Penyebab, Gejala dan Penanganan Bronkitis Saat Hamil

Ketahui penyebab dan cara mengatasinya yuk, Ma!

4 Desember 2019

Penyebab, Gejala Penanganan Bronkitis Saat Hamil
Happyfamilyorganics.com

Penyakit bronkitis adalah salah satu penyakit yang terjadi pada saat salah satu bagian vital paru-paru yakni bronkial meradang hingga membengkak. Bagian bronkial ini memiliki fungsi penting untuk membawa udara ke paru-paru, sehingga pada akhirnya kondisi bronkitis bisa sangat mengganggu dan berbahaya, khususnya bila terjadi pada ibu hamil.

Hal ini juga pernah dialami oleh salah seorang seleb Mom Hollywood, Jessica Simpson yang menuliskan di laman Instagram-nya pada beberapa bulan lalu. Dalam postingan-nya, Jessica mengatakan bronkitis yang dialaminya ini menjadi sangat buruk sehingga ia harus dirawat di rumah sakit selama satu minggu.

Meskipun harus menjalani perawatan yang melelahkan, Jessica beryukur karena kondisi bayi yang ada di dalam kandungannya dalam kondisi sehat dan selalu dipantau setiap waktu.

Melihat pada kondisi yang dialami Jessica Simpson, sebenarnya apa saja gejala, penyebab, dan risiko bronkitis pada ibu hamil? Yuk simak jawaban yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Apa itu bronkitis?

1. Apa itu bronkitis
Freepik

Bronkitis adalah kondisi ketika dinding bagian dalam saluran pernapasan utama pada paru-paru atau bronkial terinfeksi dan meradang.

Ketika aliran udara pada bagian bronkial terserang iritasi, maka akan terbentuk lendir yang cukup tebal di dalamnya. Jika lendir tersebut semakin tebal, makan tentu saja akan semakin menyumbat dan menghalangi udara untuk mencapai ke paru-paru.

Jika sudah mengalami bronkitis, hasilnya adalah batuk berdahak yang banyak menghasilkan lendir, dada sesak dan kesulitan bernapas.

Ada dua jenis bronkitis yang bisa terjadi, diantaranya :

  • Bronkitis akut, yang mana lebih umum dialami dan biasanya terjadi selama beberapa minggu dan akan membaik seiring berjalannya waktu.
  • Bronkitis kronis, bronkitis yang lebih serius dan bisa terjadi kembali beberapa kali dan berdampak cukup fatal.

2. Penyebab dan gejala bronkitis

2. Penyebab gejala bronkitis
Freepik/katemangostar

Peradangan kronis yang terjadi pada bronkus dapat dipengaruhi karena berbagai faktor, yang utama biasanya adalah karena merokok. Selain itu sering menghirup udara debu, polusi, dan asap juga dapat menyebabkan terjadinya bronkitis kronis.

Selama kehamilan, kondisi ini patut diwaspadai untuk menghindari berbagai komplikasi juga dampak pada Mama maupun janin. Gejala-gejala awal bronkitis diantaranya adalah:

  • Batuk kering
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas
  • Mengantuk, lemah, mudah marah, dan kelelahan
  • Demam

Umumnya bronkitis disebabkan oleh virus, sehingga dokter akan menyarankan penderitanya untuk beristirahat, minum banyak cairan, minum obat untuk pereda demam dan mungkin juga menggunakan obat penekan batuk.

Jika biasanya perawatan bronkitis tidak memerlukan rawat inap, pada kasus Jessica yang tengah hamil tentunya dokter memberikan perawatan intensif untuk menghindari kondisinya semakin menurun dan berubah menjadi paru-paru basah yang bisa menyebabkan kematian.

Editors' Picks

3. Risiko bronkitis saat hamil

3. Risiko bronkitis saat hamil
Freepik

Ada beberapa dampak dan risiko dari ibu hamil yang mengalami bronkitis selama masa kehamilan, diantaranya adalah:

1. Sesak napas

Saat mengalami bronkitis, seseorang biasanya akan menjadi lebih mudah sesak nafas karena terjadi peradangan pada dinding bronkial. Jika pada kondisi sehat saja ibu hamil sering merasa sesak napas karena janin yang terus tumbuh, sehingga kondisi bronkitis ini sangat dikhawatirkan menambah sesak bagi ibu hamil.

2. Kehilangan nafsu makan

Pada ibu hamil, kondisi seperti ini tentu saja bisa sangat berbahaya karena asupan gizi saat hamil menjadi modal penting untuk tumbuh kembang janin dan kesehatan Mama yang mengandung.

3. Pengobatan yang mempengaruhi janin

Karena disebabkan oleh virus, tentunya selain antibiotik, berbagai asupan obat keras lainnya bisa sedikit atau banyak memengaruhi janin. Biasanya dokter akan menyarankan untuk istirahat yang cukup sebagai bagian terpenting pengobatan bronkitis.

4. Pneumonia

Pneumonia atau paru-paru basah juga bisa bermula karena bronkitis yang semakin menyebar. Tentu saja kondisi seperti ini sangat bahaya untuk ibu hamil, sehingga dibutuhkan penanganan intensif.

4. Cara penanganan bronkitis pada ibu hamil

4. Cara penanganan bronkitis ibu hamil
Parents.com

Jika Mama memiliki riwayat bronkitis dan hal itu kembali datang ketika sedang mengandung, Mama dapat memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam (SpPD) dan juga dokter spesialis kandungan (SpOG). Hal ini agar keadaan Mama dapat lebih terjaga oleh dua dokter spesialis sekaligus.

Penanganan yang bisa Mama lakukan adalanya melakukan banyak istirahat di rumah dan mengonsumsi makanan bergizi yang cukup selama hamil.

Selain itu, merokok sangat tidak dianjurkan bagi ibu hamil terlebih jika mengalami bronkitis. Sebisa mungkin hindari paparan asap rokok atau debu, Mama bisa mengunakan masker ketika berada di luar rumah.

Itulah serba-serbi perihal bronkitis yang terjadi pada ibu hamil. Semoga bermanfaat dan seamat menjalani kehamilan yang sehat ya, Ma!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!