Walaupun menurut dokter dalam kisah Alma mengatakan kondisi sindrom werewolf tak dipengaruhi oleh perilaku makan saat hamil, Mama tentu saja tetap harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi, apalagi pada trimester ketiga.
Demi menjaga kesehatan selama kehamilan, Mama tidak diperbolehkan untuk makan sembarangan, lho. Usut punya usut, pola makan sembarangan berisiko tinggi menyebabkan listeriosis yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya pada janin.
Listeriosis adalah penyakit infeksi yang muncul sebagai akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes. Perlu Mama ketahui, ibu hamil sangat rentan terhadap ini, terutama di usia kehamilan trimester ketiga karena sistem kekebalan tubuh cenderung menurun.
Infeksi bakteri listeria ternyata bisa tidak menimbulkan gejala apa pun. Seandainya muncul gejala, itu biasanya akan muncul setelah 2 hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan setelah ibu hamil mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri jenis ini.
Adapun gejalanya hampir mirip filu ringan, seperti sakit kepala, demam, mual dan muntah, nyeri otot, sakit tenggorokan, hingga diare. Dalam beberapa kasus, listeriosis bisa menyerang sistem saraf dan membuat leher kaku, linglung, atau bahkan kejang. Walau begitu, kasus seperti itu jarang sekali terjadi.
Pada saat terinfeksi, efeknya ternyata tidak hanya dirasakan oleh ibu hamil saja, tetapi juga bisa menular ke janin melalui plasenta. Akibatnya, ibu hamil yang terinfeksi dapat mengalami keguguran, kelahiran prematur, bayi lahir dengan infeksi berat, bahkan janin bisa meninggal dalam kandungan.