TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Tips Memakai Gadget dengan Sehat untuk Balita

Ada cara supaya anak mendapatkan manfaat gadget secara optimal

Unsplash/Alexander Dummer

Kini hampir semua orangtua terbiasa untuk mmeberikan gadget pada anak yang masih usia balita. Meski sudah dianggap normal, ada pentingnya juga untuk membatasi dan membiasakan penggunaan gadget secara sehat untuk balita.

Ini karena anak usia balita membutuhkan stimulasi untuk berbagai inderanya untuk berkembang.

Gadget hanya memberikan anak stimulasi suara dan visual namun tidak dapat memenuhi perkembangan motorik anak secara menyeluruh.

Karena itulah Popmama.com sudah merangkum 5 tips memakai gadget dengan sehat untuk balita di bawah ini. Yuk disimak, Ma!

1. Pastikan isi dan durasi penggunaan gadget sesuai dengan anak

Pexels/Yan Krukov

Orangtua perlu memastikan konten dari gadget yang hendak diberikan pada anak terlebih dahulu. Dengan kata lain, orangtua juga perlu memiliki literasi digital yang cukup ketika memberikan anak gadget.

“Bahkan game sekalipun sebenarnya memberitahu mana room yang dapat diakses anak dan mana yang tidak, tapi kadang orangtua memang tidak sempat belajar banyak,” jelas Saskhya Aulia Prima, M.Psi, psikolog anak dalam webinar HP x TigaGenerasi tentang Technology and Child Development (31/3/2022).

Begitu pula dengan film untuk anak. Mungkin memang visual film tersebut bagus, namun orangtua perlu memastikan kalau film tersebut memiliki nilai yang sesuai dengan Mama dan Papa atau tidak.

Selain itu, orangtua juga perlu memerhatikan jenis konten yang diberikan pada anak sebenarnya sudah sesuai dengan tumbuh kembangnya atau malah kurang sesuai.

2. Pilih konten yang pergantian antar scene tidak terlalu cepat

Pexels/Andrea Piacquadio

Ketika menonton film atau video, seringkali ada pergantian antara satu posisi kamera ke posisi kamera lainnya. Pergantian posisi ini dapat disebut sebagai pergantian scene.

“Durasi pergantian scene yang ideal bagi anak adalah sekitar 4-8 detik,” jelas Saskhya.

Dalam tontonan anak, tak jarang Mama dapat temukan karakternya memiliki jeda untuk menunggu respon anak, misal dengan bertanya tentang apa yang penontonnya sudah lihat.

Anak perlu diberikan tontonan dengan pergantian scene yang tidak terlalu cepat untuk memberikan anak waktu untuk berpikir mengenai apa yang sudah dia lihat.

Kalau pergantian tiap scene terlalu cepat, anak mungkin akan tetap lengket dengan layar karena selalu ada yang baru untuk dilihat dan dapat terlihat fokus.

Meski begitu, yang dikatakan sebagai fokus adalah bertahan pada satu hal ataupun kegiatan yang sama. Anak yang diberikan tontonan dengan pergantian scene yang cepat tidak dapat dikatakan fokus.

3. Hindari anak mengakses konten pada saat waktu makan dan menjelang tidur

Pexels/clark cruz

Ada baiknya untuk melatih anak untuk menjadi lebih sadar tentang apa yang sedang dilakukannya, termasuk ketika sedang makan.

Selain itu, anak yang diberikan tontonan ketika sedang makan terkadang malah membuat makanannya diemut dan bukan dikunyah. Seringkali anak yang diberikan gadget juga mogok makan ketika berusaha diberikan makan tanpa gadget.

“Tidak dibiasakan saja bisa mogok makan, apalagi kalau terbiasa,” terang Saskhya.

Begitu pula ketika anak mau tidur. Kalau Mama memberikan gadget, otak anak malah makin aktif untuk memerhatikan apa yang terjadi dalam tontonan gadget.

4. Seimbangkan bermain gadget dengan aktivitas fisik

Pexels/Kampus Production

Saat anak terbiasa menggunakan gadget, mungkin Mama akan mengalami kesulitan untuk membuat anak berhenti. Meski begitu, Mama dapat mengalihkan perhatian anak dengan kegiatan lain.

Misal, Mama dapat memberikan anak berbagai aktivitas fisik seperti berolahraga bersama, berkeliling komplek, atau sekadar bermain di rumah.

“Anak perlu dibiasakan untuk bergerak aktif setidaknya 3 jam sehari,” jelas Saskhya.

Selain bergerak aktif, anak juga dapat diberikan berbagai mainan atau printables yang dapat mendorong perkembangan fisik serta pemecahan masalah anak.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan adalah menyusun balok, melatih menggambar dan menulis, atau belajar menggunting dan mengelem kertas yang dibentuk.

Semua kegiatan pengganti gadget ini juga perlu diulang kembali dengan alat atau cara mengerjakan yang lain agar anak tetap mengingat apa yang sudah dipelajari.

Jika Mama merasa bingung kegiatan apa yang perlu dilakukan dengan anak, Mama dapat mencoba bertanya pada anak bagaimana ia mau melakukan kegiatan tertentu.

5. Orangtua perlu menjadi contoh untuk menggunakan gadget dengan sehat

PR HP Indonesia

Anak balita ataupun yang sudah di atas 6 tahun sekalipun umumnya akan mengikuti perilaku orangtuanya di rumah, termasuk juga perilaku serta kebiasaan bermain gadget.

Mungkin memang tips ini adalah yang paling sulit, terutama jika pekerjaan Mama dan Papa perlu menggunakan gadget. Namun, penting bagi orangtua untuk menjadi model yang baik dari anak.

Dengan begitu, Mama dan Papa juga perlu membatasi pemakaian gadget setidaknya di depan anak supaya anak dapat memiliki kebiasaan penggunaan gadget yang sehat.

Itulah 5 tips memakai gadget dengan sehat untuk balita yang dapat mulai Mama lakukan di rumah. Mana saja yang sudah Mama lakukan, nih?

Baca Juga:

The Latest