7 Hal Tentang Janin Ini Bisa Diprediksi Sejak Masih dalam Kandungan

Adakah di antara informasi ini yang ingin Mama ketahui sejak awal?

9 Desember 2018

7 Hal Tentang Janin Ini Bisa Diprediksi Sejak Masih dalam Kandungan
Pexels/Tracey Shaw

Sejak si Kecil masih berada dalam kandungan, ada beberapa hal yang bisa mulai Mama prediksi. Terutama jika Mama rutin memeriksakan diri ke dokter.

Meski belum tentu akurat 100 persen, namun prediksi ini bisa memberikan gambaran kepada Mama tentang kondisi janin.

Apa saja ya hal-hal penting tentang janin yang mulai bisa Mama dan Papa prediksi sejak dalam kehamilan? Berikut Popmama.com bagikan rangkuman informasinya, Ma:

1. Jenis kelamin

1. Jenis kelamin
Freepik

Ini menjadi salah satu informasi yang paling ingin segera diketahui oleh orang tua. Yang dibutuhkan dalam hal ini adalah sabar menanti, Ma.

Ya, pemeriksaan jenis kelamin janin biasanya sudah mulai bisa dilakukan setelah kehamilan mencapai usia 22 minggu.

Pada waktu ini, pertumbuhan dan perkembangan kelamin biasanya sudah mulai lengkap terbentuk.

Tentu saja, pemeriksaan perlu dilakukan oleh tenaga medis seperti dokter, melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Jika dokter sudah memberikan prediksi jenis kelamin, faktanya belum tentu 100 persen benar ya, Ma. Ada beberapa kasus di mana jenis kelamin bayi yang dilahirkan justru berbeda dengan prediksi saat kehamilan.

Biasanya kondisi ini terjadi karena alat kelamin tidak terlihat jelas saat USG atau tertutup oleh anggota tubuh lainnya.

2. Tanggal perkiraan lahir

2. Tanggal perkiraan lahir
Pexels/Rawpixel.com

Selain jenis kelamin, hal lain yang juga bisa diprediksi saat kehamilan yakni tanggal lahir si Kecil. Rentang waktu ini biasanya dihitung dari hari pertama haid terakhir Mama.

Mulai dari tanggal tersebut hingga 40 minggu kemudian, waktu perkiraan lahir si Kecil pun bisa diketahui, Ma.

Meski kadang maju atau bahkan mundur dari tanggal perkiraan, rentang waktu ini bisa menjadi petunjuk bagi Mama untuk lebih berhati-hati saat bepergian.

Akan jauh lebih baik jika pada rentang waktu perkiraan tersebut Mama tidak dulu pergi terlalu jauh atau pergi seorang diri.

Editors' Picks

3. Berat badan bayi

3. Berat badan bayi
Pexels/Freestocks.org

Ya, berat badan juga menjadi salah satu hal yang bisa diprediksi sebelum bayi dilahirkan, Ma.

Tidak semua dokter akan memberikan informasi tentang berat badan bayi, namun jika Mama ingin tahu seberapa besar ukuran tubuh si Kecil, jangan ragu untuk bertanya pada dokter.

Namun yang paling penting, Mama perlu memahami bahwa angka yang disampaikan oleh dokter adalah perkiraan berdasarkan seberapa besar rahim Mama.

Setelah mengetahui ukuran bayi, biasanya dokter akan memberikan saran tentang diet Mama. Terutama jika dirasakan berat bayi masih kurang atau justru berlebihan.

4. Golongan darah

4. Golongan darah
Pexels/Pixabay

Meski belum bisa diprediksi secara tepat satu jenis golongan darah si Kecil, namun pilihan jenisnya bisa diketahui.

Caranya adalah dengan memberikan informasi apa golongan darah Mama dan Papa.

Dalam ilmu genetika, gen tipe darah memiliki dua alel, setiap alel memiliki genotipe A, B atau O. A dan B bersifat dominan, kemudian O bersifat resesif.

5. Makanan favorit

5. Makanan favorit
Pexels/Trang Doan

Pakar biopsikolog Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, Julie Mennella, menyebutkan bahwa berdasarkan penelitian janin akan berespons terhadap rasa makanan yang dikonsumsi Mama.

Dalam penelitiannya, Mennella secara acak menugaskan sekelompok ibu hamil untuk minum jus wortel secara teratur selama kehamilan atau menyusui, serta kelompok lainnya menghindari asupan wortel.

Mennella menemukan bahwa bayi yang ibunya rutin minum jus wortel lebih menyukai sayuran tersebut saat mulai belajar makan.

Nah, jika Mama ingin si Kecil kelak suka makan sayur dan buah, coba kenalkan variasi asupan tersebut selama kehamilan, ya!

6. Tes genetik

6. Tes genetik
Pexels/Pixabay

Hal lain yang juga bisa mulai diprediksi saat kehamilan adalah tes genetik yang berkaitan dengan kesehatan.

Tes genetika memberikan informasi tentang kondisi apa pun yang mungkin dimiliki oleh si Kecil.

Banyak orang tua yang memilih untuk tidak melakukan screening, tetapi tak sedikit juga yang mau melakukan tes agar siap menghadapi setiap risiko yang mungkin ada di kemudian hari.

Gangguan genetik biasanya disebabkan oleh perubahan gen atau kromosom. Beberapa masalah kesehatan yang mungkin terjadi terkait dengan genetik di antaranya kromosom hilang atau berlebih, serta mutasi genetik.

7. Musik yang disukai

7. Musik disukai
Pixabay/Stevepb

Selain makanan, selera musik si Kecil juga sudah bisa dibentuk dan diprediksi sejak masih berada dalam kandungan.

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa otak janin sudah mampu menganalisis aktivitas saat mendengarkan lagu. Janin yang sering diperdengarkan musik dalam rahim memiliki aktivasi otak yang lebih besar, dibandingkan yang jarang.

Sampai saat ini belum ada bukti bahwa memperdengarkan jenis musik tertentu akan membuat bayi menjadi lebih cerdas, namun setidaknya kebiasaan baik ini dapat membantu menenangkan bayi.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.