Pendarahan Setelah Perut Terbentur Saat Hamil Tua, Berbahayakah?

Ketahui juga 3 fakta pentingnya!

8 November 2019

Pendarahan Setelah Perut Terbentur Saat Hamil Tua, Berbahayakah
Freepik/Dragana_Gordic

Ketika masuk masa kehamilan, pasti Mama akan sangat berhati-hati dalam melakukan aktivitas.

Bahkan, ada yang mengurangi aktivitas agar kehamilannya tidak terganggu. Namun, meski sudah sangat hati-hati, terkadang ada saja hal yang tak diprediksi terjadi, misalnya perut tak sengaja tertekan dengan sesuatu.

Mungkin ketika mengalami hal ini, Mama akan ketakutan, cemas, dan khawatir. Takut jika terjadi apa-apa dengan si Janin.

Namun sebenarnya, apakah berbahaya jika perut ibu hamil tertekan bahkan hingga terjadi pendarahan?

Apakah tekanan pada perut akan memengaruhi kondisi janin?

Nah, untuk menjawab itu semua, berikut Popmama.com telah merangkum 3 informasi pentingnya.

1. Tak perlu dikhawatirkan jika perut mengalami benturan ringan

1. Tak perlu dikhawatirkan jika perut mengalami benturan ringan
Freepik/free photo

Banyak ibu hamil yang cemas jika perutnya tertekan atau tertindih sesuatu.

Mungkin, tekanan yang didapat tidak sengaja, misalnya terbentur meja, tak sengaja terpukul oleh anak balita, atau tertekan ketika menggendong bayi.

Lalu, apakah kondisi ini membuat janin di dalam kandungan mengalami gangguan tertentu?

Sebenarnya, hal ini tergantung dengan seberapa keras tekanan yang diterima perut ibu hamil.

Jika memang tak begitu keras, maka jangan khawatir, pasalnya janin sudah memiliki berbagai pelindung yang sudah disiapkan sesaat setelah pembuahan.

Namun, terkadang hal ini juga tergantung dengan masing-masing usia kehamilan. Banyak yang menganggap semakin tua usia kehamilan maka akan semakin berisiko dan harus ekstra hati-hati.

Sebenarnya hal ini tak sepenuhnya salah kok, Mama memang harus lebih waspada. Namun, jika tekanan yang didapatkan karena menggendong anak balita, maka tak perlu cemas.

Janin terlindungi dengan cairan ketuban dan plasenta, sehingga tekanan tersebut tidak akan terlalu dirasakan oleh si Bayi dalam kandungan.

Jadi, jangan langsung panik jika perut yang sedang hamil itu tertekan sesuatu, tubuh sudah dirancang sekuat mungkin untuk melindungi si Janin dari cairan ketuban, dinding rahim, hingga otot-otot perut.

Editors' Picks

2. Bagaimana cara tahu apakah janin baik-baik saja?

2. Bagaimana cara tahu apakah janin baik-baik saja
webmd.com

Jika memang tekanan yang Mama dapatkan sangat keras hingga mengalami pendarahan, maka jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Biasanya, dokter akan menganjurkan agar Mama melakukan berbagai tes kesehatan lengkap, termasuk USG. Dari pemeriksaan tersebut, Mama dapat mengetahui kondisi janin secara pasti.

Ketika memeriksakan diri ke dokter setelah mengalami trauma akibat tekanan pada perut, maka ada beberapa hal yang harus dipastikan ke dokter, yaitu:

  • Apakah gejala yang Mama alami saat ini normal?
  • Seperti apa gejala yang tidak normal dan kapan harus ke dokter setelah mengalami trauma?
  • Trauma seperti apa yang berbahaya?
  • Kegiatan apa yang haru dihindari untuk mencegah komplikasi kehamilan terjadi?

Pastikan bahwa Mama mendapatkan semua jawaban tersebut dari sang Dokter, sehingga Mama tahu apa yang selanjutnya harus dilakukan jika terjadi trauma yang tak diinginkan.

3. Tanda bahaya pada ibu hamil setelah perut terbentur

3. Tanda bahaya ibu hamil setelah perut terbentur
Freepik/Comzeal

Biasanya, bila kecelakaan atau trauma yang dialami ibu hamil cukup parah, maka akan terjadi perdarahan.

Nah, ketika kondisi ini terjadi maka Mama harus buru-buru periksa ke dokter, karena hal tersebut menandakan bahwa terjadi sesuatu dengan kehamilan.  

Berikut ini tanda bahaya pada ibu hamil setelah perutnya terbentur:

  • Mengalami perdarahan ataupun flek
  • Keluar cairan ecara tiba-tiba dari vagina seperti mengompol
  • Perut terasa panas, kencang, atau nyeri
  • Tidak merasakan gerakan janin dalam 2x24 jam

Karena adanya keluhan nyeri perut dan perdarahan (harus dipastikan perdarahan dari vagina atau bukan), maka disarankan agar Mama memeriksakan kehamilan pada dokter kandungan terlebih dahulu.

Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi janin dan kandungan misalnya dengan melakukan USG.

Selanjutnya jika diperlukan, dokter bisa memberikan penanganan yang tepat untuk Mama.

Sembari menunggu ke dokter, sebaiknya Mama beristirahat cukup, berbaring miring ke kiri, dan hindari mengangkat benda berat.

Nah, itulah ketiga informasi penting terkait pendarahan setelah perut ibu hamil terbentur.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!