Sulit Tidur Nyenyak di Trimester Ketiga Kehamilan, Wajar atau Tidak?

Apakah Mama juga mengalaminya?

16 November 2018

Sulit Tidur Nyenyak Trimester Ketiga Kehamilan, Wajar atau Tidak
Pixabay/DanaTentis

Memasuki trimester ketiga kehamilan, salah satu masalah yang kerap dikeluhkan oleh para ibu hamil adalah sulit tidur nyenyak.

Selain efek hormonal, kondisi ini juga terjadi karena Mama sulit merasa nyaman dengan perut yang sudah bertumbuh semakin besar.

Apabila Mama juga mengalaminya, Mama perlu tahu beberapa faktor penyebab dan hal-hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki pola tidur selama hamil.

Berikut Popmama.com bagikan rangkuman informasinya untuk Mama:

1. Penyebab sulit tidur

1. Penyebab sulit tidur
Pexels/Kha Ruxury

Seperti disebutkan sebelumnya, saat memasuki trimester ketiga pada umumnya perut Mama sudah akan menjadi lebih besar.

Kondisi ini pun membuat Mama sulit berbaring dengan nyaman. Napas pun seringkali terasa lebih berat dan sesak.

Beberapa hal lainnya yang juga membuat Mama sulit tidur di trimester ketiga yakni nyeri punggung, kram di kaki, mual, kaki kesemutan, pergerakan janin yang kian aktif, serta kulit gatal.

Semua ini masih menjadi hal yang wajar dialami oleh para ibu hamil kok, Ma. Namun apabila dirasa sudah semakin mengganggu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

2. Peningkatan frekuensi buang air kecil

2. Peningkatan frekuensi buang air kecil
Pexels/Tookapic

Selain karena ukuran perut yang semakin besar, salah satu hal lainnya yang juga bisa membuat Mama sulit tidur adalah frekuensi buang air kecil yang semakin meningkat.

Kondisi ini pada dasarnya juga tergolong wajar. Ini karena janin yang tumbuh semakin besar mulai menekan kandung kemih Mama.

Namun demikian, bukan berarti lantas Mama harus mengurangi minum air putih, ya. Sangat penting bagi Mama dan janin untuk tetap terhidrasi selama kehamilan.

Jika memungkinkan, biasakan untuk buang air kecil terlebih dahulu sebelum pergi tidur, Ma. Ini supaya Mama bisa tidur lebih nyenyak karena kandung kemih sudah dikosongkan terlebih dahulu.

Editors' Picks

3. Pengaruh kurang tidur terhadap janin

3. Pengaruh kurang tidur terhadap janin
Freepik/Pressfoto

Kekhawatiran yang kerap dialami oleh ibu hamil saat mengalami masalah pada pola tidurnya adalah efek ke janin.

Secara langsung saat Mama sulit tidur tidak akan membahayakan janin. Namun jika terjadi terus-menerus, kondisi ini juga membuat Mama cepat lelah dan kehabisan tenaga.

Masalah gangguan tidur yang terjadi mendekati waktu persalinan juga disebut-sebut bisa membuat tubuh Mama jadi kurang bertenaga nantinya.

Oleh sebab itu, Mama pun sebaiknya menyempatkan waktu untuk rutin beristirahat selagi bisa. Jika tidur malam dirasa sulit, Mama bisa tidur di siang hari.

Cuti lebih awal juga bisa dilakukan oleh Mama yang bekerja. Saat sudah mulai cuti, manfaatkan waktu yang ada untuk istirahat.

4. Tips mengatasi masalah tidur

4. Tips mengatasi masalah tidur
Pexels/Tim Gouw

Ada beberapa hal yang bisa Mama lakukan untuk membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Salah satunya adalah membuat tempat tidur dan kamar menjadi nyaman.

Tempat tidur yang nyaman penting karena membantu menyangga tulang belakang Mama. Pastikan juga Mama memiliki bantal yang empuk dan lembut, sehingga bisa membantu mengurangi nyeri punggung.

Sediakan juga lampu tidur yang tidak terlalu terang, atau mungkin benar-benar padamkan lampu menjelang waktu tidur. Singkirkan dulu gadget jika sudah berada di tempat tidur.

Jadikan kamar sebagai ruangan untuk beristirahat, bukan untuk bekerja atau bermain gadget.

Adanya cahaya buatan dapat membuat produksi hormon melatonin terganggu, sehingga siklus tidur Mama pun terganggu.

5. Posisi tidur saat hamil

5. Posisi tidur saat hamil
Pexels/Burst

Tidur dalam posisi menyamping ke kiri diyakini sebagai posisi tidur terbaik selama kehamilan. Posisi ini membuat aliran darah di dalam tubuh Mama menjadi lebih lancar.

Namun demikian, semua kembali pada tingkat kenyamanan Mama sendiri. Jika dengan posisi ini Mama justru tidak bisa tidur nyenyak, Mama bisa menggantinya.

Untuk membantu menopang tubuh saat tidur menyamping, Mama bisa memeluk bantal khusus ibu hamil atau guling.

Tidur telentang juga bisa Mama lakukan, hanya saja hindari benar-benar berbaring datar karena bisa membuat perut Mama terasa berat. Siapkan sandaran di punggung, sehingga posisi tidur Mama agak sedikit tegak.

Yuk istirahat dulu, Ma. Berikan waktu bagi tubuh Mama untuk memulihkan diri dan kembali berenergi untuk melakukan aktivitas.

Baca juga: Bahaya Posisi Tidur Miring Membuat Jari Kesemutan Saat Bangun Tidur

Baca juga: Posisi Tidur Ibu Hamil Di Kehamilan Trimester Kedua agar Lebih Nyaman