TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

ART vs Daycare, Mana yang Lebih Baik? Cek Pertimbangannya Disini!

Semua perlu dipertimbangkan baik-baik sebab apa pun pilihannya, harus demi kepentingan si Anak ya

Freepik

Kembali bekerja setelah cuti panjang melahirkan merupakan sebuah keputusan yang kompleks dan butuh persiapan matang. Salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah siapa yang menjaga si Kecil selama orangtua bekerja. Banyak sahabat Popmama.com yang mengeluhkan ketidaksiapan emosionalnya tatkala harus meninggalkan bayi untuk kembali bekerja kantoran, sementara cuti melahirkan memang ada batas waktunya. 

Solusi yang muncul adalah menitipkan bayi ke daycare atau memperkerjakan asisten rumah tangga (ART) untuk mengasuh bayi sementara Mama pergi bekerja. Kedua pilihan ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Masih bingung mana yang mau dipilih?

Berikut Popmama.com merangkum beberapa kelebihan dan kekurangan daycare versus ART yang dapat Mama jadikan pertimbangan, dilansir dari verywellfamily.com:
 

Kelebihan Daycare

mommyish.com

Daycare kini marak menjamur di berbagai kota di Indonesia. Tak semata untuk menitipkan anak, daycare juga memiliki program-program pengajaran yang dapat mengasah kemampuan sosial anak, dimana anak bisa belajar dan bertumbuh bersama anak-anak lain melalui pengalaman interaksi sehari-hari.

Daycare yang baik menawarkan berbagai jenis alat, buku dan permainan untuk menghibur sekaligus mengedukasi anak. Ada pula daycare yang menawarkan kegiatan tambahan, seperti latihan yoga, berenang atau pun kelas musik. 

Alasan lain menitipkan anak di daycare adalah pengawasan yang komprehensif dari guru yang profesional. Mereka tak hanya sekadar menjaga, tetapi sudah terlatih dalam hal menangani tumbuh-kembang anak. 

Sebagian daycare juga telah memasukkan makan siang dan camilan ke dalam biaya bulanan, yang menunya sudah disesuaikan dengan standar kecukupan gizi anak sehingga Mama tak perlu kerepotan lagi harus menyiapkan makanan untuk si Kecil.

Kekurangan Daycare

freepik.com

Meski banyak kelebihannya, menitipkan anak di daycare juga ada kekurangannya. Masalah kebersihan, misalnya. Sekalipun daycare tempat anak dititipkan tampak sangat bersih, hal ini tidak lepas dari kemungkinan penyebaran penyakit karena anak berbagi peralatan dan mainan serta bersentuhan dengan anak-anak lain. Anak yang dititipkan di daycare lebih rentan terserang penyakit ketimbang yang diasuh di rumah sendiri.

Selain itu, interaksi dengan banyak anak membuka risiko besar anak mengalami cidera atau pun kecelakaan, seperti jatuh atau terbentur. Dengan banyaknya anak yang harus diawasi, cukup sulit bagi pengasuh yang bertugas memantau gerak-gerik tiap anak.

Satu hal yang perlu dipertimbangkan dari menitipkan anak di daycare adalah menyoal kepribadian anak. Mama harus mengenal dengan baik kepribadian si Kecil. Pikirkan ulang apakah dengan berada di daycare sepanjang hari mereka akan nyaman, atau terlalu banyak stimulasi dapat membuat mereka tak nyaman. Perilaku dan perkembangan anak lain dapat berpengaruh pada anak mama. 

Kelebihan Memperkerjakan ART atau Babysitter

Pexels.com/Daria Shevtsova

Memperkerjakan ART atau babysitter memberi keleluasaan bagi orangtua untuk mengontrol aturan-aturan yang disesuaikan dengan kondisi anak. ART berfokus pada kebutuhan individu anak sehingga tidak ada persaingan dengan anak lain, layaknya di daycare.

Adanya ART juga membantu keseharian ibu bekerja jadi lebih mudah, misalnya membantu memasak dan membersihkan rumah. Selain itu, bila ada kemungkinan Mama pulang terlambat atau hal mendadak yang memaksa Mama meninggalkan rumah di luar waktu yang biasanya, jam kerja ART lebih fleksibel ketimbang daycare.

ART yang datang dan menjaga anak di rumah sendiri juga mengurangi keribetan Mama harus menyiapkan kebutuhan yang harus dibawa anak seperti layaknya mempersiapkan anak berangkat ke daycare setiap hari. 

Kekurangan Memperkerjakan ART

Pexels.com/Bruce Mars

Kehadiran ART untuk menjaga si Kecil tak ubahnya menyambut anggota baru masuk ke dalam keluarga mama. Berasal dari latar belakang keluarga berbeda, tiap ART tentu membawa pengalaman-pengalamannya masing-masing dalam mengasuh anak. Hal ini dapat menimbulkan konflik pengasuhan karena mungkin saja cara mendisiplinkan, jam tidur, cara memberi makan dan isu-isu pengasuhan lainnya, yang berbeda antara sang ART dengan Mama. Padahal, konsistensi dalam pengasuhan sangat diperlukan dalam perkembangan anak.

Sebagian besar ART datang tanpa latar belakang pendidikan pengasuhan anak secara profesional. Mama perlu menyaring benar-benar calon ART agar mendapat ART berkualitas yang dapat mengasuh anak dengan baik. 

Gaji ART pun biasanya lebih tinggi dari biaya bulanan per anak di daycare. Wajar, karena ada banyak hal yang mencakupnya, seperti jenis pekerjaan rumah yang harus diselesaikan setiap hari, lokasi, standar upah minimum per daerah, berapa anak yang diasuh, dan faktor-faktor lain. Hitungan memperkerjakan ART tidak sama seperti di daycare yang menganut sistem menanggung biaya bersama-sama dengan orangtua lainnya, bukan?

Belum lagi masalah-masalah pribadi, seperti sikap yang tidak patut, pulang kampung dan tidak kembali lagi tanpa alasan, hingga kasus-kasus kriminalitas yang seringkali dihadapi para orangtua. Perlu aturan yang jelas dan tegas dari Mama, begitu pula sebaliknya. ART harus bisa mengkomunikasikan kebutuhan dan keresahannya pada Mama agar tidak terjadi miskomunikasi di kemudian hari.

Memutuskan pilihan pengasuhan anak memang tak semudah membalikkan tangan. Ada biaya, tenaga dan kenyamanan serta perkembangan anak yang perlu dipertimbangkan dengan baik. Duduk tenang dan tulislah daftar apa yang paling penting bagi keluarga Mama. 

Semoga informasi ini menginspirasi ya, Ma!

Baca juga:

The Latest