Mengancam Jiwa, Ketahui tentang Sindrom Mirror pada Ibu Hamil

Sindrom ini dikenal dengan nama sindrom Ballantyne dan triple edema

3 Agustus 2021

Mengancam Jiwa, Ketahui tentang Sindrom Mirror Ibu Hamil
Unsplash/John Looy

Setiap ibu pasti mengharapkan kehamilan, persalinan, dan kondisi bayi yang sehat. Tetapi ada kalanya masalah muncul di tengah-tengah kehamilan yang berdampak terhadap kesehatan bayi. Salah satunya adalah sindrom Mirror yang tergolong langka.

Bagi Mama yang sedang merencanakan program hamil atau pun kini tengah hamil, penting untuk mengetahui apa itu sindrom Mirror. Berikut Popmama.com merangkum informasinya, dilansir dari Very Well Family:

Apa itu Sindrom Mirror?

Apa itu Sindrom Mirror
Pexels/Daryl Wilkerson Jr

Sindrom Mirror adalah istilah lain dari sindrom Ballantyne. Sindrom ini terjadi pada kehamilan ketika janin mengalami kelebihan cairan yang abnormal dan sang Mama mengalami preeklampsia, suatu bentuk hipertensi. 

Sindrom yang juga dikenal sebagai triple edema ini adalah kondisi yang langka. Saat sindrom ini terjadi, bisa menjadi sangat serius dan berpotensi mengancam jiwa. 

Penting mendapatkan diagnosis sedini mungkin agar kondisi ini dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Editors' Picks

Gejala Sindrom Mirror

Gejala Sindrom Mirror
Freepik/Alexander-safonov

Gejala sindrom Mirror harus segera mendapatkan perawatan yang tepat. Terkadang gejala-gejala ini tumpang-tindih dengan kondisi lain, seperti preeklamsia. Gejala sindrom Mirror dapat meliputi:

  • Pembengkakan parah dan signifikan pada beberapa bagian tubuh,
  • tekanan darah yang tinggi,
  • protein yang ditemukan pada urine,
  • kenaikan berat badan signifikan dan berlebihan dalam waktu singkat.

Pada beberapa kasus, sindrom Mirror muncul dalam tes darah melalui hemodilusi. Hemodilusi merupakan suatu kondisi di mana ada lebih banyak plasma dalam darah dan jumlah sel darah merah yang lebih rendah. Ini terjadi karena kelebihan cairan yang menumpuk di dalam tubuh. 

Penyebab Sindrom Mirror

Penyebab Sindrom Mirror
Unsplash/Anastasiia Chepinska

Sindrom Mirror adalah sindrom langka yang penyebabnya masih belum diketahui hingga kini. Namun para ahli percaya sindrom Mirror ini disebabkan oleh hidrops janin. 

Hidrops janin adalah suatu kondisi di mana cairan menumpuk di jaringan janin. Masalah ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, tergantung dari jenis hidrops janinnya. Tetapi masalah ini biasanya berkembang dari komplikasi yang mengganggu kemampuan alami janin untuk mengelola cairan tubuhnya. 

Bagaimana Sindrom Mirror Didiagnosis?

Bagaimana Sindrom Mirror Didiagnosis
Pexels/Martproduction

Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis sindrom Mirror. Sindrom Mirror dapat ditentukan dari hasil tes lain yang dilihat dari beberapa gejala yang tampak, misalnya kelebihan cairan pada janin yang terlihat saat pemeriksaan USG. 

Dari hasil tes yang dilakukan dan gejala-gejala yang tampak atau diamati oleh dokter, di situlah sindrom ini dapat disimpulkan.

Bagaimana Sindrom Mirror Ditangani?

Bagaimana Sindrom Mirror Ditangani
Unsplash/Sharon McCutcheon

Karena sindrom Mirror ini sangat jarang, penangannnya bervariasi tergantung pada situasi yang terjadi. Perawatan yang dilakukan bergantung pada penyebab yang mendasari hidrops janin serta tingkat keparahan preeklampsia-nya. Jika penyebabnya diketahui dan dapat diobati, mengobatinya dapat meringankan gejala sindrom Mirror bagi ibu dan bayinya.

Dalam kasus lain, terutama jika preeklampsia serius, persalinan dapat dilakukan segera. Setelah bayi dilahirkan, staf unit perawatan intensif bayi baru lahir (NICU) akan menangani hidrops dan memberikan perawatan yang tepat, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Jika Mama memiliki gejala sindrom Mirror atau preeklampsia, ini adalah hal serius yang harus segera ditindaklanjuti. Pastikan untuk menyebutkan gejala apa pun yang Mama alami, betapapun kecilnya, kepada dokter atau profesional kesehatan mama.

Semoga informasi ini memberikan wawasan dan informasi bermanfaat ya, Ma. 

Baca Juga:

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.