Status KLB Hepatitis A di Depok, Apa Bahayanya Bagi Ibu Hamil?

Ingat! Selalu jaga kebersihan diri dan makanan yang Mama konsumsi

7 Desember 2019

Status KLB Hepatitis A Depok, Apa Bahaya Bagi Ibu Hamil
Freepik/user12715979

Kota Depok, Jawa Barat, saat ini sedang menyandang status Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah hepatitis A. Kementerian Kesehatan RI mendata sampai saat ini tercatat ada 171 orang positif hepatitis A, dari sekitar 262 orang yang menjalani pemeriksaan karena memiliki gejala.

Hal ini tentu perlu menjadi perhatian para Mama karena seperti diketahui ibu hamil seringkali mengalami penurunan daya tahan tubuh, sehingga lebih rentan mengalami infeksi.

Perlu diketahui bahwa jalur utama dari penularan virus hepatitis adalah melalui mulut, termasuk hepatitis A. Misalnya melalui makanan yang tercemar dan tidak bersih, serta jika Mama tidak menjaga kebersihan tangan saat makan.

Virus hepatitis mampu bertahan hidup meski sudah melewati asam lambung, jika sampai masuk ke usus pun virus ini bisa berkembang dan menyebar ke organ lainnya. Yuk simak informasi lengkap tentang hepatitis A seperti telah dirangkum Popmama.com berikut ini:

1. Apa itu hepatitis A?

1. Apa itu hepatitis A
Freepik/ Vh-studio

Dikutip dari Healthline, hepatitis A adalah penyakit pada organ hati yang sangat menular yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Namun, tidak seperti hepatitis B dan C, hepatitis A umumnya tidak menyebabkan penyakit hati kronis dan jarang berakibat fatal.

Virus hepatitis A banyak berkembang biak dan menular pada situasi yang tidak bersih. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya hepatitis A.

Termasuk pada ibu hamil, di mana biasanya akan mengalami penurunan daya tahan tubuh dan sistem imun. Berbagai infeksi dari virus, termasuk hepatitis pun, menjadi risiko infeksi yang paling perlu diperhatikan oleh ibu hamil.

2. Gejala dan tanda hepatitis A

2. Gejala tanda hepatitis A
Freepik/Luamduan

World Health Organization (WHO) menyebutkan umumnya tidak ada gejala yang mencolok pada anak usia 6 tahun ke bawah. Sebaliknya, gejala dari hepatitis A lebih mudah dikenali pada orang dewasa. Salah satunya adalah tubuh yang tampak kekuningan (jaundice).

Meskipun sebagian besar kasus hepatitis A bertahan dalam waktu 1-4 minggu, namun beberapa kasus lainnya dapat berlangsung hingga hitungan bulan. Orang yang terinfeksi virus hepatitis A biasanya paling mudah menularkan sebelum gejala muncul dan berlangsung selama infeksi terjadi.

Gejala umum infeksi hepatitis A meliputi:

  • Kelelahan dan demam
  • Mual dan muntah
  • Rasa sakit di perut
  • Perubahan warna feses dan urine
  • Kehilangan selera makan
  • Nyeri sendi
  • Kuning pada kulit dan mata

Setelah seseorang pulih, mereka memiliki antibodi terhadap hepatitis A yang memberikan kekebalan seumur hidup terhadap penyakit tersebut. Namun, ada kasus yang jarang di mana hepatitis A kembali kambuh beberapa bulan setelah infeksi awal.

Editors' Picks

3. Siapa yang berisiko kena hepatitis A?

3. Siapa berisiko kena hepatitis A
Freepik/Chajamp

Orang dengan risiko tertinggi untuk infeksi hepatitis A adalah mereka yang melakukan kontak pribadi dengan orang yang terinfeksi. Faktor risiko lain termasuk bepergian ke negara-negara dengan tingkat hepatitis A tinggi atau menengah, terutama Asia (kecuali Jepang), Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Selatan dan Tengah.

Adanya riwayat dengan penyakit hati kronis dan memiliki kelainan pembekuan darah juga menjadi salah satu faktor risiko hepatitis A yang perlu dipahami.

Pun demikian jika Mama berada pada lingkungan yang sama dengan pasien hepatitis A, serta memiliki kebiasaan kebersihan diri yang kurang.

4. Penyebaran virus hepatitis A

4. Penyebaran virus hepatitis A
Freepik/Kjpargeter

HAV dikeluarkan melalui kotoran orang yang terinfeksi. Penyebarannya sebagian besar melalui kontak langsung orang-ke-orang dan paparan air, serta persediaan makanan yang terkontaminasi. Hepatitis A juga dapat ditularkan melalui kontaminasi darah langsung, seperti berbagi jarum dengan orang yang terinfeksi.

Seperti dalam kasus KLB hepatitis A di Depok, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr Anung Sugihantono, mengatakan wabahnya berasal dari seorang petugas kebersihan yang bekerja di SMP Negeri 20 Depok. Ia bekerja sambilan sebagai pedagang makanan di kantin sekolah.

Berdasarkan hasil investigasi, ditemukan bahwa petugas kebersihan tersebut mengakui tidak bersih dalam mencuci tangan. Bahan-bahan makanan yang disajikan pun tidak dicuci dengan benar. Kebiasaan tersebut berdampak pada penyebaran virus hepatitis A.

5. Bahaya hepatitis A pada ibu hamil

5. Bahaya hepatitis A ibu hamil
Freepik/Pressfoto

Selama kehamilan, infeksi hepatitis A dapat dikaitkan dengan risiko persalinan prematur yang lebih tinggi, terutama jika infeksi terjadi selama trimester kedua atau ketiga. Peningkatan risiko lain yang terkait dengan infeksi hepatitis A mungkin termasuk:

  • Kontraksi uterus prematur
  • Solusio plasenta
  • Ketuban pecah dini

Hepatitis A biasanya tidak menimbulkan risiko khusus bagi ibu hamil atau bayi. Infeksi pada tubuh Mama pun biasanya tidak akan menular pada bayi. Namun diperlukan pengobatan, perawatan serta pantauan dari dokter jika Mama benar terdiagnosis hepatitis A saat hamil.

Dilansir Baby Med, tindakan untuk hepatitis A termasuk salah satunya pemberian suntikan normal human immunoglobulin (NIGH) bersamaan dengan vaksin hepatitis A. NIGH menyediakan kekebalan sementara terhadap virus hepatitis A, sampai vaksin mulai bekerja.

Vaksin hepatitis A dianggap aman untuk diberikan selama kehamilan dan dapat bertahan hingga 12 bulan. Jika Mama berencana untuk bepergian ke wilayah yang memiliki risiko tinggi hepatitis A selama kehamilan, diskusikan dengan dokter terlebih dahulu apakah perlu diberikan vaksinasi hepatitis A paling tidak dua minggu sebelum keberangkatan. Vaksin umum tersedia untuk HAV dan mudah didapat.

Vaksin ini diberikan dalam dua kali suntikan, dengan jeda suntikan kedua diberikan 6-12 bulan setelah suntikan pertama.

Ibu dengan hepatitis A bisa menyusui bayinya, yang penting jangan lupa untuk mencuci tangan dengan air hangat dan sabun sebelum menyentuh payudara dan puting. Terutama setelah pergi ke toilet atau mengganti popok bayi.

Utamanya, untuk mencegah terkena hepatitis A, cobalah untuk menghindari aktivitas berisiko tinggi. Juga, pastikan untuk menjaga kebersihan. Jangan lupa selalu mencuci tangan setelah memegang makanan mentah dan setelah menggunakan toilet.

Demikian informasi tentang hepatitis A yang penting untuk Mama ketahui. Jaga selalu kebersihan untuk mencegah terinfeksi virus ini ya, Ma!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!