TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Muncul Kista saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Kita memang mungkin muncul saat kehamilan

Freepik

Mama pasti khawatir ketika mendengar penyakit kista. Penyakit yang identik dengan perempuan ini biasanya memengaruhi rahim. Banyak perempuan harus rela menunda kehamilan karena kista. Lantas, bagaimana jika kista muncul saat kehamilan?

Kista memang mungkin untuk muncul saat kehamilan. Kista umumnya diketahui saat Mama melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Kemunculan kista pasti membuat Mama khawatir dengan kondisi janin dalam kandungan. 

Kista memang bisa disembuhkan dengan beberapa pengobatan, namun semua jenis pengobatan harus disesuaikan dengan kondisi ibu hamil dan seberapa besar bentuk kista. Lantas, apa penyebab munculnya kista saat hamil? Bagaimana pengobatannya?

Di bawah ini adalah rangkuman penjelasan mengenai kista saat hamil yang dirangkum Popmama.com

Penyebab Kista saat Hamil

Freepik Abadikan momen kehamilan mama dengan berbagai cara yang unik.

Kista adalah kantong kecil berisi cairan yang biasa muncul di organ reproduksi perempuan seperti rahim dan ovarium. Kista yang muncul saat hamil umumnya kista ovarium yang muncul di ovarium atau indung telur. 

Kista ovarium memang umum terjadi pada ibu hamil. Kista biasanya mulai terdeteksi pada trimester pertama, menyusut pada minggu ke-14, dan menghilang ketika kehamilan memasuki minggu ke-16. 

Mama perlu mengetahui bahwa ada dua jenis kista ovarium yakni kista ovarium fungsional dan kista ovarium patologis. Kista ovarium fungsional muncul ketika ovarium melepaskan sel telur untuk dibuahi. Sedangkan, kista ovarium patologis muncul ketika Mama memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti endometriosis.

Kista bisa muncul ketika korpus luteum mengalami penumpukan cairan. Akibatnya muncul kista di rahim mama. Sebaliknya, kista juga bisa terbentuk sebelum terjadinya pembuahan. Sehingga, kista tetap berada di ovarium saat Mama dinyatakan hamil. 

Gejala Kista saat Hamil

Pixabay/greyerbaby

Seperti dijelaskan sebelumnya, Mama baru mengetahui adanya kista ketika menjalani pemeriksaan USG. Meskipun begitu, Mama bisa mendeteksi gejala-gejala yang menandakan ada kista di rahim mama. 

Gejala yang umumnya dirasakan ibu hamil adalah mual dan muntah, nyeri ketika berhubungan seksual, cepat merasa kenyang, sering buang air kecil, dan nyeri pada bagian panggul. 

Apakah Kista Berbahaya untuk Kesehatan Janin?

Freepik/rawpixel.com

Kista yang muncul saat hamil umumnya tidak membahayakan, namun Mama perlu memeriksakannya ke dokter. Apabila ukuran kista masih cukup kecil, dokter kandungan umumnya akan menganjurkan Mama untuk menjalani pemeriksaan rutin saja. Sebab, kista bisa menyusut dan hilang tanpa pengobatan tertentu. 

Apabila ukuran kista melebihi lima centimeter, dokter akan menganjurkan pengobatan untuk membuang kista itu. Sebab, kista bisa pecah kapanpun dan menyebabkan perdarahan di dalam perut. Tentu saja itu bisa membahayakan keselamatan janin dalam kandungan. 

Pengobatan Kista saat Hamil

Pixabay/KathrinPie

Pengobatan untuk menghilangkan kista akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan mama, seperti usia kehamilan, ukuran kista, dan riwayat penyakit. Apabila kista berukuran besar, maka dokter kandungan akan melakukan operasi pengangkatan kista. 

Operasi pengangkatan lebih aman untuk dilakukan saat kehamilan masih memasuki awal trimester kedua. Operasi pengangkatan akan dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah risiko yang membahayakan bagi janin dan Mama. 

Kista yang muncul saat hamil memang tergolong jinak. Meski begitu, bukan berarti Mama harus mengabaikannya. Mama harus rutin periksa ke dokter untuk mengetahui kondisi rahim selama kehamilan sehingga bisa memantau kemungkinan munculnya kista di ovarium atau rahim. 

Baca juga :

The Latest