Saat hamil, tubuh mengalami perubahan yang signifikan. Tak hanya secara tampilan luar tapi organ tubuh juga beradaptasi dengan perubahan tersebut.
Tidak heran bila Mama sering merasa lebih sering buang air kecil selama masa kehamilan. Dilansir dari Parents, hormon kehamilan merangsang ginjal untuk mengembang dan menghasilkan lebih banyak urin sehingga membantu tubuh membuang 'kotoran' lebih cepat.
Pada trimester pertama, sering buang air kecil dianggap sebagai salah satu tanda hamil. Selain perubahan hormon yang meningkatkan produksi urin, rahim juga berkembang dan menekan kandung kemih, bahkan ketika bayi masih berbentuk janin.
Sementara pada trimester kedua, perasaan ingin buang air kecil terus-menerus biasanya berkurang. Itu karena rahim yang mulai membesar dan naik lebih tinggi jauh dari kandung kemih. Berbeda ketika memasuki trimester tiga.
Pada bulan-bulan terakhir kehamilan, keinginan bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil akan lebih sering. Itu karena bayi turun lebih rendah ke panggul dalam persiapan melahirkan sehingga memberikan tekanan pada kandung kemih.
Mungkin selama trimester tiga, Mama akan sering ke kamar mandi untuk kencing pada malam hari. Jika mengganggu tidur Mama, ada baiknya mengurangi minum setelah pukul 16.00. Namun pastikan sudah minum enam hingga delapan gelas air mineral dalam satu hari.
Tidak masalah sebenarnya minum banyak setelah waktu sore. Akan tetapi, Mama harus rajin buang air kecil. Jangan menahan kencing saat hamil. Banyak risiko yang bisa terjadi pada Mama dan bayi dalam kandungan.
Popmama.com sudah merangkum risiko dan bahaya yang mungkin terjadi kalau Mama menahan kencing saat hamil.
