamil dan janin.

Misalnya menggigit pecahan genteng dan masuk ke kolong tempat tidur. Genteng yang digigit oleh ibu hamil belum tentu higienis. Bukannya melindungi ibu hamil, ritual ini malah dapat menyebabkan bumil mengalami diare atau masalah perut karena genteng yang kotor.

Selain itu, masuk ke kolong  tempat tidur dengan perut buncit tentu menyusahkan. Dengan perut besar, pergerakan pun makin terbatas. Jika tidak berhati-hati, ini mungkin dapat membuat Mama terluka.

Fakta Ilmiah Ritual Gerhana Bulan untuk Ibu Hamil

Fakta Ilmiah Ritual Gerhana Bulan Ibu Hamil
Freepik/drobotdean

Gerhana bulan dan matahari menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi ibu hamil. Ini normal kok, Ma. Sebagai orangtua, Mama menginginkan yang terbaik untuk kesayangan, termasuk janin yang masih ada di kandungan. Semua dilakukan agar janin lahir dalam kondisi sempurna.

Namun, Mama juga harus memerhatikan keamanan dan maksud dari ritual-ritual yang ada.

Hingga saat ini, belum ada juga penelitian yang membuktikan secara konkret, yang mendukung klaim ada efek gerhana bulan pada ibu hamil.

Kearifan medis bisa sangat bervariasi dari budaya ke budaya. Sebagian besar ahli medis dan sains di negara-negara Barat berpendapat bahwa gerhana bulan tidak berpengaruh pada kehamilan.

Jay Pasachoff, Ketua Working Group on Solar Eclipses of the International Astronomical Union, menolak anggapan bahwa gerhana dapat memengaruhi kehamilan. Menurutnya, pada gerhana matahari, matahari hanya ditutupi, sehingga cahayanya yang menyinari bumi lebih sedikit. Tidak ada cara yang dapat mempengaruhi kehamilan atau persalinan. Demikian juga dengan gerhana bulan.

Itu ulasan mengenai tradisi ibu hamil saat gerhana bulan dan faktor keamanannya. Jadi, Mama harus memilah mana ritual yang baik dan aman untuk Mama serta janin ya!

Apakah Mama juga melakukan ritual atau tradisi khusus saat gerhana bulan?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.