TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Perut Bayi Baru Lahir Buncit, Wajarkah?

Apakah bayi mama juga mengalaminya?

Freepik/KamranAydinov

Bayi baru lahir pasti terlihat menggemaskan. Namun, ada kalanya Mama merasa ada sesuatu yang aneh pada tubuh si Kecil, misalnya perut yang membuncit dan tambak bulat. Bahkan terkadang, bagian perut si Kecil lebih menonjol dibanding bagian tubuh lainnya. 

Kondisi tersebut seringkali membuat banyak mama khawatir. Perut si Kecil akan terus membuncit setelah mengonsumsi ASI. Apakah kondisi tersebut normal terjadi? 

Wajarkah perut bayi baru lahir buncit dan bulat? Berikut ini rangkuman penjelasan dari Popmama.com yang dilansir dari livestrong.com. 

Berapa Lingkar Perut Bayi Normal?

Freepik/Yanalya

Hingga saat ini belum ada ketentuan tetap seputar lingkar perut bayi yang baru lahir. Pasalnya, setiap bayi memiliki lingkar perut yang berbeda-beda tergantung pada tinggi dan berat badan si Kecil. 

Mama bisa konsultasi ke dokter untuk mengetahui lingkar perut normal untuk si Kecil. Dokter akan memantau tumbuh kembang bayi mama dengan melihat tabel lingkar perut yang normal untuk bayi . 

Wajarkah Perut Bayi Baru Lahir Buncit?

Freepik/Tonefotografia

Perut buncit wajar terjadi pada bayi yang baru lahir karena otot perut si Kecil sedang membentuk dinding di sisi kanan dan kiri perut. Perut membesar pun masih dianggap wajar apalagi setelah bayi mengonsumsi ASI. Sistem pencernaan si Kecil belum bisa bekerja secara optimal sehingga perut bayi terkadang membesar karena udara yang masuk bersama makanan. 

Perut bayi juga bisa membesar ketika sedang lapar, namun perut terasa lebih empuk dibanding setelah menyusu. Mama tak perlu khawatir dengan perut si Kecil yang membesar selama siklus buang air kecil dan buang air besar tetap teratur. 

Penyebab Perut Bayi Buncit

Freepik

Meskipun begitu, ada kalanya kondisi perut bayi yang membesar patut diwaspadai karena berkaitan dengan penyakit tertentu. Perut bayi yang buncit bisa disebabkan oleh kolik. Kolik yaitu kondisi saat usus bayi menyimpan gas dalam jumlah tinggi. Akibatnya bayi bisa menangis berkepanjangan, bahkan lebih dari tiga jam dalam sehari. 

Para peneliti belum bisa menyimpulkan penyebab kolik. Beberapa hasil penelitian menyebut kolik umumnya disebabkan alergi. 

Perut bayi buncit juga bisa disebabkan gastroenteritis atau flu perut. Gejala perut membesar umumnya disertai demam, muntah, dan diare. Gastroenteritis disebabkan oleh virus atau bakteri. Penyakit ini umumnya bisa sembuh sendiri dalam waktu 48 jam selama si Kecil terus mengonsumsi ASI. 

Terakhir, perut bayi membesar ketika mengalami sembelit. Sembelit biasanya dialami bayi yang mengonsumsi susu formula dari botol. 

Cara Mengatasi Perut Membuncit

Freepik/phduet

Apabila perut bayi membuncit disebabkan kelebihan gas atau kembung, maka Mama hanya perlu membantu si Kecil sendawa dengan cara menggendongnya. Mama sebaiknya menggendong bayi dengan posisi tegak, terutama setelah menyusu agar ASI tidak keluar lagi. 

Saat menggendong si Kecil, tepuk punggung bayi secara perlahan. Cara ini bisa membantu bayi sendawa dan perut kembung mereda. 

Kapan Perut Buncit Bayi Harus Diwaspadai?

Freepik

Namun, ada kalanya, Mama harus segera membawa bayi ke dokter apabila gejala perut buncit mulai mengkhawatirkan. Apabila perut bayi buncit selama lebih dari dua minggu, maka itu bisa mengindikasikan si Kecil menderita penyakit tertentu seperti yang disebutkan sebelumnya. 

Gejala-gejala perut buncit yang patut diwaspadai di antaranya :

  • Bayi lebih rewel karena mengalami sakit pada perutnya,
  • bayi terus menangis selama tiga hari berturut-turut,
  • siklus buang air kecil dan buang air besar tidak teratur,
  • bayi menolak menyusu,
  • bayi mengalami demam dan diare

Perut bayi yang baru lahir tampak membuncit itu memang normal. Namun, apabila sudah disertai gejala-gejala tertentu, sebaiknya Mama segera membawa si Kecil ke dokter. 

Semoga informasi mengenai perut buncit pada bayi baru lahir ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga :

The Latest