TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Penyebab Bayi Kejang Tanpa Demam, Orangtua Perlu Waspada

Kejang tanpa demam pada bayi adalah kondisi medis yang serius dan membutuhkan penanganan dokter

Freepik/pch.vector

Bayi kejang tanpa demam atau kejang tanpa suhu tubuh yang tinggi adalah kondisi medis yang dapat terjadi pada bayi yang masih berusia di bawah satu tahun.

Kejang pada bayi dapat menimbulkan kekhawatiran yang besar pada orangtua, karena bayi belum bisa mengomunikasikan apa yang dirasakan. Kejang pada bayi dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Berikut Popmama.com telah rangkum penyebab bayi kejang tanpa demam yang perlu diwaspadai orangtua.

1. Gangguan neurologis

Freepik/Atlascompany

Gangguan neurologis, seperti cerebral palsy, tumor otak, atau epilepsi, dapat menjadi penyebab kejang pada bayi tanpa demam. 

Pada bayi dengan gangguan neurologis, kejang biasanya disebabkan oleh aktivitas listrik yang tidak normal di otak. 

Beberapa gejala yang terkait dengan gangguan neurologis pada bayi adalah kepala besar, kejang yang berulang-ulang, dan keterlambatan perkembangan.

2. Infeksi

Freepik/Freepik

Infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri dapat menyebabkan kejang pada bayi tanpa demam. Beberapa jenis infeksi yang dapat menyebabkan kejang pada bayi adalah meningitis, ensefalitis, atau infeksi saluran kemih.

Selain itu, infeksi virus tertentu seperti cytomegalovirus (CMV) atau herpes simplex virus (HSV) juga dapat menyebabkan kejang pada bayi.

3. Sindrom West

Freepik/Freepik

Sindrom West adalah jenis epilepsi yang biasanya terjadi pada bayi yang masih berusia di bawah satu tahun. Sindrom West ditandai oleh kejang yang sering terjadi, terutama saat bayi tertidur atau bangun tidur. 

Selain kejang, bayi dengan Sindrom West juga dapat mengalami keterlambatan perkembangan dan masalah kognitif.

4. Stroke

Freepik/Pch.vector

Stroke jarang terjadi pada bayi, tetapi kondisi ini dapat menyebabkan kejang pada bayi tanpa demam.

Stroke pada bayi biasanya disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen ke otak, yang dapat terjadi selama persalinan atau karena masalah kardiovaskular. Gejala stroke pada bayi dapat termasuk kesulitan bernapas, pucat, dan kejang.

5. Efek samping obat

Freepik/Freepik

Beberapa obat tertentu, seperti obat antihipertensi atau antibiotik tertentu, dapat menyebabkan kejang pada bayi tanpa demam. Ini terjadi ketika obat memengaruhi fungsi saraf bayi dan menyebabkan kejang.

Jika bayi mengalami kejang setelah mengonsumsi obat tertentu, penting untuk segera menghubungi dokter.

Gejala dan Tanda Bayi Kejang Tanpa Demam

Freepik/Zilvergolf

Seperti masalah kesehatan lainnya, bayi kejang tanpa demam pun bisa ditandai dengan beberapa gejala, Ma. Berikut gejala dan tanda bayi kejang tanpa demam:

1. Gerakan tidak terkontrol

Bayi yang mengalami kejang tanpa demam akan mengalami gerakan tidak terkontrol pada tubuhnya, seperti menggeliat, mengangkat kaki dan lengan, serta gerakan-gerakan lain yang tidak biasa.

2. Kesulitan bernapas

Kejang pada bayi dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan membuat napas menjadi cepat atau dangkal. Hal ini terutama berlaku pada bayi yang masih sangat kecil.

3. Muntah

Bayi yang mengalami kejang tanpa demam dapat muntah atau mengalami gejala mual dan muntah setelah kejang berakhir. Muntah ini dapat terjadi secara tiba-tiba atau dalam beberapa jam setelah kejang berakhir.

4. Pucat atau kehilangan kesadaran

Kejang pada bayi dapat menyebabkan bayi menjadi pucat atau kehilangan kesadaran. Bayi juga mungkin tampak lemas dan tidak bergerak saat kejang terjadi.

5. Kepala Besar

Kepala besar atau kondisi yang disebut dengan hydrocephalus dapat menjadi gejala penyebab bayi mengalami kejang tanpa demam. Kondisi ini terjadi ketika cairan di dalam otak tidak mengalir dengan benar, sehingga meningkatkan tekanan pada otak dan menyebabkan kejang pada bayi.

Apakah Kejang Merupakan Tanda Epilepsi?

Freepik/User18526052

Bayi dikatakan mengalami epilepsi ketika mengalami kejang tanpa demam minimal dua kali di hari yang berbeda. 

Tetapi, jika si Kecil mengalami kejang tanpa demam walaupun baru terjadi satu kali, Mama harus segera membawa si Kecil ke dokter terdekat. Hal ini karena penting untuk mengetahui penyebabnya dan harus diobati sebagai epilepsi jika ditemukan salah satu dari ketiga faktor ini, yaitu: 

  • Secara pemeriksaan fisik ada gangguan yang bermakna, contohnya kelumpuhan pada sebelum atau sesudah kejang

  • Ketika dilakukan pemeriksaan otak EEG ternyata terdapat ada kelainan

  • Ketika hasil MRI atau CT scan menemukan gangguan yang berarti.

Kejang tanpa demam pada bayi adalah kondisi medis yang serius dan membutuhkan penanganan segera dari dokter. Jika bayi mama mengalami kejang tanpa demam, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat, ya, Ma!

Baca juga:

The Latest