TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Posisi Seks Bisa Tentukan Jenis Kelamin Bayi, Mitos atau Fakta?

Sebelum bercinta, cari tahu dulu, yuk, kebenarannya!

Pexels/AndreaPiacquadio

Memiliki anak merupakan anugerah yang tak ternilai. Berbagai upaya pun dilakukan demi segera mendapatkan buah hati tercinta.

Ada pasangan yang menginginkan anak laki-laki dan ada juga yang sebaliknya. Sehingga, banyak cara yang dilakukan agar mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang diharapkan. Salah satunya adalah dengan mencoba posisi tertentu saat berhubungan seks.

Namun, benarkah bahwa posisi seks bisa menentukan jenis kelamin bayi kelak?

Memang banyak yang meyakini bahwa posisi seks dapat memengaruhi jenis kelamin anak. Akan tetapi, kebenaran mengenai hal ini perlu  dicari tahu lebih dahulu.

Untuk mengetahui kebenaran hal itu, di bawah ini Popmama.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai posisi seks tentukan jenis kelamin bayi, mitos atau fakta? Yuk, disimak baik-baik!

Apakah Posisi Seks Bisa Tentukan Jenis Kelamin Bayi?

Pexels/MoosePhotos

Tidak ada hubungannya antara posisi seks tertentu dalam menentukan jenis kelamin bayi. Adapun berbagai variasi posisi seks dapat dilakukan dengan tujuan agar pasangan tidak bosan atau bisa juga bertujuan untuk memperbesar peluang kehamilan.

Posisi hubungan intim tertentu dipercaya bisa meningkatkan peluang kehamilan, sebab ada beberapa posisi khusus yang dapat membuat sperma lebih dekat ke rahim. Meskipun lagi-lagi, hal ini pun masih diperlukan penelitian lebih lanjutnya.

Dilansir dari parents, Jeffrey Steinberg, MD, direktur program pemilihan jenis kelamin di Fertility Institutes di Los Angeles menegaskan bahwa tidak ada posisi seks yang bisa memengaruhi jenis kelamin bayi.

Tidak sedikit yang percaya, bahwa melakukan hubungan dengan posisi misionaris saat pria berada di atas diyakini bisa meningkatkan peluang memiliki anak perempuan. Sementara untuk mendapatkan bayi laki-laki, banyak yang percaya bahwa hubungan intim harus dilakukan dengan posisi berdiri.

Selain persoalan posisi, Dr. Landrum Shettles, MD, pertama kali menerbitkan laporan pada tahun 1960-an tentang ciri khas sperma dengan X-bearing (bayi perempuan) dan Y-bearing (bayi laki-laki), menyarankan agar pasangan yang menginginkan anak laki-laki untuk berhubungan seks sedekat mungkin dengan masa ovulasi.

Karena, saat itulah cairan vagina dan serviks perempuan cenderung paling basa, yakni suatu kondisi yang membuat pembuahan paling menguntungkan bagi sperma kromosom Y yang sehat untuk segera menembus sel telur. 

Namun, laporan ini kemudian dibantah sebuah penelitian yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine yang melaporkan bahwa tidak ada hubungan antara waktu hubungan seksual dan jenis kelamin bayi. Hal ini bisa berarti, bahwa tidak ada hal yang benar-benar menjamin untuk mendapatkan jenis kelamin bayi tertentu. 

Jika benar-benar bertekad untuk memiliki anak perempuan atau anak laki-laki, ada dua prosedur medis berteknologi tinggi yang melibatkan penyortiran sperma atau embrio yang lebih menjanjikan. Tapi, para ahli masih memperdebatkan hal tersebut, karena hal ini tidak sesuai dengan kode etik yang berlaku.

    Apa yang Menentukan Jenis Kelamin Bayi?

    Pexels/SHAHBAZAKRAM

    Laki-laki berperan besar dalam menentukan jenis kelamin bayi saat kehamilan. Jenis kelamin bayi ditentukan oleh tipe kromosom dari sperma laki-laki yang bertemu dengan kromosom dari sel telur perempuan.

    Sperma mempunyai dua tipe kromosom, yaitu kromosom X dan Y. Tiap sperma hanya mengandung satu kromosom (sperma kromosom X atau Y) yang pada akhirnya bertemu dengan sel telur. Sementara sel telur itu sendiri sifatnya netral, sel telur hanya mengandung satu kromosom (kromosom X).

    Bayi laki-laki atau perempuan ditentukan oleh sperma manakah (X atau Y) yang lebih dulu mencapai sel telur. Jika sperma dengan kromosom Y berhasil terlebih dahulu mencapai sel telur, maka janin akan berkromosom XY, yang akan menghasilkan bayi laki-laki. Namun jika sperma dengan kromosom X lebih dulu bertemu sel telur, maka janin akan berkromosom XX dan menjadi bayi perempuan.

    Selain menentukan jenis kelamin, kromosom juga berperan dalam menentukan ciri-ciri fisik manusia. Kromosom adalah molekul seperti benang yang membawa informasi herediter (genetik) untuk segala hal dimulai dari warna mata, rambut, hingga tinggi badan.

    Kromosom dibuat dari protein dan satu molekul DNA yang berisi instruksi genetik suatu organisme yang diturunkan dari orangtua. Untuk itu, ada ungkapan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, yang berarti induk pasti memiliki kemiripan dengan anaknya.

    Hal ini dikarenakan kromosom orangtua mewariskan sifat-sifat genetis pada keturunannya. Maka tak mengherankan, jika warna mata, rambut hingga tinggi badan anak mirip dengan orangtua-nya.
     

    Variasi Posisi dalam Berhubungan Intim

    Freepik/master1305

    1. Posisi Misionaris
    Posisi yang satu ini tergolong klasik, yang menempatkan laki-laki di atas, sementara perempuan di bawah. Cara ini memungkinkan laki-laki untuk melakukan penetrasi dangkal dan menjalin keintiman dalam berhubungan.

    Banyak yang percaya cara ini ampuh untuk meningkatkan peluang hamil. Karena posisi ini disebut bisa mengalirkan lebih banyak sperma, sehingga semakin besar peluang pembuahan di rahim.

    2. Doggy Style
    Posisi doggy membuat pasangan saling menjauhi dan menghubungkan dari belakang. Mungkin posisi ini bukan yang paling intim, tetapi gaya ini dipercaya memiliki hasil yang tidak berbeda jauh dengan posisi misionaris. Saat melakukan doggy style, penetrasi yang terjadi disebut bisa sedalam dan sebanyak yang bisa didapat dari posisi misionaris. Bahkan bisa lebih banyak daripada posisi misionaris. 

    Ujung dari Mr P pun dapat mencapai atau lebih dekat dengan leher rahim lewat posisi seks yang satu ini. Sehingga, banyak yang percaya bahwa dengan posisi ini peluang keberhasilan dan terjadinya proses pembuahan pun akan semakin meningkat.

    3. Spooning
    Posisi bercinta dengan gaya spooning adalah dengan cara menghadap arah yang sama. Laki-laki memeluk pasangannya dari belakang, posisi panggul perempuan harus lebih rendah dari panggul laki-laki. Posisi ini menciptakan penetrasi dangkal, sehingga dalam melakukannya harus secara perlahan dan halus. Gaya spooning memungkinkan sentuhan fisik yang intens untuk melepaskan hormon endorfin.

    4. Teratai
    Posisi dengan gaya teratai mirip dengan misionaris, namun dilakukan sambil duduk berhadapan. Salah satu pasangan duduk dengan kaki disilangkan dengan longgar, sementara yang lain berada di atas dengan kaki melilit punggung pasangan. Yang perlu diingat ketika menggunakan posisi ini adalah kondisikan posisi senyaman mungkin karena pasangan akan menopang tubuh selama sesi bercinta.

    5. Berdiri
    Bercinta sambil berdiri juga paling disukai laki-laki. Kebanyakan mereka menganggap, posisi ini sempurna untuk membakar kalori karena dipastikan berkeringat meski tanpa banyak gerak. Posisi berdiri memungkinkan stimulasi G-spot dan eksplorasi maksimal ke klitoris. Posisi ini cukup banyak dipilih, karena dianggap paling fleksibel.
     

    Jadi, posisi seks tentukan jenis kelamin bayi itu hanyalah mitos, ya, Ma. Terlepas dari apa pun jenis kelaminnya, memiliki anak merupakan suatu anugerah luar biasa yang patut untuk kita syukuri.

    Bila kamu merasa informasi ini bermanfaat, yuk, bantu sebarkan informasi ini agar para calon Mama dan calon Papa yang lain juga mengetahuinya!

    Baca juga:

    The Latest