Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Cara Mencegah Bekas Jerawat saat Hamil, Kuncinya Telaten
Freepik
  • Perubahan hormon saat hamil dapat memicu jerawat, dan jika tidak dirawat dengan benar bisa meninggalkan bekas seperti PIH atau PIE pada kulit.

  • Pencegahan dilakukan dengan tidak memencet jerawat, membersihkan wajah lembut, memakai sunscreen aman, serta menjaga hidrasi kulit menggunakan skincare yang sesuai untuk ibu hamil.

  • Kebersihan benda yang sering menyentuh wajah seperti sarung bantal dan rambut juga penting dijaga agar bakteri tidak memperparah kondisi jerawat selama kehamilan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Panduan mengenai cara mencegah munculnya bekas jerawat selama masa kehamilan dengan langkah-langkah perawatan kulit yang aman bagi ibu hamil.
  • Who?
    Ibu hamil yang mengalami jerawat akibat perubahan hormon serta para dokter dan dermatolog yang memberikan saran perawatan kulit aman selama kehamilan.
  • Where?
    Informasi ini berlaku secara umum untuk perawatan kulit di rumah dan dapat diterapkan oleh ibu hamil di berbagai wilayah.
  • When?
    Diterapkan selama masa kehamilan, terutama ketika muncul jerawat atau tanda-tanda peradangan pada kulit wajah.
  • Why?
    Perubahan hormon saat hamil meningkatkan produksi minyak di kulit sehingga memicu jerawat yang berisiko meninggalkan bekas jika tidak dirawat dengan benar.
  • How?
    Dengan tidak memencet jerawat, membersihkan wajah lembut dua kali sehari, memakai sunscreen aman, menjaga hidrasi kulit, serta menjaga kebersihan benda yang menyentuh wajah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jerawat saat hamil merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Perubahan hormon selama kehamilan bisa meningkatkan produksi minyak (sebum) di kulit sehingga memicu jerawat. 

Jika tidak dirawat dengan benar, jerawat ini berisiko meninggalkan bekas atau jaringan parut (acne scar) yang bisa sulit untuk dihilangkan. 

Belum lagi, warna bekas jerawatnya tidak hanya kehitaman atau PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation). Bagi beberapa ibu hamil bekas jerawat juga bisa menjadi PIE (Post-Inflammatory Erythema) atau kemerahan di kulit.

Lantas bagaimana agar ibu hamil minim bekas jerawat? Belum lagi tidak sembarang obat totol penghilang jerawat boleh untuk digunakan.

Untuk lebih jelasnya, berikut Popmama.com rangkum informasi mengenai cara mencegah bekas jerawat saat hamil nih!

Deretan Cara Mencegah Bekas Jerawat saat Hamil

1. Jangan memencet jerawat

Pexels/Polina Tankilevitch

Memencet atau mengorek jerawat menjadi salah satu penyebab utama munculnya bekas jerawat. Dikutip dari Mayo Clinic, ketika jerawat dipencet, kulit bisa mengalami peradangan yang lebih dalam dan meningkatkan risiko infeksi serta terbentuknya jaringan parut. 

Oleh karena itu, dokter menyarankan untuk membiarkan jerawat sembuh secara alami. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi peradangan atau rasa tidak nyaman karena jerawat. Pertama, Jika jerawat terasa nyeri, kompres dengan air hangat. 

Kedua, gunakan spot treatment yang aman untuk ibu hamil seperti azelaic acid setelah berkonsultasi dengan dokter.

2. Bersihkan wajah secara lembut dan rutin

Pexels/Ron Lach

Membersihkan wajah dua kali sehari dengan pembersih yang lembut dapat membantu mencegah penyumbatan pori. Namun, mencuci wajah terlalu sering atau menggunakan scrub kasar justru dapat mengiritasi kulit dan memperparah jerawat.

Tipsnya, gunakan sabun wajah yang mild dan non-comedogenic. Hindari scrub kasar atau peeling yang terlalu kuat serta gunakan air hangat, bukan air panas.

3. Gunakan sunscreen saat keluar rumah

Freepik

Ketika kulit sedang berjerawat, paparan sinar matahari bisa membuat bekas jerawat semakin gelap. Tentu ini akan membuatnya lebih sulit memudar.

Dikutip dari American Academy of Dermatology menyebut penggunaan tabir surya minimal SPF 30 bisa mencegah hal itu tersebut. Utamakan kandungan sunscreen yang digunakan mengandung zinc oxide atau titanium dioxide karena lebih aman dan lembut untuk kulit ibu hamil.

Tipsnya yakni gunakan sunscreen setiap pagi, pakai ulang setiap 2–3 jam jika beraktivitas di luar, dan menggunakan topi atau payung untuk perlindungan tambahan.

4. Tetap menghidrasi kulit, lalu gunakan skincare yang aman untuk ibu hamil

Freepik

Beberapa bahan perawatan jerawat dianggap relatif aman digunakan selama kehamilan. Beberapa dermatolog menyebut terapi topikal seperti benzoyl peroxide dan azelaic acid sering digunakan sebagai pilihan pertama untuk jerawat ringan hingga sedang pada ibu hamil.

Sebaliknya, bahan seperti retinoid atau isotretinoin harus dihindari karena berisiko terhadap perkembangan janin.

Selain skincare untuk menanggulangi jerawat, perlu juga menjaga agar kulit tetap lembap. Jika kulit sedang meradang dan banyak jerawat, pilih pelembap yang bersifat non-comedogenic agar kulit tetap elastis dan proses pemulihan jaringan kulit berjalan optimal.

5. Menjaga kebersihan benda yang menyentuh wajah

Pexels/Niels dari Slaapwijsheid.nl

Jerawat juga bisa muncul karena bakteri dan minyak dari benda yang sering bersentuhan dengan kulit. Beberapa kebiasaan kecil seperti menyentuh wajah, rambut yang kotor, atau sarung bantal yang jarang diganti dapat memperparah jerawat.

Jerawat pun bisa muncul karena seprai yang jarang diganti, lho. Tipsnya, ganti sarung bantal minimal seminggu sekali. Lalu, hindari menyentuh wajah terlalu sering dan ikat rambut jika mudah menyentuh wajah.

Itulah tadi informasi mengenai cara mencegah bekas jerawat saat hamil. Semoga membantu ya, Ma.

Editorial Team