Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI
Meskipun ini termasuk risiko jangka panjang, namun ibu hamil perlu waspada.
Selama kehamilan, sistem kekebalan tubuh mama sedikit menurun, yang bisa membuat mekanisme perbaikan sel kulit terhadap kerusakan DNA akibat sinar UV menjadi kurang efisien.
Selain itu, tahi lalat yang sudah ada di tubuh mama mungkin akan berubah bentuk atau membesar karena hormon. Paparan UV berlebih bisa memperparah perubahan ini dan meningkatkan risiko keganasan sel kulit di kemudian hari.
Itulah beberapa bahaya sinar UV untuk ibu hamil yang wajib diwaspadai.
Jadi, pastikan Mama selalu memakai topi lebar, baju tertutup, dan tabir surya (sunscreen) fisik yang aman saat harus beraktivitas di luar ruangan.
Kapan waktu aman untuk ibu hamil berjemur? | Waktu terbaik untuk mendapatkan vitamin D tanpa risiko UV yang berbahaya adalah di pagi hari, sebelum pukul 10.00. Cukup berjemur selama 10-15 menit saja. |
Jenis sunscreen apa yang aman untuk ibu hamil? | Pilihlah physical sunscreen atau mineral sunscreen yang mengandung Titanium Dioxide atau Zinc Oxide. Hindari chemical sunscreen yang mengandung Oxybenzone karena dikhawatirkan dapat menyerap ke aliran darah dan memengaruhi hormon. |
Apakah baju bisa melindungi perut dari sinar UV? | Bisa, namun tergantung jenis bahannya. Baju berwarna gelap atau yang memiliki label UPF (Ultraviolet Protection Factor) lebih efektif menahan sinar UV agar tidak menembus ke kulit perut mama dibandingkan kaos tipis berwarna terang. |