Terapi bekam umumnya tidak disarankan untuk ibu hamil karena terdapat sejumlah risiko yang perlu dipertimbangkan, baik terhadap kondisi Mama maupun janin di dalam kandungan.
Terlebih, keamanan bekam selama kehamilan belum didukung oleh bukti medis yang cukup kuat. Berikut beberapa alasan mengapa ibu hamil sebaiknya menghindari terapi bekam:
Penggunaan alat bekam pada titik-titik tertentu, terutama di area perut dan punggung bagian bawah, dikhawatirkan dapat memberikan rangsangan pada tubuh. Kondisi tersebut berpotensi memicu kontraksi rahim, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap kontraksi sebelum waktunya atau keguguran.
Pada bekam basah, kulit akan mendapatkan sayatan kecil sebelum dilakukan proses pengeluaran darah. Tindakan tersebut dapat membuka jalan masuk bagi bakteri atau kuman apabila prosedur, alat, maupun lingkungan tidak terjaga kebersihannya. Selama kehamilan, menjaga kondisi tubuh dari infeksi menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.
Proses pengeluaran darah maupun respons tubuh terhadap rasa sakit saat terapi dapat menyebabkan sebagian orang merasa pusing, lemas, atau mengalami penurunan tekanan darah. Jika tekanan darah turun secara signifikan, kondisi tersebut dapat memengaruhi sirkulasi darah yang dibutuhkan selama kehamilan.
Salah satu pertimbangan terbesar adalah masih terbatasnya penelitian mengenai keamanan terapi bekam selama kehamilan. Efek yang mungkin ditimbulkan terhadap janin juga belum diketahui secara pasti, sehingga pendekatan yang lebih hati-hati umumnya dianjurkan.
Demikian informasi mengenai bolehkah ibu hamil bekam. Ada baiknya, hindari dulu terapi satu ini selama mengandung ya, Ma.