TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Penyebab Areola Gatal & Kering saat Menyusui yang Bikin Tak Nyaman

Areola gatal dan kering dapat menyebabkan kegiatan menyusui terganggu, Ma

Freepik/katemangostar

Selain memberikan nutrisi utama selama enam bulan pertama, menyusui membangun ikatan antara Mama dengan bayi.

Bagi sebagian Mama, menyusui bayi memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah areola gatal dan kering.

Areola gatal dan kering dapat disebabkan oleh jamur. Bila tidak segera diatasi, kondisi ini dapat mengganggu kegiatan menyusui si Kecil.

Apa saja penyebab areola gatal dan kering saat menyusui? Yuk, simak penjelasannya pada ulasan Popmama.com berikut ini, ma.

1. Infeksi jamur

Unsplash/Luiza Braun

Infeksi jamur pada putting dan area sekitarnya disebabkan oleh Candida. Candida biasanya tidak berbahaya dan ditemukan di berbagai bagian tubuh.

Namun jamur dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi pada bagian tubuh yang lembap seperti di sekitar puting susu. 

Infeksi jamur terutama memengaruhi daerah puting dan areola, yang cenderung lembap. Ini menyebabkan gatal pada areola dan sensasi terbakar pada puting setelah menyusui.

2. Eksim

Unsplash/Hanna Balan

Gatal dan kering pada areola juga bisa disebabkan karena eksim. Eksim merupakan sekelompok penyakit yang dapat menyebabkan peradangan, gatal, dan kemerahan pada kulit. 

Biasanya yang terjadi pada ibu menyusui adalah dermatitis kontak yang terjadi karena gesekan konstan pada kulit. Pada kasus ibu menyusui, gesekan ini terjadi karena kegiatan menyusui.

Eksim menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, dan sensitif. Pada areola, biasanya tampak kering dan bersisik.

3. Kulit kering

Freepik/master1305

Kulit kering pada payudara akan menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Kulit kering akan membuat permukaan areola dan puting mengelupas atau pecah-pecah dan bukan hanya gatal, tapi juga perih.

Bila terjadi saat menyusui, tentu dapat membuat kegiatan menyusui terasa menyakitkan.

4. Penyakit paget

Freepik/Bonnontawat

Ini merupakan jenis kanker yang ditemukan di lapisan luar kulit, puting, dan aerola payudara. Selain gatal, areola kesemutan, kemerahan, dan terjadi pengelupasan atau penebalan kulit.

Kondisi ini membutuhkan pembedahan, kemoterapi, atau terapi hormonal tertentu, tergantung pada seberapa parah gejalanya.

5. Iritasi

Unsplash/Luiza Braun

Iritasi menjadi salah satu penyebab puting dan area sekitarnya termasuk areola menjadi gatal. Bisa jadi iritasi ini disebabkan karena Mama baru menyusui untuk pertama kalinya. Jadi payudara “kaget” dan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kegiatan menyusui.

Iritasi ini menyebabkan rasa gatal, termasuk pada areola. Namun jangan khawatir, Ma. Seiring dengan berjalannya waktu, Mama akan terbiasa menyusui si Kecil dan iritasi pun akan sembuh.

Merawat Payudara saat Menyusui

Unsplash/ Shoaib Bhatti

Merawat payudara dapat membuat kegiatan menyusui menjadi nyaman dan bebas dari rasa sakit. Agar Mama terhindar dari beragam keluhan menyusui, ikuti tips merawat payudara berikut ini:

  • Bersihkan puting setelah menyusui. Lakukan dengan lembut tanpa menggunakan sabun, alkohol, atau sampo. Biarkan puting kering dengan sendirinya.
  • Oleskan salep pelembap yang mengandung lanolin pada puting setiap kali selesai menyusui. Ini akan mengurangi rasa sakit atau nyeri dan mencegah puting mengering dan pecah-pecah.
  • Setiap selesai menyusui, oleskan beberapa tetes ASI pada puting. Biarkan mengering. ASI melembapkan dan melindungi puting dari infeksi.
  • Pastikan tangan selalu bersih saat memegang payudara dan ketika menyusui si Kecil
  • Jika payudara sakit ketika menyusui, berhenti menyusui secara langsung dan gunakan pompa ASI selama beberapa hari.

Itulah penyebab areola gatal dan kering saat menyusui. Meski kegiatan menyusui bayi memberikan beberapa tantangan, jangan menyerah ya, Ma. Menyusui selama enam bulan pertama sangat penting untuk tumbuh kembang bayi. Selain itu juga dapat meningkatkan ikatan antara Mama dengan si Kecil.

Baca juga:

The Latest