Ketahui 7 Fakta Menarik Belly Wrapping

Yuk, ketahui dulu 7 fakta menarik belly wrapping sebelum Mama mencobanya

24 Maret 2019

Ketahui 7 Fakta Menarik Belly Wrapping
Pixabay/Markus Distelrath

Ketika perut Mama semakin membesar, keluhan seputar punggung pegal atau nyeri perut bagian bawah, semakin menjadi. Belum lagi tubuh Mama didera kelelahan yang amat sangat karena harus menopang perut.

Ketidaknyamanan ini begitu terasa pada minggu-minggu akhir menjelang persalinan. Dampaknya, pergerakan terbatas, demikian juga dengan aktivitas Mama.

Meski ini bagian dari perjalanan kehamilan, tentu ada solusi tepat untuk menjawab keluhan Mama. Bagaimana dengan memakai sesuatu untuk support perut buncit Mama? Pregnancy belt terdengar pilihan umum. Kali ini, Mama bisa mencoba belly wrapping.

Belly wrapping adalah cara aman untuk memberi dukungan ekstra pada perut Mama selama hamil. Bedanya dengan pregnancy belt atau belly band, Mama bisa memakai selembar kain seperti scarf atau kain gendongan panjang (woven wrap atau stretchy wrap) untuk belly wrapping.

Sudah kebayang? Kalau belum, ikuti PopMama.com menyimak 7 fakta menarik seputar belly wrapping, yuk!

1. Membantu Mama mengatasi keluhan selama hamil

1. Membantu Mama mengatasi keluhan selama hamil
Unsplash/Omar Lopez

Kebanyakan belly wrapping dimulai saat usia kandungan menginjak 7 bulan atau memasuki trimester ketiga. Ini memang masa krusial bagi kehamilan. Selain Mama lebih banyak merasakan keluhan di sana sini, tubuh Mama juga perlu support ekstra untuk menopang beban yang terus bertambah.

Dilansir dari BrookeMaree.com, sebagian besar ibu hamil yang telah mempraktikkan belly wrapping merasakan manfaat berikut.

  • Menjaga stabilitas sendi panggul yang melembut akibat pelepasan hormon relaxin
  • Menopang tubuh ibu hamil yang bobotnya meningkat drastis
  • Membuat pergerakan ibu hamil lebih seimbang
  • Mengurangi nyeri perut bagian bawah, nyeri tulang kemaluan, dan nyeri punggung
  • Mempersiapkan posisi janin pada tempat tepat jelang persalinan

Rupanya melilit perut dengan kain adalah budaya orang Asia. Di Indonesia, Mama tentu tahu tentang bengkung, yakni  teknik membebat perut dengan kain pasca persalinan untuk mengembalikan bentuk tubuh ibu.

Sementara, ibu hamil di Jepang sudah membebat perut mereka sejak kehamilan usia 7 bulan dengan sarashi. Mereka yakin, langkah ini akan bisa mempercepat dan memperlancar proses persalinan kelak.

2. Belly wrapping umum dilakukan oleh orang Asia

Instagram/Yau07 

    Rupanya melilit perut dengan kain adalah budaya orang Asia. Di Indonesia, Mama tentu tahu tentang bengkung, yakni  teknik membebat perut dengan kain pasca persalinan untuk mengembalikan bentuk tubuh ibu.

    Sementara, ibu hamil di Jepang sudah membebat perut mereka sejak kehamilan usia 7 bulan dengan sarashi. Mereka yakin, langkah ini akan bisa mempercepat dan memperlancar proses persalinan kelak.

      3. Ajang latihan memakai baby wrap atau ring sling

      Instagram/Amy Wraps Babies

      Mama tergiur dengan ragam motif cantik baby wrap atau ring sling? Kabar baiknya, boleh-boleh saja Mama membeli gendongan tersebut sekarang. Masa hamil bisa jadi ajang yang tepat untuk membiasakan diri dengan jenis gendongan itu.

      Ya, Mama bisa memakai woven wrap, stretchy wrap, atau ring sling untuk belly wrapping. Banyak kok tutorial di Youtube yang bisa jadi inspirasi.

      Selain itu, belly wrapping juga membantu melemaskan kain (break-in), sehingga saat dipakai menggendong bayi nantinya, Mama akan merasa lebih nyaman.

      Editors' Picks

      4. Lilitan yang tepat memudahkan Mama beraktivitas

      Instagram/Carrying Matters

      Meski belly wrapping berguna dalam support perut Mama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

      • Tetap peka pada sinyal-sinyal yang tubuh Mama rasakan. Jika Mama merasa kurang nyaman dengan belly wrapping, sesak, atau keluhan lain, lebih baik berhenti mencoba.
      • Pastikan Mama tidak membebat atau melilit kain terlalu kencang, yang berisiko membatasi pergerakan dan pertumbuhan janin serta tubuh Mama.

      Pendek kata, lilitan yang tepat pada perut ibu hamil akan memudahkan Mama beraktivitas. Sementara, jika terlalu ketat bisa mengganggu perkembangan janin. Jika terlalu longgar, salah-salah Mama malah kerepotan karena kain yang panjang.

      5. Memperbaiki postur tubuh selama hamil

      Instagram/Mommy Golda

      Ada kecenderungan ibu hamil punya postur membungkuk. Perut membesar semakin menambah kecenderungan itu. Apalagi, bahu dan punggung pun terasa pegal saat harus menopang perut selama 24 jam tanpa support ekstra apapun.

      Belly wrapping bisa memperbaiki postur Mama selama hamil. Dengan dukungan pada punggung bawah dan dada, otomatis tubuh akan menegak. Postur yang baik juga bisa mengurangi rasa pegal, sehingga Mama bisa beraktivitas seperti biasa dengan nyaman.

      6. Cara mudah mempercantik penampilan ibu hamil

      Instagram/Sshacchi

      Jika belly band dipakai di balik pakaian, maka belly wrapping dengan baby wrap atau ring sling bisa Mama pakai sebagai “dekorasi” perut buncit. Ini waktunya Mama memamerkan perut yang kian membesar dengan kain bermotif cantik yang dililit rapi.

      Beberapa ibu hamil malah melilit kain tersebut menyerupai baju. Cukup tambahkan cardigan, dan Mama siap jalan-jalan. Orang lain bisa saja nggak ngeh kalau Mama sedang membebat perut!

      7. Bisa dipakai lagi setelah persalinan

      Instagram/Irma Syahrifat

      Ya, seperti telah disebutkan di atas, kain yang Mama pakai untuk belly wrapping bisa dipakai sebagai bengkung setelah persalinan. Ini bisa jadi alternatif bagi Mama yang merasa kurang nyaman memakai gurita.

      Membebat perut usai persalinan memang praktik lazim di berbagai budaya, termasuk Indonesia. Selain membantu mengembalikan bentuk tubuh Mama seperti sebelum hamil (terutama pada 40 hari masa nifas), bengkung juga bisa mengurangi risiko perdarahan dan rasa nyeri pasca persalinan.

      Namun, sama seperti belly wrapping saat hamil, jangan membebat perut terlalu ketat, khususnya bagi Mama yang menjalani operasi Caesar. Tetap patuhi anjuran dokter ya, Ma.

      Demikian 7 fakta menarik seputar belly wrapping. Gunakan intuisi guna mengenali sejauh mana Mama bisa merasakan manfaat belly wrapping selama kehamilan. Konsultasikan hal ini pada dokter jika Mama masih ragu. Namun, hal terpenting adalah Mama menikmati kehamilan dengan nyaman. Selamat mencoba!

      Topic:

      Berlangganan Newsletter?

      Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
      Daftar sekarang!