TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Manfaat Konsumsi Daun Jelatang, Bisa Meningkatkan Produksi ASI

Mama yang sedang menyusui bisa mengonsumsi daun ini

pixabay.com/Mareefe

Daun jelatang adalah sejenis tanaman liar yang sangat mudah tumbuh di sekitar kita. Di Indonesia, daun ini dianggap sebagai gulma. Tetapi, banyak juga yang memanfaatkannya sebagai makanan setelah diolah dengan menghilangkan bulu-bulu halusnya yang membuat gatal. Teh jelatang juga umum dikonsumsi di seluruh dunia. 

Selain sebagai makanan dan minuman, daun jelatang juga dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI.

Berikut Popmama.com merangkum manfaat daun jelatang yang bisa meningkatkan produksi ASI, dilansir dari verywellfamily.com:

Mengenal Daun Jelatang

Pixabay/manfredrichter

Daun jelatang atau dikenal sebagai stinging nettle (Urtica dioica) adalah tanaman dengan daun berwarna hijau gelap. Memiliki bulu-bulu halus di permukaan daun dan batangnya, daun jelatang bisa membuat kulit gatal-gatal jika tersentuh manusia. 

Daun jelatang tinggi akan zat besi dan bernutrisi. Dari generasi ke generasi, daun jelatang digunakan sebagai ramuan yang diminum setelah melahirkan untuk mengobati anemia dan sebagai galaktagogue untuk membantu menghasilkan lebih banyak ASI. 

Manfaat Daun Jelatang

Pixabay/MabelAmber

Daun yang gatal ini memang ajaib. Selain meningkatkan produksi ASI, kandungannya juga dapat membantu menyembuhkan berbagai masalah kesehatan, antara lain:

  • Daun jelatang mengandung zat besi tinggi untuk mengobati anemia dan mengatasi kelelahan pasca melahirkan.
  • Meningkatkan suplai darah.
  • Mengobati masalah kemih.
  • Sebagai antihistamin alami yang membantu mengobati alergi, demam, eksim, dan asma.
  • Mengatasi radang dan nyeri sendi, serta asam urat.

Daun Jelatang untuk Ibu Menyusui

Freepik

Daun jelatang dipercaya dapat menstimulasi dan meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Secara umum, daun jelatang aman dikonsumsi ibu menyusui setelah melahirkan dan dapat dikonsumsi secara berkala.

Efek samping daun jelatang terhadap ibu menyusui tergolong rendah. Tetapi bagi yang sensitif, bisa menyebabkan sakit perut dan diare. Apabila dikonsumsi langsung setelah melahirkan, dapat mengembangkan risiko produksi ASI berlebihan yang mengakibatkan pembengkakan payudara dan mastitis.

Mengolah Daun Jelatang

Pixabay/ivabalk

Seperti yang telah dibahas di atas, daun jelatang punya bulu-bulu halus yang bisa menyebabkan gatal. Gunakan sarung tangan saat memetiknya. 

Untuk menghilangkan bulu-bulu halus penyebab gatal di permukaan daun dan batangnya, lakukan teknik blanching sebelum mengolah daun jelatang. Caranya, rendam dalam air panas selama 5-15 detik, kemudian siram dengan air dingin. Setelah dimasak, zat yang membuat gatal pada daun jelatang tidak lagi membahayakan.

Setelah dibersihkan, Mama bisa mengolahnya menjadi berbagai makanan, misalnya tumisan, lalapan, atau diseduh menjadi teh.

Efek Samping Daun Jelatang

Freepik/asmedvednikov

Daun jelatang mengandung vitamin K. Vitamin K dapat mengganggu penyerapan obat yang digunakan untuk mengencerkan darah. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi jelatang jika Mama minum obat-obatan antikoagulan (pengencer darah). 

Daun jelatang dapat menurunkan kadar gula darah dan tekanan darah. Apabila Mama penderita diabetes, hipoglikemik, dan tekanan darah rendah, konsumsilah jelatang di bawah pengawasan langsung dokter.

Daun jelatang, dan berbagai obat-obatan herbal lain telah digunakan sebagai pengobatan tradisional selama berabad-abad. Sama seperti obat-obatan pada umumnya, pasti ada efek samping yang berpotensi bahaya. Konsultasikan dengan dokter, ahli laktasi, atau spesialis herbal sebelum mengonsumsinya. 

Nah, itulah manfaat daun jelatang yang bisa meningkatkan produksi ASI. Semoga informasi ini bermanfaat, Ma!

Baca juga:

The Latest