TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Apa yang Perlu Orangtua Lakukan saat Anak Menelan Magnet?

Walaupun jadi mainan yang menyenangkan, magnet juga bisa membahayakan kesehatan anak

health.clevelandclinic.org

Bukan rahasia umum lagi jika bayi dan balita kecil suka memakan hal-hal yang aneh. Karena penasaran atau bosan, anak-anak dari berbagai usia sering memasukkan barang-barang yang tidak boleh dimakan ke dalam mulut mereka dan bahkan menelannya.

Ketika Mama menyajikan makanan bergizi untuknya, ia mungkin akan menolak. Namun, si Kecil akan dengan senang hati mengemut atau menelan magnet yang kecil, mengkilap, dan berwarna-warni.

Lantas, apakah menelan magnet berbahaya bagi balita? Lalu apa yang perlu Mama lakukan ketika anak menelan magnet?

Berikut Popmama.com akan membahas seputar apa yang perlu orangtua lakukan saat anak menelan magnet di bawah ini. Yuk simak penjelasannya Ma!

1. Apakah menelan magnet berbahaya bagi anak?

Freepik/Zilvergolf

Dilansir dari WebMD, magnet menimbulkan bahaya nyata bagi anak-anak. Tertelan yang disengaja atau tidak disengaja mungkin memerlukan operasi darurat.

Menurut ahli radiologi Alan Oestreich, MD, dari Rumah Sakit Anak Cincinnati di Ohio, anak-anak yang menelan lebih dari satu magnet memerlukan perhatian medis darurat,

Dalam sebuah penelitian yang dikutip dalam WebMD, 80 persen benda asing yang mencapai perut dapat dikeluarkan namun 10-20 persen mungkin memerlukan pengambilan langsung oleh dokter.

Kurang dari 2 persen insiden dapat menyebabkan penyumbatan atau pecahnya usus yang memerlukan intervensi darurat.

2. Dampak apa yang terjadi jika anak menelan magnet?

Freepik/Satura86

Dilansir dari Health Cleveland Clinic, magnet dapat menyebabkan banyak kerusakan pada saluran pencernaan anak dan dapat memutar usus, menyebabkan ulserasi usus, kerusakan usus, perforasi, keracunan darah dan bahkan kematian.

Bahkan bisa lebih mengancam jiwa jika anak menelan lebih dari satu magnet. Jika satu magnet menempel di usus besar dan yang lainnya di usus kecil, magnet itu bisa menempel satu sama lain melalui dinding usus.

Ini berpotensi memotong suplai darah atau merobek lubang di usus, sehingga dapat memungkinkan limbah bocor ke dalam tubuh. Efeknya bisa membuat anak mengalami sakit parah dan bisa berakibat fatal.

3. Gejala apa sajakah yang perlu diwaspadai?

todaysparent.com

Magnet adalah mainan yang umum di rumah dan sekolah. Mereka digunakan sebagai barang dekoratif seperti yang ada di pintu kulkas, komponen mainan, dan sebagai objek kesehatan terapeutik.

Jika digunakan dengan benar, magnet seharusnya tidak menimbulkan masalah, selama mereka tetap berada di luar tubuh.

Setelah anak menelan suatu benda, atau jika Mama mencurigai anak menelan magnet, kenali gejalanya, seperti batuk, tersedak, kesulitan menelan, mengeluarkan air liur, nyeri dada, sakit perut, muntah, demam tinggi, atau masalah pergi ke kamar mandi, maka mama harus menghubungi kantor dokter anak atau membawa ke unit gawat darurat rumah sakit.

4. Bagaimana jika anak menelan magnet?

washingtonpost.com

Jika Mama menemukan magnet yang hilang, evaluasi kemungkinan bahwa anak dapat menelannya secara tidak sengaja. Ketika ini terjadi, ada beberapa hal yang dapat Mama segera lakukan, yaitu:

  • Jika ada kemungkinan anak kecil bisa menelannya, segera cari bantuan medis. Gejala mungkin tidak ada, atau minimal sampai ada cedera yang signifikan.
  • Jangan tunda evaluasi jika magnet tertelan mungkin karena cedera substansial dapat terjadi dalam beberapa jam setelah tertelan.
  • Jangan berasumsi magnet yang tertelan akan lewat secara normal. Magnet-magnet ini kemungkinan besar akan tertarik satu sama lain dan menjebak usus di antara keduanya sehingga menyebabkan mereka tersangkut di dalam tubuh anak.
  • Jika anak memiliki gejala sakit perut yang tidak dapat dijelaskan setelah kehilangan magnet, maka pertimbangkan kemungkinan bahwa anak telah menelan magnet ini. dan segeralah bawa ke ruang gawat darurat untuk evaluasi x-ray.
  • Jika dokter mengatakan hanya ada satu magnet dan anak boleh pulang, pastikan Mama melakukan setidaknya dua x-ray yang berbeda. Karena dua magnet yang menjebak di antara usus dapat muncul sebagai satu magnet ketika mereka saling menyatu dalam gambar sinar-x.

5. Bagaimana cara agar anak dapat bermain magnet dengan aman?

Freepik/Yaoinlove

Walaupun magnet menjadi permainan yang menyenangkan, berwarna-warni, dan mengasah keterampilan kreativitas anak. Namun buatlah permainan ini menjadi lebih aman dan tak mengganggu kesehatan si Kecil.

Dilansir dari ABC News go berikut adalah beberapa cara untuk mencegah magnet agar tidak tertelan anak:

  • Jika anak sudah tidak bermain atau menggunakan magnet ini, buanglah dengan aman.
  • Jika masih digunakan, simpan di tempat yang aman, sebaiknya di lemari yang terkunci atau wadah yang terkunci, dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Jika Mama memiliki anak remaja atau ada orang dewasa di rumah yang menggunakan magnet ini, ajarkan mereka tentang penggunaan yang aman dan penyimpanan magnet saat tidak digunakan. Terutama menekankan bahwa anak-anak kecil tidak boleh menyentuh magnet saat tak diawasi.
  • Hindari memberikan anak menggunakan magnet ini sebagai perhiasan wajah atau tubuh
  • Jika memiliki mainan magnet ini di rumah, hitunglah sebelum memberikannya pada anak, dan setelah dimainkan.
  • Dorong anak untuk segera memberi tahu Mama jika terjadi kecelakaan dan dia menelan magnet atau melihat anak lain menelannya.
  • Periksa mainan dan area bermain secara teratur, termasuk karpet, apakah ada magnet yang copot atau hilang.
  • Gunakan magnet lain atau benda yang terbuat dari logam besi di sekitar area bermain, sofa, bantal kursi, dll. untuk mengambil magnet yang hilang.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan magnet ini atas meja untuk mencegahnya jatuh ke lantai, karpet, atau ke dalam atau di bawah furnitur.

Itulah informasi seputar apa yang perlu orangtua lakukan ketika anak menelan magnet. Ingatlah, bahwa pencegahan konsumsi adalah kuncinya. Ajak anak bermain dengan mainan yang sesuai dengan usianya.

Kemudian, selalu pantau aktivitas anak dengan cermat dan selalu perhatikan saat ia tumbuh, berkembang, dan menjelajahi dunianya.

Baca juga:

The Latest