Jerawat saat hamil merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Perubahan hormon selama kehamilan bisa meningkatkan produksi minyak (sebum) di kulit sehingga memicu jerawat.
Jika tidak dirawat dengan benar, jerawat ini berisiko meninggalkan bekas atau jaringan parut (acne scar) yang bisa sulit untuk dihilangkan.
Belum lagi, warna bekas jerawatnya tidak hanya kehitaman atau PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation). Bagi beberapa ibu hamil bekas jerawat juga bisa menjadi PIE (Post-Inflammatory Erythema) atau kemerahan di kulit.
Lantas bagaimana agar ibu hamil minim bekas jerawat? Belum lagi tidak sembarang obat totol penghilang jerawat boleh untuk digunakan.
Untuk lebih jelasnya, berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai cara mencegah bekas jerawat saat hamil nih!
