TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Gaya Hidup Sehat Anak Usia 3 Tahun: Menghadapi si Picky Eater

Pilih-pilih makanan bukan hanya karena tak berselera, tapi juga bentuk 'protes'

Freepik/Bearfotos

Adalah hal yang normal bagi anak usia prasekolah memilih makanan dengan bentuk, warna dan tekstur yang menarik baginya.

Bahkan jika tiba-tiba ia membenci makanan yang kemarin sangat disukainya. Begitu pun saat mereka menolak makan makanan yang sama setiap kali makan. Para ahli menyebutnya sebagai food jags.

Anak menyukai hal-hal yang familiar baginya. Anak usia tiga hingga lima tahun biasanya perlu penyesuaian terhadap hal baru.

Pada awalnya, mereka akan menolak makanan baru yang disodorkan karena secara manusiawi kita merasa khawatir terhadap rasanya atau pun keamanan makanan baru tersebut. Bahkan jika itu bentuk potongan roti isi keju favoritnya yang berbeda dari biasanya. 

Pilih-pilih Makanan untuk Menyatakan Kemandirian

Freepik/Anchaleeyates

Pilih-pilih makanan juga merupakan cara anak balima menyatakan kemandiriannya, seolah-olah ingin mengatakan, "Mama tidak akan bisa memaksaku makan makanan itu!". Ia sebetulnya sedang menguji batas otoritas orangtua dan menegaskan kontrol atas hidupnya. Jadi tidak ada kaitannya dengan rasa makanan atau selera makannya.

Karena anak-anak prasekolah cenderung aktif bergerak, sulit membuatnya mau duduk diam untuk menghabiskan makanannya. Mama bisa melatihnya makan dalam situasi yang tenang, tanpa gangguan mainan, televisi atau hewan peliharaan. 

Cara Memperkenalkan Makanan Baru pada si Picky Eater

Freepik/Foodlesfeed

Anak-anak memiliki kemampuan menakar seberapa banyak makanan yang diperlukan tubuhnya, begitu pun keputusannya memilih mana makanan yang mau dan tidak mau dimakannya. Hal ini cukup menantang, karena bagaimana pun juga Mama harus menyediakan variasi makanan sehat untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. 

Berikut beberapa cara memperkenalkan makanan baru pada si Picky Eater:

Memberikannya kesempatan memilih

Menaruh satu-dua jenis makanan langsung di piring anak mungkin terasa seperti paksaan baginya. Tawarkan berbagai jenis makanan setiap kali makan. Biarkan ia memilih mana yang menarik baginya. Mama mungkin akan kerepotan di awal karena harus menyediakan banyak jenis makanan. Tetapi jangan diambil pusing, Ma. Cukup letakkan saja semua pilihan makanan itu di atas meja. 

Setelah ia melihat Mama makan makanan yang disediakan beberapa kali, ia mungkin merasa lebih terbuka untuk mencobanya.

Sediakan dalam porsi kecil

Porsi makan anak usia 3 tahun adalah setengah dari porsi orang dewasa. Untuk makanan tertentu, porsinya hanya seukuran telapak tangan anak. Contohnya: 1/2 cangkir yogurt atau sereal, 2 ons daging sapi, 4 sendok makan sayur dan 1 lembar roti.

Jangan memberikan pilihan menggantung

Pilihan menggantung, seperti, "Apa yang kamu inginkan untuk makan malam nanti?" justru membingungkan bagi anak sehingga akhirnya ia memilih makanan yang familiar saja. Lagi-lagi pizza, lagi-lagi roti, lagi-lagi pasta keju. Ini karena anak belum atau tak tahu bahwa ada makanan-makanan lain yang bisa dipilihnya. 

Sebaiknya, tawarkan pilihan "ini atau itu." Misalnya, "Untuk makan malam hari ini, ada sup ayam dan ayam goreng. Mana yang kamu inginkan?" Jika ada makanan baru yang ingin diperkenalkan, kombinasikan dengan pilihan makanan yang sudah familiar baginya. 

Anak-anak yang tidak pernah diizinkan membuat keputusan akan makanan yang dikonsumsi untuk dirinya sendiri (seperti memutuskan kapan mereka kenyang), berisiko lebih besar mengalami gangguan makan atau jadi sangat gemuk di kemudian lagi. Terlebih, strategi memaksa anak mencoba makanan baru hanya akan membuatnya jadi lebih keras kepala dan menutup diri mencoba hal-hal baru di masa depan.

Baca Juga:

The Latest